Keluar Rumah Tanpa Pakai Masker, di Yogyakarta akan Disita KTP-nya

Penyitaan ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya memakai masker

28 Januari 2021

Keluar Rumah Tanpa Pakai Masker, Yogyakarta akan Disita KTP-nya
Freepik/tirachardz

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menerapkan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) hingga 8 Februai 2021 mendatang. Pada tahap kedua PTKM di Yogyakarta, satpol PP akan bertindak lebih tegas kepada masyarakat yang tidak memakai masker saat keluar rumah.

Satpol PP Daerah Istimewa Yogyakarta mengatakan bahwa pada tahap pertama dijalankan PTKM, banyak masyarakat yang masih tidak menaati protokol kesehatan, seperti keluar rumah tanpa menggunakan masker. Oleh karena itu, tim satpol PP akan melakukan razia masker dan memberikan sanksi kepada seluruh masyarakat Yogyakarta yang tidak memakai masker.

Berikut ini Popmama.com telah merangkum informasi selengkapnya.

Editors' Picks

1. Tujuan penyitaan KTP masyarakat yang tidak memakai masker

1. Tujuan penyitaan KTP masyarakat tidak memakai masker
Freepik/user2799780

Kepala satpol PP Yogyakarta Noviar Ahmad memberitahukan bahwa pada tahap pertama PTKM yang berlangsung selama 11 hingga 25 Januari 2021, ada sebanyak 921 masyarakat yang melanggar protokol kesehatan dengan tidak memakai masker saat berpergian.

Untuk mengatasi pelanggaran tersebut, satpol PP memberlakukan sistem penyitaan KTP bagi masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan, khususnya memakai masker.

Selain itu, penyitaan ini untuk memberikan efek jera dan kesadaran dari masyarakat akan pentingnya penerapan protokol kesehatan dimana pun dirinya berada, khususnya yaitu memakai masker saat keluar rumah. Walaupun hanya ke suatu tempat yang dekat dari rumah, pemakaian masker sangat penting untuk dilakukan demi mencegah penularan Covid-19.

2. Tim satpol PP akan lebih menegakan protokol kesehatan pada masyarakat

2. Tim satpol PP akan lebih menegakan protokol kesehatan masyarakat
Freepik/svetlanasokolova

Kurangnya tingkat kesadaran dari masyarakat di DIY terhadap penerapan protokol kesehatan membuat satpol PP untuk lebih fokus penegakan sistem 3M.

Noviar Ahmad menjelaskan bahwa selama ini bagi masyarakat yang melanggar sudah dilakukan penindakan sesuai dengan Pergub 77, yaitu memberikan sanksi sosial. Namun, sanksi tersebut tidak membuat masyarakat menjadi jera.

Untuk memberikan efek jera pada masyarakat, pihak satpol PP menerapkan pengamanan KTP selama 1x24 jam bagi seluruh warga yang melanggar protokol kesehatan dengan tidak memakai masker.

3. Masyarakat yang melanggar akan mendapatkan pembinaan

3. Masyarakat melanggar akan mendapatkan pembinaan
Freepik/katemangostar

Bagi masyarakat yang melanggar dan KTP-nya disita, bisa mengambilnya di kantor Satpol PP DIY setelah satu hari KTP disita. Ketika pelanggar mengambil KTP miliknya, satpol PP akan memberikan semacam pembinaan terkait Covid-19 dan protokol kesehatan.

“Kita kasih tahu keadaan kasus Covid-19 di DIY, misalnya kemarin 310 ketersedian tempat tidur sekian, harusnya mereka lebih paham, dan mereka menggunakan masker sehingga tidak tertular,” ungkap Noviar Ahmad.

Setelah pelanggar menerima pembinaan, satpol PP memintanya untuk membuat surat pernyataan tidak akan melanggar protokol kesehatan ketika keluar rumah dan melakukan aktivitas di luar.

Itulah beberapa informasi mengenai penerapan penyiaan KTP di Yogyakarta bagi masyarakat yang tidak memakai masker. Jika Mama keluar rumah untuk melakukan aktivitas di luar, tetap menerapkan protokol kesehatan ya agar terhindar dari Covid-19.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.