Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
ilustrasi perbedaan MSG dan kaldu bubuk (vecteezy.com/Bigc Studio)
ilustrasi perbedaan MSG dan kaldu bubuk (vecteezy.com/Bigc Studio)

Intinya sih...

  • MSG alami adalah kristal putih hasil fermentasi bahan alami seperti tetesan tebu atau jagung, menghasilkan Monosodium Glutamat murni (sekitar 99%) yang memberikan sensasi gurih yang kaya.

  • Kaldu bubuk adalah campuran kompleks ekstrak daging/sayuran, bumbu, garam, dan seringkali mengandung pengawet atau bahan tambahan lainnya. MSG alami menawarkan rasa gurih yang lebih murni dan minim pengawet.

  • MSG alami memiliki kandungan natrium yang jauh lebih rendah yaitu sekitar sepertiga dari garam dapur biasa, sehingga bisa membantu mengurangi asupan garam secara keseluruhan tanpa mengorbankan rasa gurih.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mama, sebagai tiang utama dapur keluarga, tentu kita selalu ingin menyajikan yang terbaik dan terenak, tapi yang paling penting, yang paling aman untuk suami dan anak-anak. Salah satu dilema terbesar di dapur modern adalah memilih antara MSG alami atau penyedap rasa campuran alias kaldu bubuk. Apalagi dengan banyaknya informasi simpang siur, kekhawatiran soal bahaya mengkonsumsi MSG sering kali menghantui. 

Nah, yuk kita bedah tuntas supaya kita bisa membuat keputusan cerdas untuk keluarga!

Memahami perbedaan inti

ilustrasi MSG (vecteezy.com/Bigc Studio)

Sekarang pertanyaannya: apa sih bedanya MSG alami dengan kaldu bubuk yang biasa kita pakai?

1. MSG alami (micin)

Ini adalah kristal putih hasil fermentasi bahan alami seperti tetesan tebu atau jagung, menghasilkan Monosodium Glutamat murni (sekitar 99%). Fungsinya tunggal, yaitu penguat rasa yang memberikan sensasi gurih yang kaya. MSG ini secara kimiawi identik dengan glutamat yang sudah ada secara alami dalam tomat, keju, bahkan ASI!

2. Kaldu bubuk (penyedap rasa campuran)

Produk ini adalah campuran yang lebih kompleks. Biasanya terdiri dari ekstrak daging/sayuran, bumbu, garam, dan seringkali juga mengandung pengawet atau bahan tambahan lainnya (terkadang termasuk sedikit MSG alami juga). Produk ini memberikan rasa gurih plus aroma yang lebih khas, misalnya rasa ayam atau sapi.

Mengatasi kekhawatiran soal keamanan dan Natrium

MSG (https://www.freepik.com/author/racool-studio)

Ketakutan terbesar kita sebagai ibu rumah tangga adalah bahaya mengkonsumsi MSG. Padahal, baik MSG alami maupun sintetis sudah berkali-kali dinyatakan aman untuk dikonsumsi dalam batasan wajar oleh badan-badan pangan dunia seperti WHO dan FDA. Kuncinya adalah takaran yang tepat, bukan menghilangkan sama sekali.

Salah satu keunggulan MSG alami adalah kandungan natriumnya yang jauh lebih rendah yaitu sekitar sepertiga dari garam dapur biasa. Ini bisa jadi solusi cerdas loh, Ma!

Kita bisa mengurangi asupan garam secara keseluruhan tanpa mengorbankan rasa gurih makanan. Jadi, daripada khawatir berlebihan soal bahaya mengkonsumsi MSG, lebih baik kita fokus pada bagaimana cara kita bisa mengurangi garam dengan MSG alami.  

Kalau Mama mau tau tips cerdas lainnya soal mengurangi garam, bisa baca artikel ini: Cara Mengurangi Garam dengan MSG Alami.

Peran MSG dalam nutrisi dan otak anak

ilustrasi otak anak (science.org)

Ma, selain soal rasa gurih, tahukah Mama bahwa glutamat yang ada di MSG ternyata juga dikenal tubuh sejak lahir? 

Glutamat alami berperan dalam pembentukan sel imun dan juga sangat penting untuk fungsi otak. Jadi, penggunaan MSG alami dalam takaran yang wajar tidak hanya membuat makanan anak lebih nikmat, tapi juga mendukung fungsi tubuh. 

Tentu saja, semuanya kembali pada porsi yang tepat. Kalau Mama penasaran bagaimana sih peran MSG dalam perkembangan buah hati, Mama bisa loh baca selengkapnya di artikel MSG untuk Anak, Benarkah Berbahaya tahu Justru Aman?

Keputusan terbaik untuk keluarga kita

Suasana meja makan keluarga Biru Laut. (instagram.com/evacelia)

Jadi, mana yang lebih baik?

Kaldu bubuk memberikan aroma yang kompleks, tapi seringkali dengan tambahan pengawet dan bahan campuran lain. Kita harus cermat membaca labelnya. Di sisi lain, MSG alami menawarkan rasa gurih yang lebih murni, minim pengawet, dan bisa membantu kita mengurangi natrium. Untuk keluarga, memilih MSG alami dengan proporsi yang tepat dan terukur cenderung lebih menyehatkan karena kita lebih bisa mengontrol bahan-bahan tambahan lainnya. Selalu ingat, keamanan terbaik datang dari keseimbangan dan pengolahan makanan yang higienis.

Akhirnya Ma, mari kita tinggalkan kecemasan berlebihan soal bahaya mengkonsumsi MSG. Pilihan cerdas ada di tangan kita yaitu gunakan MSG alami dengan bijak, dalam takaran yang dianjurkan.

Ini adalah cara terbaik untuk memastikan masakan kita tetap gurih nikmat, sekaligus aman dan mendukung kesehatan keluarga. Kalau Mama mau baca artikel soal mitos atau fakta ilmiah soal penyedap ini, bisa baca di artikel ini: Bahaya MSG? (Fakta Ilmiah vs Mitos). (WEB/AD)

Editorial Team