Covid-19 Belum Usai, Banyak Warga Cina Terinfeksi Penyakit Brucellosis

Penyakit baru di Cina yang sudah menginfeksi banyak warga, apa itu?

22 September 2020

Covid-19 Belum Usai, Banyak Warga Cina Terinfeksi Penyakit Brucellosis
Freepik/kjpargeter

Masih belum usainya pandemi Covid-19, ribuan warga Cina positif mengidap penyakit Brucellosis. Penyakit ini disebabkan karena kontak dengan hewan ternak yang membawa bakteri brucella.

Komisi keksehatan Lanzhou, ibu kota Provinsi Gansu memastikan ada 3.245 orang yang terjangkit penyakit brucellosis dan telah menguji 21.847 warga setempat.

Menurut keteragan pihak berwenang setempat pada Selasa (15/9/2020), wabah baru ini disebabkan adanya bakteri yang menyebar karena kebocoran perusahaan biofarmasi tahun lalu. Namun sampai saat ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Lantas, apa itu sebenarnya penyakit Brucellosis? Berikut Popmama.com telah merangkum dari berbagai sumber. Yuk, disimak!

1. Apa itu penyakit Brucellosis?

1. Apa itu penyakit Brucellosis
Pexels/freestocks.org

Dilansir dari MayoClinic, Brucellosis merupakan infeksi bakteri yang menyebar dari hewan ke manusia. Pada umumnya, orang akan terinfeksi penyakit ini dari produk olahan susu mentah atau yang tidak mengalami proses pasteurisasi.

Untuk informasi, bakteri penyebab Brucellosis menyebar melalui udara atau kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, penularan penyakit brucellosis dari manusia ke manusia sangat jarang terjadi.

Biasanya hewan seperti domba, sapi, kambing, babi dan anjing menjadi hewan yang paling sering terinfeksi bakteri penyebab Brucellosis.

Editors' Picks

2. Gejala yang ditimbulkan

2. Gejala ditimbulkan
Freepik/Feelartfeelant

Setelah terinfeksi bakteri Brucella, penderitanya akan mengalami beberapa gejala pada beberapa hari atau beberapa bulan kemudian. Mirip dengan flu, tanda dan gejalanya meliputi sebagai berikut:

  • Demam
  • Panas dingin
  • Kehilangan selera makan
  • Berkeringat
  • Merasa kelelahan
  • Nyeri sendi, otot, dan punggung
  • Sakit kepala

Gejala Brucellosis ini bisa hilang selama berminggu atau berbulan-bulan yang kemudian akan kembali atau kambuh lagi sewaktu-waktu. Pada beberapa penderita Brucellosis kornis, mereka biasanya mengalami gejala selama bertahun lamanya meski setelah menjalani pengobatan.

Untuk tanda dan gejala jangka panjang, ini meliputi kelelahan, demam berulang, radang sendi, radang jantung (endokarditis) dan spondilitis atau radang sendi yang memengaruhi tulang belakang dan persendian di sekitarnya.

3. Diduga wabah ini berasal dari kebocoran pabrik biofarmasi Zhongmu Lanzhou

3. Diduga wabah ini berasal dari kebocoran pabrik biofarmasi Zhongmu Lanzhou
Unsplash/Jonathan Borba

Penyakit yang juga dikenal sebagai demam Malta atau demam Mediterania ini menyebabkan penderitanya mengalami gejala yang mirip dengan flu dan masalah persendian. Namun menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, meski gejala ini mereda, akan ada beberapa gejala yang tidak pernah hilang seperti radang sendi atau pembengkakan pada organ tertentu.

Kebanyakan penderitanya terinfeksi karena mengonsumsi makanan yang terkontaminasi atau menghirup bakteri yang ada di Lanzhou. Sebab wabah ini berasal dari kebocoran pabrik biofarmasi Zhongmu Lanzhou yang terjadi antara Juli sampai Agustus tahun lalu.

Hal ini diketahui saat pabrik parmasi tersebut memproduksi vaksi Brucella untuk hewan, mereka menggunakan disinfektan dan pembersih kadaluarsa yang artinya tidak semua bakteri dibasmi dalam gas limbah.

Kemudian gas limbah yang terkontaminasi membentuk aerosol yang mengandung bakteri dan bocor ke udara. Bakteri ini kemudian terbawa angin ke Institut Penelitian Hewan Lanzhou, tempat wabah pertama kali melanda.

Itulah mengapa banyak warga setempat terinfeksi dari udara serta makanan yang telah terkontaminasi bakteri tersebut.

4. Penularan penyakit Brucellosis

4. Penularan penyakit Brucellosis
Pixabay/SusuMa

Bukan hanya pada hewan ternak, bakteri Brucella juga memengaruhi hewan liar seperti rusa, rusa besar, banteng, karibu, moose, dan unta. Meski penularannya terjadi pada berbagai hewan, berikut cara paling umum bakteri menyebar dari hewan ke manusia:

  • Menghirup udara yang terkontaminasi bakteri. Seperti yang diketahui, bakteri Brucella dapat dengan mudah tersebar di udara. Sehingga orang dapat dengan mudah terinfeksi lantaran menghirup udara yang telah terkontaminasi tersebut.
  • Mengonsumsi produk olahan susu mentah atau daging mentah. Bakteri Brucella pada susu hewan yang terinfeksi dapat menyebar ke manusia jika tidak dipasteurisasi. Seperti produk es krim, mentega, dan keju. Tak hanya itu, bakteri Brucella juga dapat ditularkan melalui daging mentah atau setengah matang dari hewan yang terinfeksi.
  • Menyentuh darah serta cairan tubuh hewan yang terinfeksi. Bakteri Brucella yang ada dalam darah, air mani, atau plasenta hewan yang terinfeksi dapat masuk ke aliran darah manusia melalui luka yang terbuka. Sementara, orang yang melakukan kontak normal dengan hewan, seperti menyentuh, menyikat, atau bermain dengan hewan peliharaan tidak akan menyebabkan infeksi. Meski demikian, dalam kasus tertentu jarang manusia terkena bakteri tersebut dari hewan peliharannya.

Hal penting yang perlu diperhatikan adalah, orang yang sistem imunnya lemah sebaiknya menghindari pemeliharaan anjing yang diketahui juga mengidap penyakit tersebut.

Meski tidak menyebar dari orang ke orang, namun pada beberapa kasus terdapat perempuan yang menularkan penyakit ini kepada anak mereka saat proses lahiran atau pun memberikan ASI.

Brucellosis juga jarang menyebar melalui kegiatan seksual, melalui darah yang terkontaminasi atau transfusi sumsum tulang. 

5. Pencegahan Brucellosis

5. Pencegahan Brucellosis
Freepik/Prostooleh

Bagi penderita penyakit ini, dokter nantinya akan melakukan pengobatan yang dimulai dengan tes mencari bakteri dalam sampel darah, sumsum tulang atau cairan tubuh lainnya. Selain melalui berbagai tes, dokter juga biasanya akan meresepkan antibiotik untuk tubuh.

Nah, sebagai pencegahan dari penyakit ini, Pusat Pengendalian dan Penanganan Penyakit Menular (CDC) dalam situs resminya menyebutkan beberapa tindakan yang dapat mencegah terjadinya infeksi bakteri Brucellosis pada manusia.

Menurut CDC, pastikan tidak mengonsumsi daging mentah, produk susu yang tidak dipasteurisasi seperti susu, keju, dan es krim. Jika kamu tidak yakin apakah produk tersebut telah dipasteurisasi atau belum, sebaiknya jangan mengonsumsinya.

Selanjutnya, bagi mereka yang menangani berbagai hewan, seperti pemburu dan penggembala hewan sebaiknya menggunakan sarung tangan karet, kacamata, dan celemek sebagai proteksi diri. Dengan begitu, kamu bisa memastikan bahwa bakteri dari hewan yang berpotensi terinfeksi tidak masuk ke mata, di dalam luka atau lecet pada kulitmu.

Itu dia serba serbi seputar Brucellosis yang sedang mewabah di Cina. Perlu diketahui bahwa, Brucellosis sangat umum di Cina sejak 1980-an. Namun sejak vaksin ditemukan, wabah itu dapat dikendalikan dengan baik.

Meskipun sudah ada vaksin, wabah Brucellosis masih dilaporkan di seluruh dunia dalam beberapa dekade terakhir. Jadi, pastikan untuk tetap selalu menjaga kebersihan serta mengikuti cara pencegahan yang telah disebutkan di atas ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.