Jangan Diabaikan, Satgas Covid Ungkap Keadaan Pasien Isoman Memburuk

Kalau mengalami tanda-tanda berikut ini, segera ke rumah sakit ya, Ma!

30 Juli 2021

Jangan Diabaikan, Satgas Covid Ungkap Keadaan Pasien Isoman Memburuk
Freepik/prostooleh
Ilustrasi

Pasien isoman (isolasi mandiri) umumnya adalah mereka yang terinfeksi virus Covid-19 dengan gejala ringan ataupun tanpa gejala. Sebagai contoh, mereka yang mengalami gejala flu, batuk, demam, sakit tenggorokan, namun tidak sesak napas, biasanya akan dianjurkan menjalani isoman di rumah.

Meskipun kondisi yang dialami tidak separah dengan penderita Covid-19 lainnya, pasien isoman juga rentan mengalami kondisi yang kian memburuk akibat dari kurangnya asupan nutrisi ataupun penyakit komorbid.

Lantas, bagaimana caranya mengetahui kalau kondisi tubuh malah semakin buruk? Kali ini, Popmama.com telah merangkum tanda-tanda keadaan pasien isoman memburuk berdasarkan penjelasan satgas Covid-19.

Yuk, simak informasi selengkapnya!

1. Mulai mengalami gejala sesak napas

1. Mulai mengalami gejala sesak napas
Freepik

Tanda pertama keadaan pasien isoman memburuk adalah apabila dirinya mulai sesak napas, Ma. Lebih tepatnya, apabila Mama mulai merasa bahwa frekuensi napas meningkat, sekitar 24 kali per menit, maka itu sudah termasuk gejala sesak napas.

Dalam hal ini, Mama perlu menghubungi fasilitas kesehatan terdekat untuk segera menerima pertolongan ataupun dibawa ke rumah sakit.

"Kalau frekuensi napas sudah lebih dari 24 kali per menit, itu sudah jadi alarm bahwa pasien nggak bisa lagi isolasi mandiri dan harus dibawa ke RS," kata Hayatun Nufus, dokter spesialis penyakit dalam di RSUP Persahabatan.

Maka dari itu, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, dokter spesialis paru Erlina Burhan sangat menyarankan pasien isoman agar rajin menghitung frekuensi pernapasan per satu menit.

"Anda tidak boleh isolasi mandiri kalau sesak napas. Jadi tolong dihitung frekuensi napasnya, lebih dari 24 kali berarti harus ke fasilitas kesehatan," kata Erlina.

2. Kadar saturasi oksigen pasien isoman di bawah 93 persen

2. Kadar saturasi oksigen pasien isoman bawah 93 persen
Freepik

Apabila pasien isoman memiliki kadar saturasi oksigen (kadar oksigen dalam darah) di bawah 93 persen, maka dirinya harus segera dibawa ke rumah sakit. Hal ini karena saturasi oksigen yang kurang dari 93 persen sudah termasuk kategori gejala berat dan membutuhkan perawatan.

Lebih jelasnya, berikut level saturasi oksigen yang penting Mama ketahui:

  • 95–100%: saturasi oksigen dalam kondisi baik;
  • 93–94%: pasien isoman perlu berbaring untuk membantu meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh;
  • Kurang dari 92%: pasien isoman perlu dibawa ke rumah sakit untuk segera mendapatkan perawatan dokter;
  • Kurang dari 80%: pasian isoman perlu menggunakan ventilator untuk membantu pernapasan.

Umumnya, Mama dapat mengetahui apabila tubuh sedang mengalami penurunan saturasi oksigen. Tanda-tanda yang mungkin muncul seperti sesak napas, jantung berdetak semakin cepat, dan tangan-kaki terasa dingin.

Editors' Picks

3. Pasien isoman merasa linglung terhadap waktu

3. Pasien isoman merasa linglung terhadap waktu
Freepik/cookie_studio

Mama pernah merasa bingung tentang hari ataupun jam selama melakukan isoman di rumah? Itu bisa menjadi tanda bahwa keadaan Mama memburuk, nih.

Secara lebih spesifik, Hayatun mengatakan bahwa jika seorang pasien isoman tiba-tiba mengalami gejala disorientasi waktu,seperti linglung, lupa hari, lupa waktu, susah fokus, hingga hilang kesadaran, maka dirinya harus segera menemui dokter untuk mendapatkan pertolongan.

4. Muncul gejala baru atau terjadi perburukan pada satu gejala tertentu

4. Muncul gejala baru atau terjadi perburukan satu gejala tertentu
Freepik/Jcomp

Tanda keadaan pasien isoman memburuk lainnya adalah apabila gejala ringan yang diderita tidak kunjung menunjukkan pembaikan dan malah semakin parah.

Sebagai contoh, salah satu gejala ringan Covid-19 adalah demam. Nah, semisal Mama terus-menerus demam lebih dari 37,8 derajat Celcius padahal sudah minum obat, maka kondisi tersebut patut untuk dicurigai.

Selain itu pula, jika sebelumnya Mama tidak pernah mengalami diare namun tiba-tiba menderitanya, maka segera bawa diri ke rumah sakit terutama untuk mencegah terjadinya dehidrasi (kekurangan cairan dalam tubuh).

5. Apabila pasien isoman kehilangan kesadaran

5. Apabila pasien isoman kehilangan kesadaran
Freepik/Jcomp
Ilustrasi

Yang terakhir adalah jika pasien isoman hilang kesadaran. Kondisi tersebut dapat menimpa seseorang apabila dirinya kekurangan nutrisi selama isolasi mandiri.

Kalau hal tersebut sudah terjadi, maka penderita Covid-19 tersebut perlu segara dilarikan ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas ataupun rumah sakit.

Bagaimana Prosedur Isoman di Rumah yang Benar?

Bagaimana Prosedur Isoman Rumah Benar
Freepik/Crowf
Ilustrasi

Mama tentu tidak tahu apakah kondisi Covid-19 yang dialami akan membaik atau malah memburuk. Namun, sebagai kiat penyembuhan, penting sekali bagi Mama untuk menjalankan prosedur isoman di rumah dengan baik dan benar.

Berikut prosedur persiapan hingga pelaksanaan isolasi mandiri yang benar berdasarkan laman Covid19.go.id:

1. Prosedur Persiapan Isolasi Mandiri

  1. Pertama-tama, siapkan stok obat-obatan dasar, mulai dari vitamin atau obat-obatan lainnya sesuai dengan anjuran dokter;
  2. Memiliki alat-alat kesehatan dasar, seperti termometer dan oxymeter (untuk mengukur saturasi oksigen), di rumah;
  3. Pastikan memiliki stok masker yang cukup dan cairan disinfektan yang terbuat dari air dan sabun;
  4. Persiapkan sebuah ruagan terpisah yang tidak dapat diakses oleh anggota keluarga lain untuk mencegah penularan;
  5. Pasien isoman harus menyimpan daftar kontak orang terdekat ataupun nomor penting lainnya apabila terjadi keadaan darurat.

2. Prosedur Pelaksanaan Isolasi Mandiri

  1. Menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan rajin olahraga, makan makanan bergizi seimbang, dan mencuci tangan;
  2. Orang yang mendampingi pasien isoman minimal harus mengenakan alat pelindung diri (APD) ketika mengelola sampah dan limbah harian;
  3. Rutin melakukan disinfeksi terlebih pada alat-alat yang sering disentuh;
  4. Memastikan ruangan isoman memiliki sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik;
  5. Harus rajin memeriksa dan mencatat perkembangan gejala suhu tubuh, laju napas, dan saturasi oksigen;
  6. Lakukan isolasi mandiri selama 10 hari bagi pasien Covid-19 tanpa gejala dan tambahan 3 hari untuk pasien Covid-19 bergejala ringan;
  7. Jika kondisi memburuk, segera hubungi nomor darurat dan layanan dokter atau petugas puskesmas setempat;
  8. Ketika pasien isoman dimobilisasi (dibawa) ke puskesmas atau rumah sakit, maka protokol kesehatan harus diterapkan secara ketat.

Itulah informasi mengenai tanda-tanda keadaan pasien isoman memburuk sesuai dengan penjelasan satgas Covid-19. Pahami betul tanda-tanda yang telah dijelaskan di atas. Jika Mama mulai merasakannya, jangan tunggu sampai parah dan segeralah pergi ke dokter.

Jaga kesehatan diri dan keluarga selalu ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.