Israel Terus Gempur Palestina, Lebih dari 200 Orang Tewas

Mayoritas anak-anak dan perempuan

18 Mei 2021

Israel Terus Gempur Palestina, Lebih dari 200 Orang Tewas
Unsplash.com/Chuttersnap

Konflik Isarel dan Palestina memanas sejak malam Idulfitri 2021. Isarel terus menggempur serangan ke Jalur Gaza.

Roket dan bom dijatuhkan di sekitar tempat tinggal warga Palestina. Bahkan, saat mereka tengah melaksanakan salat.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa serangan besar-besaran akan terus dilakukan. Meski mendapatkan kecaman dari internasional, Israel tetap melakukan penyerangan.

Menurutnya, ini harga yang harus dibayar Palestina dan Hamas. Serangan Israel kali ini disebut yang paling mematikan sejak konflik berlangsung.

Seperti apa perkembangan kondisi konflik yang memicu perhatian dunia ini. Cek informasinya di Popmama.com:

1. Korban jiwa lebih dari 200 orang

1. Korban jiwa lebih dari 200 orang
Pexels/Pixabay

Israel telah meratakan setidaknya tiga bangunan perumahan. Setidaknya 192 orang, termasuk 58 anak dan 34 perempuan, telah terbunuh di Jalur Gaza sejak kekerasan terbaru berlangsung dalam seminggu ini, diwartakan AlJazeera, Selasa (18/5/2021).

Sementara, korban jiwa dari Isarel hanya 10 orang, 2 diantaranya adalah anak-anak. Angka korban jauh lebih sedikit dibandingkan Palestina.

Editors' Picks

2. Serangan mematikan

2. Serangan mematikan
Unsplash/Annie Spratt

Serangan mematikan yang dilakukan Isareal terjadi pada Minggu, 16 Mei 2021. Laporan langsung dari dari Reuters di Gaza, Nidal Al-Mughrabi mengatakan di Twitter.

"Minggu menjadi serangan paling mematikan dalam serangan militer Israel sejauh ini. Dengan setidaknya 42 Palestina terbunuh dan puluhan lebih terluka," cuitnya.

"Aku bisa mendengar suara anak-anak menangis ketakutan di sini," lanjutnya menggambarkan suasana yang mencekam.
 

3. Warga sipil selalu menjadi korban

3. Warga sipil selalu menjadi korban
Unsplash/nour tayeh

Melansir dari New York Times, warga sipil membayar harga yang sangat mahal untuk kekerasan antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza.

Serangan udara Israel dan rentetan artileri di Gaza menewaskan ratusan orang, termasuk anak-anak dan perempuan.

Isarel menembakan rudal dan senjata ke arah pemukiman yang disebut menjadi tempat perlindungan Hamas. Padahal, warga sipil tak berdosa yang selalu menjadi korbannya.

4. Target penyerangan

4. Target penyerangan
Unsplash.com/Ahmed Abu Hameeda

Jet tempur Israel melakukan setidaknya 55 serangan udara di Gaza 17 Mei 2021. Serangan tersebut dilakukan bertubi-tubi.

Seperti dilaporkan Al-Kahlout, target termasuk beberapa pangkalan militer dan keamanan di wilayah Palestina. Selain itu, beberapa tanah kosong di timur kota Gaza.

5. PBB menggelar pertemuan darurat

5. PBB menggelar pertemuan darurat
Unsplash.com/Mathias PR Reading

Dewan Keamanan-Perserikatan Bangsa-bangsa (DK-PBB) melakukan pertemuan darurat demi membahas konflik Isarel dengan Palestina. Sayangya, pertemuan terebut tak menghasilkan titik terang.

PBB juga belum mengambil tindakan terhadap agresi militer Isarel di Paletina. Sementara, negara-negara lain terus mengecam tindakan Isarel.

Sekretaris Negara AS Antony Blinken menghubungi menteri luar negeri Qatar, Mesir, Arab Saudi dan Prancis tentang kekerasan berkelanjutan di Israel. Mereka berupaya menghentikan serangan Isarel terhadap Palestina.

Semoga konflik Isarel segera menghentikan agresi militer ke Palestina. Konflik berkelanjutan kedua negara menemukan titik terang.

Baca juga:


 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.