Terlalu Sering Memakan Mooncake, Warna Darah Berubah Jadi Putih Susu

Ketahui juga bahaya terlalu sering mengkonsumsi makanan lemak

12 September 2019

Terlalu Sering Memakan Mooncake, Warna Darah Berubah Jadi Putih Susu
Bastillepost.com & Pixabay/huyenxu94

Memasuki perayaan musim gugur, masyarakat Tionghoa rutin menggelar adanya Festival Pertengahan Musim Gugur. Mooncake atau kue bulan menjadi salah satu makanan tradisional yang harus ada dalam perayaan tahunan ini.

Memiliki bentuk yang unik dengan rasa yang lezat, kue ini selalu menjadi kegemaran banyak orang, baik anak-anak ataupun orang dewasa. Namun, perlu kamu ketahui bahwa mengkonsumsi kue bulan secara berlebihan juga bukan hal yang baik.

Pasalnya, pada kue bulan mengandung gula dan minyak dalam jumlah yang sangat tinggi. Bahkan, satu kue bulan pasta biji teratai panggang adalah 716 kkal dan sebagai perbandingan, lima stik drum ayam goreng hanya 600 kkal.

Seperti salah seorang laki-laki dewasa asal Cina, dirinya mengaku hampir setiap hari mengkonsumsi kue bulan.

Ketika melakukan tes darah, dokter menemukan adanya perubahan darah menjadi warna putih susu.

Seperti apa kronologi kejadian yang dialami laki-laki tersebut? Berikut Popmama.com telah merangkumnya untuk kamu.

1. Kronologis kejadian

1. Kronologis kejadian
Bastillepost.com

Dilansir dari Bastille Post, seorang laki-laki dewasa bermarga Wang, asal Hangzhou, Cina, mengaku memakan begitu banyak kue bulan yang membuat darahnya berubah menjadi warna putih susu.

Wang mengatakan bahwa di rumahnya terdapat banyak kue bulan dan takut kue itu menjadi sia-sia, hal ini membuat Wang memakan tiga sampai empat kue bulan hampir setiap hari selama empat bulan.

Diketahui juga bahwa Wang adalah seorang pasein dengan riwayat gagal ginjal yang memerlukan cuci darah. Saat ia pergi ke klinik untuk pemeriksaan, tim media menemukan bahwa aliran darah Wang sangat lambat dan darahnya berwarna berubah keruh serta bagian-bagiannya berwarna putih susu.

Editors' Picks

2. Kondisi terkini

2. Kondisi terkini
Freepik

Setelah mengetahui hal tersebut, dokter mengirim darah Wang untuk diperiksa lebih lanjut. Hasilnya menunjukan bahwa kadar trigliserida dalam darahnya adalah 16,6 mmol / L, yang sepuluh kali lebih tinggi dari orang normal yaitu kurang dari 1,7 mmol / L.

Trigliserida sendiri adalah jenis lemak yang dapat ditemukan dalam darah manusia. Setiap kalori yang tersisa dari makanan dan tidak digunakan akan segera disimpan dalam sel-sel lemak sampai dibutuhkan.

Memiliki tingkat trigliserida yang sangat berbahaya, dokter meminta Wang untuk mengikuti perawatan dan mengubah kebiasaan makannya menjadi lebih sehat.

Setelah mengikuti perawatan yang intensif sesuai anjuran dokter, kesehatan laki-laki bermarga Wang ini akhirnya bisa kembali menjadi normal.

3. Bahaya terlalu banyak mengkonsumsi makanan berlemak

3. Bahaya terlalu banyak mengkonsumsi makanan berlemak
Pexels/Trang Doan

Setelah mengetahui kejadian tersebut, penting kamu mengetahui bahwa kandungan gula dan lemak dalam kue bulan sangatlah tinggi. Selain itu, kue bulan kuning telur asin panggang rata-rata mengandung sekitar 14 gram minyak, yaitu sekitar tiga sendok teh.

Selain bisa membuat perubahan darah seperti yang terjadi pada Wang, makanan yang kaya lemak seperti kue bulan jika dikonsumsi terlalu sering juga bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Diantaranya adalah:

  • Kolesterol tinggi

Efek samping makanan berlemak yang paling terlihat adalah meingkatnya kadar kolesterol jahat dalam darah. Jika dibiarkan, akan terjadi penumpukan plak yang bisa menimbulkan penyakit kronis seperti jantung hingga stroke.

  • Obesitas

Mengkonsumsi makanan berlemak juga berimbas pada meningkatnya berat badan dan bisa berisiko terkena obesitas. Jika dibiarkan, obesitas juga bisa berlanjut menjadi penyakit kronis seperti kanker, diabetes, gangguan jantung, dan berbagai masalah kesehatan lainnya.

  • Nyeri sendi

Lemak berlebihan dalam tubuh ternyata juga bisa membuat aliran darah tidak lancar dan membuat persendian lebih mudah mengalami nyeri.

  • Menurunnya pencernaan

Mengalami permasalahan pada pencernaan juga bisa diakibatkan karena terlalu banyak mengkonsumsi makanan berlemak. Banyaknya lemak bisa membuat perut memiliki kadar asam yang berlebihan, tentunya hal ini berimbas pada menurunnya fungsi saluran pencernaan.

  • Mudah lupa dan mempengaruhi suasana hati

Tidak hanya itu saja, terlalu sering mengkonsumsi makanan berlemak juga akan berpengaruh pada fungsi kognitif dan fungsi otak secara keseluruhan. Senyawa kimia dalam otak menjadi tidak seimbang dan membuat penderitanya mudah lupa dan juga memiliki mood yang naik turun.

Itulah bahaya jika kamu terlalu sering mengkonsumsi makanan berlemak. Yuk, ubah kebiasaan makan menjadi lebih sehat. Pastikan konsumsi makanan apapun dalam jumlah sedang saja ya.

Semoga bermanfaat!

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;