Fakta Eko Yuli Irawan yang Sumbang Medali dari Olimpiade Tokyo 2020

Atlet angkat besi yang berhasil cetak sejarah!

28 Juli 2021

Fakta Eko Yuli Irawan Sumbang Medali dari Olimpiade Tokyo 2020
Instagram.com/ekopower61

Cabang olahraga angkat besi menyumbang medali kedua untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 setelah Eko Yuli Irawan yang berlaga di kelas 61 kilogram putra sukses mendapatkan medali perak.

Dalam pertandingan yang digelar di Tokyo, Minggu, Eko Yuli mampu mengangkat beban seberat total 302 kilogram yang terdiri dari 137 kilogram angkatan 'snatch' dan 165 kilogram 'clean and jerk'.

Simak fakta menarik mengenai Eko Yuli Irawan yang berhasil mengharumkan nama Indonesia. Berikut ulasannya yang dirangkum Popmama.com!

1. Cetak sejarah baru

1. Cetak sejarah baru
Instagram.com/ekopower61

Lifter berusia 32 tahun tersebut harus mengakui keunggulan atlet China Li Fabin yang berhasil meraup medali emas sekaligus memecahkan rekor Olimpiade untuk angkatan total serta clean and jerk. Li mencatatkan total angkatan 313 kilogram, di mana snatch 141 kilogram dan clean and jerk 172 kilogram.

Sementara medali perunggu kelas 61 kilogram putra diraih atlet Kazakhstan, Igor Son dengan total angkatan 294 kilogram, dengan snatch 131 kilogram dan clean and jerk 163 kilogram.
 

Editors' Picks

2. Koleksi medali terbanyak

2. Koleksi medali terbanyak
Instagram.com/ekopower61

Eko Yuli Irawan, prestasi di Olimpiade 2020 menjadi sejarah di dunia olahraga Indonesia. Eko resmi berstatus sebagai atlet Tanah Air dengan koleksi medali Olimpiade terbanyak dengan empat medali (dua medali perak dan dua perunggu).

Pemuda asal Lampung tersebut juga menjadi atlet Merah Putih pertama yang berhasil merebut medali di empat Olimpiade secara beruntun.

Eko merupakan peraih medali perunggu Olimpiade 2008, medali perunggu Olimpiade 2012, medali perak Olimpiade 2016 serta, terbaru, medali perak Olimpiade 2020.

3. Melewati enam kejuaraan saat kualifikasi Olimpiade 2020

3. Melewati enam kejuaraan saat kualifikasi Olimpiade 2020
Instagram.com/ekopower61

Eko Yuli Irawan dinyatakan lolos ke Tokyo oleh Federasi Angkat Besi Dunia (IWF) setelah menempati posisi kedua klasemen akhir kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo dengan mengumpulkan 4.162,7502 poin.

Dalam perjalanannya menuju Tokyo 2020, Eko telah melewati enam kejuaraan yang masuk kualifikasi Olimpiade.

Kejuaraan pertama yang diikuti adalah IWF World Championships 2018 di Ashgabat, Turkmenistan. Di sana, Eko Yuli meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor dunia kelas 61 kg dengan total angkatan 317 kg (snatch 143 kg dan clean and jerk 174 kg).

Namun total angkatan dia menurun cukup drastis menjadi 297 kg saat tampil dalam IWF World Cup 2019 di Fuzho, China.

4. Prestasi lengkap Eko Yuli Irawan

4. Prestasi lengkap Eko Yuli Irawan
Instagram.com/ekopower61

Daftar prestasi yang diraih Eko Yuli Irawan:

  • 2020, medali emas 5th International Fajr Cup di Rasht, Iran
  • 2019, medali emas SEA Games 2019 Vietnam
  • 2019, medali perak IWF World Championships di Pattaya, Thailand
  • 2019, medali perunggu Asian Championships di Ningbo, China
  • 2019, medali emas IWF World Cup di Fuzhou, China
  • 2018, medali emas IWF World Championships di Ashgabat, Turkmenistan
  • 2018, medali emas Asian Games di Jakarta, Indonesia

5. Belum mau pensiun

5. Belum mau pensiun
Instagram.com/ekopower61

Olimpiade 2020 Tokyo diperkirakan menjadi ajang terakhir Eko Yuli. Atlet angkat besi tersebut usianya kini sudah menginjak 32 tahun.

“Kalau melihat usia mungkin ini bisa yang terakhir. Untuk masalah ke depan kita lihat bagaimana karena untuk mempertahankan mungkin bisa, tetapi untuk meningkatkan sepertinya agak sulit dalam usia 35 tahun. Maka momentumnya di tahun ini yang bisa diperjuangkan,” pungkasnya saat diwawancarai, beberapa waktu lalu.

Namun dia belum ada niat untuk pensiun. Dia ingin berusaha sampai titik penghabisan.

Selamat untuk  Eko Yuli Irawan. Semoga dalam pertandingan selanjutnya, ambisi mendapatkan emas bisa tercapai!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.