Haru, Seorang Mama Donasikan 15 Liter ASI Setelah Putranya Meninggal

Sangat menyentuh dan inspiratif

27 November 2019

Haru, Seorang Mama Donasikan 15 Liter ASI Setelah Putra Meninggal
Facebook.com/Sierra Strangfeld

Mengetahui akan segera bertemu dengan calon buah hati adalah waktu yang mendebarkan. Meskipun penuh perjuangan dalam persalinan, itu semua akan terbayar ketika bertemu dengan si Kecil nanti.

Namun tidak dengan seorang Mama asal Amerika Serikat, Sierra Strangfeld, ia harus merelakan anak keduanya setelah mengetahui sang janin didiagnosa penyakit langka pada 25 minggu usia kehamilannya.

Meskipun demikian, hal ini tidak membuat Sierra harus sedih berkepanjangan. Ia justru dengan semangat memompa ASI nya yang akan diberikan untuk bayi lain diluar sana. 

Dilansir dari People.com, Sierra mengatakan bahwa, "Aku tidak bisa menyelamatkan hidup Samuel, tapi mungkin aku bisa menyelamatkan hidup bayi lain."

Penuh haru, berikut adalah kisah lengkapnya yang telah Popmama.com. Semoga kisah inspiratif ini bisa menjadi pelajaran ya, Ma.

Editors' Picks

1. Janin Sierra di diagnosi penyakit langka

1. Janin Sierra diagnosi penyakit langka
People.com

Pasangan asal Neillsville, Wis. Amerika Serikat, Sierra dan suami, Lee, sangat senang ketika mengetahui kehamilan kedua sang istri. Sebelumnya, keduanya telah memiliki seorang putri bernama Porter. 

Keduanya memang tengah mengharapkan seorang anak laki-laki, saat mengetahui Sierra hamil lagi tentu saja itu menjadi kabar yang menggembirkan bagi keluarga mereka.

Namun sayang, kabar gembira tersebut berubah menjadi musibah. Hal ini karena pada usia kehamilannya yang ke 20 minggu, janinnya didagnosis dengan Trisomy 18.

Trisomy 18 merupakan kondisi yang disebabkan oleh kromosom ekstra 18. Kelainan tersebut merupakan kelainan genetik langka yang terjadi pada sekitar 1 dari setiap 6.000 kelahiran hidup. Tidak ada pengobatan untuk kelainan ini dan biasanya berakhir bayi lahir meninggal atau kematian dini.

Mengetahui hal tersebut, meskipun kemungkinan bayinya hidup sangat sedikit, Sierra tetap meminta dokter melakukan persalinan caesar agar bisa melihat bayinya terlebih dahulu. Sungguh mengharukan.

2. Samuel hidup selama tiga jam setelah persalinan

2. Samuel hidup selama tiga jam setelah persalinan
Facebook.com/Sierra Strangfeld

Meskipun kedua pasangan itu tau bahwa kemungkinan hidup dari calon anaknya sangat sedikit, keduanya sepakat memberi nama anaknya Samuel.

Setelah melakukan persalinan caesar, Samuel berhasil hidup walaupun hanya tiga jam saja. Setidaknya Sierra dan suami bisa menggendong sang anak sebelum akhirnya rela mengikhlaskan kepergian Samuel.

Mengetahui hal tersebut, Sierra memutuskan untuk memompa ASI yang seharusnya untuk Samuel tetapi ia sumbangkan kepada bayi lain yang membutuhkan sebagai penghormatan terakhir untuk anaknya itu.

Itu adalah sesuatu yang bisa saya kendalikan, saya tidak bisa menyelamatkan hidup Samuel, tetapi dengan menyumbangkan ASI saya, mungkin saya bisa membantu menyelamatkan hidup bayi lain," kata Sierra.

3. Sierra mendonasikan 500 ounce ASI

3. Sierra mendonasikan 500 ounce ASI
Facebook.com/Sierra Strangfeld

Setelah mengetahui kelainan yang diderita janinnya, Siera memutuskan untuk memberikan ASI nya untuk membantu kehidupan bayi lain.

Dalam pernyataannya pada People.com, Sierra awalnya ingin memompa 1.000 ounce sebelum tanggal kelahiran Samuel, 13 November, tetapi ia menyadari ia tidak memproduksi cukup susu dan menguranginya hingga 500 ounce atau setara dengan 14.700 mili liter, hampir 15 liter ASI.

Sierra mengatakan bahwa pengalaman itu sulit, tetapi memuaskan, karena meskipun ASI yang ia keluarkan bukan untuk anaknya sendiri, tetapi setidaknya ia bisa berusaha menghidupkan bayi lain diluar sana.

"Saya bisa memberi makan bayi orang lain, tetapi tidak bisa memberi makan bayi saya sendiri. Samuel adalah alasan saya memberikan ASI, dan saya akan melakukannya untuk menghormatinya," ujar Sierra.

Pada hari kelahiran sekaligus kepergian Samuel, Sierra dan suami harus merelakannya dengan memberikan penghormatan terakhir melalui ASI yang disumbangkan kepada bank susu NICU.

Itulah kisah haru perjuangan seorang Mama yang harus merelakan kepergian anaknya dengan menyumbangkan ASI yang ia miliki pada bayi lain. Semoga kisah inspiratif Mama Sierra ini bisa menjadi pembelajaran bagi para Mama di luar sana. 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.