Zona Merah Meningkat, Kasus Covid-19 Melonjak Hingga Juli 2021

Masih di Kudus yang menjadi perhatian karena kondisini tengah memperihatinkan

9 Juni 2021

Zona Merah Meningkat, Kasus Covid-19 Melonjak Hingga Juli 2021
IDN Times/Lia Hutasoit

Libur Idulfitri membawa dampak pada peningkatan kasus meningkatnya Covid-19 di Indonesia. Terlihat beberapa daerah menjadi zona merah.

Pada awal Juni 2021, kenaikannya sebesar 15,1%. Dikhawatirkan, kondisi ini akan meningkat hingga Juli 2021.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan, kenaikan ini masih akan berlanjut. Masyarakat diminta untuk waspada dengan lonjakan kasus Covid-19. 

Selanjutnya, berikut Popmama.com ulas informasinya:

1. Adanya puncak kenaikan kasus

1. Ada puncak kenaikan kasus
Unsplash/vikimo

Menteri Kesehatan Budi Gunadi menjelaskan, dampak libur lebaran dan musim mudik mulai terasa pada kasus Covid-19. Biasanya akan terlihat jelas 1 atau 2 bulan ke depan sejak hari raya.

"Berdasarkan pengalaman kita sebelumnya, puncak dari kenaikan kasus terjadi 5-7 minggu sesudah liburan. Perkiraan kita, kita masih akan melihat adanya kenaikan kasus ini sampai akhir bulan ini atau awal bulan depan," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi.

Editors' Picks

2. Ruang perawatan hampir penuh

2. Ruang perawatan hampir penuh
Unsplash/H Shaw

Kenaikan kasus virus corona menjadi beban tersendiri bagi layanan kesehatan di sejumlah wilayah. Di Kudus, Jawa Tengah, misalnya. Jumlah pasien yang dirawat rumah sakit meningkat dari 40% menjadi 350% dalam 1,5 pekan terakhir.

Kondisi yang sama juga terjadi di Bangkalan, Madura. Ruang isolasi penuh dengan pasien. Jumlahnya melonjak dari 10% menjadi sampai 80%.

3. Pasien harus dirujuk ke daerah lain

3. Pasien harus dirujuk ke daerah lain
Freepik/Rawpixel.com

Untuk mengurangi wilayah tersebut, beberapa pasien harus mendapatkan rujukan ke rumah sakit di daerah lain. Pasien dari Kudus dirujuk ke Semarang, sedangkan dari Bangkalan dirujuk ke Surabaya.

"Alhamdulillah kapasitas rumah sakit di Semarang dan juga di Surabaya itu cukup untuk menerima rujukan dari daerah Kudus dan Bangkalan," papar Menkes Budi.

4. Kondisi Kudus memprihatinkan

4. Kondisi Kudus memprihatinkan
Dokumentasi BNPB/Dume Harjuti Sinaga

Satgas Penanganan Covid-19 sempat meninjau langsung kondisi Kabupaten Kudus yang belakangan mengalami kenaikan signifikan pada kasus positif. Kenaikannya lebih dari 30 kali lipat, yaitu dari 26 kasus menjadi 929 kasus. Kenaikan ini menambahkan jumlah kasus aktif menjadi 1.280 (21,41%) dari total kasus Covid-19. Kasus aktif Kudus angkanya jauh lebih besar dari angka kasus aktif nasional sebesar 5,47%.

Tenaga kesehatan yang menderita Covid-19 yakni sebanyak 189 orang. Lalu, tingkat keterisian tempat tidur juga meningkat tajam. Dari data per 1 Juni 2021, kondisinya lebih dari 90% tempat tidur yang ada sudah terisi. 

5. Pembatasan maksimal

5. Pembatasan maksimal
Pixabay/fernandozhiminaicela

Satgas Covid-19 meminta agar pemerintah daerah dan satgas daerah di Kudus melakukan pembatasan mobilisasi secara maksimal. Agar penularan tidak meluas, dengan senantiasa memantau kondisi masing-masing daerah.

Pemerintah Daerah Kudus segera mengkonversi tempat tidur yang ada menjadi tempat tidur pelayanan Covid-19. Bagi pasien gejala sedang dan berat yang akan menjadi prioritas perawatan di rumah sakit.

Dengan peningkatan kasus Covid-19 diharapkan kamu selalu menjaga kesehatan dan diri. Jangan lupa memakai masker saat ke luar rumah, juga mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, dan menjaga jarak.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.