Harganya Lagi Melejit, Kenali Macam-Macam Jenis Cabai

Rasanya pedas semua nggak ya?

4 Maret 2021

Harga Lagi Melejit, Kenali Macam-Macam Jenis Cabai
Pexels/Piyapong Sayduang

Harga cabai di Batola tengah meroket. Bayangkan saja, 1 kilogram (1 kg) bisa terjual hingga Rp125 ribu. Namun ada juga yang dijual dengan harga Rp50 ribu.

Cabai memang dianggap sebagai salah satu bumbu atau `teman` makan bagi kebanyakan orang di Indonesia. Melihat harga cabai yang meroket, banyak yang dibuat bingung.

Masyarakat beranggapan, harga cabai sangat tidak masuk akal. Kondisi ini dikabarkan akibat bencana banjir di kawasan Batola. Akhirnya, membuat cabai menjadi langka.

Melihat hal itu, tak ada salahnya kamu mengenal macam-macam jenis cabai. Popmama.com merangkumnya hanya untuk kamu.
 

1. Cabai rocoto yang mirip paprika

1. Cabai rocoto mirip paprika
amazon.com

Cabai jenis ini banyak ditemukan di Peru, Bolivia, Chile, Argentina Utara dan Ecuador.

Bentuknya hampir bulat dan memiliki daging tebal seperti paprika. Cabai ini akan sangat pedas apabila bijinya berwarna hitam.

Cabai Rocoto dapat tumbuh baik pada iklim sedang dan bahkan iklim dingin sekalipun.
Kebanyakan rocoto berwarna merah, namun di Karibia dan Meksiko ada pula yang berwarna kuning dan oranye

2. Cabai rawit yang pedas mantap

2. Cabai rawit pedas mantap
Shopee.co.id

Cabai rawit memiliki bentuk yang lebih kecil dari cabai merah maupun cabai keriting namun memiliki tingkat kepedasan mencapai 50.000-100.000 pada skala Scoville. Selain di Indonesia, cabai rawit cukup populer di negara Asia Tenggara lainnya seperti malaysia.

Dalam bahasa Inggris, cabai rawit dikenal dengan nama Thai Pepper atau bird's eye chili
pepper.

Di Indonesia, cabai rawit biasanya digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat sambal, rujak, dan makanan pedas lainnya.

Selain itu cabai rawit juga dibuat menjadi chili oil dan digunakan sebagai pelengkap makanan gorengan

Editors' Picks

3. Cabai kathur dengan tekstur keras

3. Cabai kathur tekstur keras
Pixabay/tranthithuylinh

Cabai Kathur adalah cabai yang memiliki buah yang tumbuh menjulang menghadap langit (ngathur, Jawa red). Warnaya hijau ketika muda dan akan berwarna merah tua apabila telah masak.

Apabila ditekan, cabai kathur akan terasa keras karena memiliki jumlah biji yang sangat banyak.

Dengan rendahnya kadar air yang dimiliki cabai jenis ini, memungkin cabai ini untuk dapat disimpan hingga 12 hari setelah dipetik serta tahan pada saat pengangkutan jarak jauh. Cabai ini banyak digunakan untuk campuran berbagai masakan pedas.

4. Cabai merah besar favorit untuk segala hidangan

4. Cabai merah besar favorit segala hidangan
Pixabay/Hans

Cabai merah memiliki bentuk yang runcing dan mengerucut, namun ada pula yang membulat.

Kulitnya tebal dan biasanya rasanya kurang pedas. Cabai merah sering digunakan sebagai bahan baku aneka sambal, saus, dan sebagai campuran masakan yang tidak terlalu pedas lainnya.

5. Cabai keriting yang nikmat

5. Cabai keriting nikmat
Unsplash/Thomas Evans

Sesuai dengan namanya, cabai keriting berbentuk keriting, kurus, dan panjang. Terdapat 2
jenis cabai keriting yaitu cabai keriting merah dan cabai keriting hijau.

Cabai keriting memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan cabai merah besar. Biasanya cabai keriting digunakan pada olahan makanan yang pedas. 

6. Cabai jalapeno dari meksiko

6. Cabai jalapeno dari meksiko
wikimedia.com

Cabai ini berasal dari Meksiko, warnanya hijau tua dan merah serta memiliki bentuk yang mirip
dengan peluru. selain dalam bentuk utuh/segar, biasanya jalapeno juga tersedia dalam variasi keringnya yang disebt dengan chipotles.

Cabai ini memiliki rasa yang sangat pedas menggigit karena itu biasanya cabai ini dijual dalam bentuk acar dan dikemas di dalam botol.

Cabai ini memiliki tingkat kepedasan 2.500-8.000 Skala Scoville. Cabai ini banyak digunakan untuk membuat acar, mustar, atau dapat pula dimasak dengan menggunakan minyak sayur.

7. Cabai Gendol / Gendot dengan bentuk unik

7. Cabai Gendol / Gendot bentuk unik
Pixabay/bluebeens

Cabai ini punya bentuk yang lucu. Di Jawa Barat, cabai ini dinamakan Cabai Gendot atau Cabai Bendot, sedangkan di Jawa Tengah cabai ini disebut dengan Cabai Gendol karena memiliki bentuk yang bengkak atau mengembung.

Cabai ini berasal dari Semenanjung Yucatan dan memiliki tingkat kepedasan mencapai
100.000-350.000 Skala Scoville. Cabai ini banyak dijumpai di perkebunan sekitar Bandung dan di sekiar Dieng Jawa Tengah.

Meksiko merupakan negara penghasil cabai gendol terbesar di dunia, dan banyak tumbuh di sekitar Yucatan, Campeche, dan Quintana Roo. Selain ini, di Belize, Kosta RIka, Texas, dan California ditemukan perkebunan komersial cabai gendot.

Cabai gendot memiliki aroma yang unik, yaitu perpaduan antara buah dan bunga. cabai ini memiliki beragam warna, yaitu hijau, orange terang, kuning, dan orange. Di sunda, cabai ini banyak dimasak dalam berbagai macam tumistumisan dan juga hidangan pedas lainnya.

Setelah mengetahui jenis-jenis cabai, kamu tak akan salah lagi saat akan membelinya, ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.