Penyebab dan Cara Mengatasi Kaki Kram saat Malam Hari

Apakah kaki kram pertanda gangguan kesehatan lain?

17 Oktober 2021

Penyebab Cara Mengatasi Kaki Kram saat Malam Hari
Freepik/Karlyukav
Ilustrasi

Sewaktu tidur, pernahkah Mama tiba-tiba merasa kram di kaki atau "naik betis"? Kondisi ini tentu menyebalkan karena Mama yang sudah bermimpi entah kemana harus terbangun dan bahkan merasakan sakit.

Kondisi ini sering disebut sebagai kejang otot atau charley horses. Biasanya, otot bagian betis ataupun paha sering mengalami kram. Mama yang sering mengalaminya lantas bertanya, apakah kram pada kaki merupakan pertanda kondisi medis yang mengkhawatirkan?

Nah untuk menemukan jawabannya, simak informasi dari Popmama.com tentang penyebab dan cara mengatasi kaki kram saat malam hari. Keep scrolling, Ma!

1. Apa itu kaki kram saat malam hari?

1. Apa itu kaki kram saat malam hari
Pexels/Cats Coming

Kaki kram merupakan suatu kondisi di mana otot kaki, bisa satu atau lebih, mengalami kejang dengan sendirinya. Umumnya, otot gastrocnemius (otot betis) yang mengalami kondisi tersebut. Namun di kesempatan lain, otot-otot di daerah paha depan dan belakang juga bisa mengalami kejang.

Kram tersebut biasanya dapat mereda sendiri selama kurang dari 10 menit. Namun, tentu ini dapat mengganggu tidur Mama di malam hari. Juga, kaki biasanya akan terasa sedikit nyeri hingga sehari setelahnya.

Di samping itu, disebut sebagai charley horses alias kejang otot, American Family Physician menyebutkan bahwa kurang lebih 60 persen orang dewasa mengalami kaki kram saat malah hari. Serta, perempuan dan orang lansia juga lebih sering menderita kaki kram saat malam hari.

Editors' Picks

2. Penyebab kaki kram saat malam hari

2. Penyebab kaki kram saat malam hari
Pexels/Anna Shvets

Para ahli menyatakan kalau kondisi kaki kram nokturnal disebut bersifat idiopatik. Dalam hal ini, penyebab pastinya masih belum diketahui. Namun, Mama bisa saja mengalaminya disebabkan oleh posisi kaki saat tidur.

Jadi, ada sebuah posisi tidur yang disebut fleksi plantar. Posisi tersebut merujuk kepada kaki dan jari kaki yang memanjang dari bagian tubuh lainnya. Nah, fleksi plantar ini memperpendek otot betis sehingga membuat kram semakin mungkin terjadi.

Tidak hanya itu, melansir laman Healthline, ada faktor lain yang juga dapat memicu terjadinya kram, yakni:

  • Gaya hidup yang kurang aktif. Buat Mama yang jarang bergerak, otot perlu diregangkan secara teratur agar berfungsi dengan baik, lho. Sebab, duduk terlalu lama bisa menyebabkan kram;
  • Kelelahan otot. Kram bisa saja muncul karena otot yang terlalu dipaksa bergerak akibat olahraga;
  • Posisi duduk yang tidak tepat. Duduk dengan kaki disilangkan terlalu lama dapat memperpendek otot betis, yang lalu menyebabkan kram;
  • Berdiri terlalu lama. Di saat berdiri terlalu lama pun, Mama mungkin mendapati kaki kram di malam hari;
  • Aktivitas saraf yang tidak normal. Menurut studi elektromiografi, kaki mengalami kram dikarenakan peningkatan jalannya impuls saraf secara tidak normal;
  • Terjadinya pemendekan tendon. Tendon, yang menghubungkan otot dan tulang, memendek secara alami seiring waktu. Hal ini dapat menyebabkan kram pada otot.

Kendati bukan sebuah pertanda gangguan medis serius, kaki kram saat malam hari juga mungkin dipicu oleh kondisi-kondisi berikut:

  • Kehamilan;
  • Masalah struktur tubuh, seperti kaki datar atau stenosis tulang belakang;
  • Gangguan neurologis, seperti penyakit neuron motorik atau neuropati perifer;
  • Gangguan neurodegeneratif, seperti penyakit Parkinson;
  • Gangguan muskuloskeletal, seperti osteoarthritis;
  • Kondisi hati, ginjal, dan tiroid;
  • Gangguan metabolisme, seperti diabetes;
  • Kondisi kardiovaskular, seperti penyakit jantung atau penyakit pembuluh darah perifer;
  • Obat-obatan, seperti statin dan diuretik;

3. Bagaimana cara mengobati kaki kram?

3. Bagaimana cara mengobati kaki kram
Pexels/Anete Lusina
Ilustrasi

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kaki kram saat malam hari sebenarnya bukan masalah yang serius dan tidak memerlukan perawatan medis. Nah, Mama bisa melakukan beberapa hal berikut untuk meredam ketika terjadi kram. Di antaranya:

  • Memijat kaki. Mengurut otot kaki secara lembut dan mengendurkan dan membuat otot rileks;
  • Melakukan peregangan. Jika kram terjadi di betis, cobalah luruskan kaki Mama. Lenturkan kaki beserta jemarinya sehingga terangkat dan menghadap ke arah Mama;
  • Berjalan di atas tumit. Cara ini ternyata mampu mengendurkan otot tegang karena mampu mengaktifkan otot-otot di depan betis;
  • Taruh handuk hangat di area kram. Air hangat dikenal ampuh meredakan ketegangan otot. Nah, taruhlah handuk hangat, botol air hangat, ataupun bantal pemanas di area kram. Mandi air hangat juga dapat membantu.
  • Minum air acar. Mungkin terdengar seperti lelucon, tapi nyatanya, Beberapa bukti menunjukkan bahwa minum sedikit jus acar dapat membantu meredakan kram otot.
  • Minum obat penghilang rasa. Apabila kaki Mama terasa sakit, meredakannya dapat dilakukan dengan meminum obat anti-inflamasi nonsteroid, seperti ibuprofen, naproxen, ataupun acetaminophen.

Jika Mama terlalu sering mengalami kram, segera temui dokter. Dengan ini, Mama bisa mendapat penanganan yang lebih tepat termasuk ketika kram yang dialami ternyata ada kaitannya dengan kondisi medis lain.

4. Tips untuk menghentikan kaki kram saat malam hari

4. Tips menghentikan kaki kram saat malam hari
Pexels/Jonathan Borba

Tentu Mama tidak ingin merasa tersiksa setiap malam akibat kejang otot yang dirasakan. Melansir laman Healthline, ada sejumlah kiat yang dapat membantu Mama menghindari kram kaki sewaktu tidur:

  • Banyak minum air putih. Menjaga asupan cairan tubuh dapat membantu otot berfungsi secara normal;
  • Meregangkan kaki. Meregangkan betis dan paha belakang sebelum tidur dapat mengurangi keparahan kaki kram saat malam hari;
  • Naik sepeda stasioner. Mengayuh di atas sepeda stasioner sebelum tidur dapat membuat otot-otot kaki lebih rileks;
  • Memperbaiki posisi tidur. Tidur dengan kaki mengarah ke bawah sebaiknya dihindari. Sebagai gantinya, Mama dapat mencoba tidur telentang dengan bantal di belakang lutut;
  • Memastikan kaki tetap tegak selama tidur. Pilihan sprei longgar dan tidak diselipkan ternyata bisa menjaga agar kaki tetap tegak;
  • Memilih alas kaki yang nyaman. Terutama bagi Mama yang punya kaki rata, pastikan alas kaki yang dipakai tidak memberikan efek buruk terhadap otot dan saraf kaki, ya.

Nah, itulah tadi sejumlah informasi mengenai penyebab dan cara mengatasi kaki kram saat malam hari. Baca terus artikel Popmama.com untuk menemukan informasi tentang kesehatan. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.