Pentingnya Mengenal Efek Samping Obat yang Digunakan

Jika terus membiarkan efek samping setelah meminum obat, akibatnya bisa fatal lho

18 September 2020

Penting Mengenal Efek Samping Obat Digunakan
Unsplash/Laurynas Maureckas

Tahukah Mama kalau setiap tanggal 17 September 2020, kita memperingati Patient Safety Day 2020. Dilansir dalam who.int, Organisasi Kesehatan Dunia, mitra internasional, dan semua negara akan merayakan Hari Keselamatan Pasien Sedunia pada tanggal tersebut. Hari Keselamatan Pasien Sedunia ditetapkan oleh Majelis Kesehatan Dunia ke-72, pada Mei 2019, dengan adopsi resolusi WHA72.6 tentang 'Tindakan global terhadap keselamatan pasien', dan pengesahan untuk Hari yang akan ditandai setiap tahun pada 17 September.

Untuk memperingati Patient Safety Day 2020, Bayer dan YKI pada Rabu, 17 September 2020 mengadakan jumpa pers secara virtual. Bayer dan YKI bersama-sama mendukung dan melakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan pentingnya pelaporan efek samping obat.

Masyarakat dihimbau untuk berpartisipasi aktif dalam melaporkan Kejadian Yang Tidak Diinginkan (KTD) dan/atau Efek Samping Obat yang digunakan, baik yang terjadi pada dirinya, keluarga maupun teman atau koleganya.

Pelaporan ini penting dilakukan demi keselamatan dan keamanan pasien baik di saat ini maupun di masa depan.

Simak yuk informasi secara eksklusif yang sudah Popmama.com rangkum, mengenai Patient Safety Day 2020 "Mari Pahami, Kelola Baik dan Laporkan Efek Samping Obat yang Digunakan."

1. Efek samping obat

1. Efek samping obat
Unsplash/Pina Messina

Semua respon yang berbahaya dan tidak diinginkan terhadap produk obat, dengan dosis berapa pun harus dipertimbangkan sebagai efek samping obat. Hubungan sebab akibat antara produk obat dan kejadian tidak diinginkan (KTD) setidak-tidaknya adalah salah satu kemungkinan penyebab yang masuk akal

Seseorang yang mengonsumsi obat dengan dosis tepat dan penggunaan benar, namun merasakan efek yang tidak diinginkan seperti jantung berdebar kencang, keram perut, mengantuk, maka orang tersebut dikatakan mengalami efek samping obat.

Mulai dari obat yang akrab digunakan sehari-hari hingga obat yang dikhususkan untuk penyakit keras, pasti memiliki efek samping. Semua orang pun memiliki potensi untuk mengalami efek samping.

Editors' Picks

2. Faktor munculnya efek samping obat

2. Faktor muncul efek samping obat
freepik/serg60

Setiap obat punya dua sisi, yakni khasiat dan efek samping, yang dampaknya dapat bervariasi tergantung individu.

Ada empat hal yang bisa terjadi kepada pasien dengan penyakit dan obat yang sama. Pertama, tidak mendapatkan khasiat namun mengalami efek samping. Lalu mendapatkan khasiat tanpa efek samping, tidak mendapat khasiat maupun efek samping, juga mendapatkan khasiat obat namun tetap merasakan efek samping.

Berbagai faktor mempengaruhi hal ini, termasuk faktor genetik yang sifatnya individual. Efek samping juga dapat terjadi ketika ada interaksi pemakaian obat yang berbeda.

3. Pentingnya melaporkan efek samping obat

3. Penting melaporkan efek samping obat
Freepik/mego-studio

Melaporkan efek samping obat juga penting untuk diperhatikan oleh pasien kanker, ujar Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dr. Aru Wicaksono Sudoyo.

Aru menuturkan, pasien kanker harus segera melapor kepada dokter bila mengalami efek samping setelah menggunakan obat tertentu. Dengan demikian, dokter dapat memberi saran seperti memberi perawatan medis tertentu atau mengubah obat jika harus menjalani perawatan lain.

Selama mengonsumsi obat, pasien sebaiknya memahami dan bisa mengelola efek samping yang umum terjadi, seperti pusing, mual, kelelahan hingga bibir pecah-pecah. Pasien pun dapat melakukan perubahan gaya hidup serta pola makan untuk menekan efek samping pengobatan bila memungkinkan.

”Efek samping dapat terjadi selama masa pengobatan. Mulai dari yang ringan sampai berat. Sebaiknya pasien dan keluarga dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan informasi terkait efek samping yang bisa atau mungkin terjadi selama pengobatan,” ujar dr. Eko Adhi Pangarsa, Ketua YKI Cabang Jawa Tengah.

Pasien dan dokter harus menjalin komunikasi yang baik sehingga efek samping obat yang mungkin terjadi bisa ditangani tepat dan cepat. Dokter akan menghentikan pemberian obat bila memang membahayakan pasien.

“Ada juga yang butuh dihentikan sementara, atau turunkan dosisnya dulu, lalu dinaikkan perlahan,” jelas Aru.

4. Bagaimana mencegah munculnya efek samping obat?

4. Bagaimana mencegah muncul efek samping obat
Freepik/nensuria

Mama, ternyata munculnya efek samping obat bisa dicegah lho. Ada beberapa hal yang bisa Mama lakukan ketika ingin mengkonsumsi suatu obat. 

  1. Baca dosis dan aturan pakai penggunaan obat sesuai dengan yang tertera di leafleat atau yang diresepkan dokter.
  2. Pergunakan obat sesuai indikasi yang jelas dan tepat sesuai yang tertera di leafleat atau yang diresep dokter
  3. Berikan perhatian khusus terhadap penggunaan dan dosis obat pada bayi, pasien usia lanjut dan pasien dengan penyakit hati atau ginjal.
  4. Perhatikan dan catat riwayat alergi akibat penggunaan obat
  5. Beritahukan ke dokter apabila anda sedang hamil, menyusui, alergi obat tertentu, memiliki penyakit diabetes, penyakit ginjal atau liver, sedang meminum obat lain atau suplemen herbal
  6. Hindari penggunaan berbagai jenis obat dan kombinasi sekaligus
  7. Mintalah dokter mengevaluasi penggunaan obat dalam jangka panjang

5. Aplikasi SafeTrack juga diluncurkan agar kita bisa melaporkan Kejadian Tidak Diinginkan (KTD)

5. Aplikasi SafeTrack juga diluncurkan agar kita bisa melaporkan Kejadian Tidak Diinginkan (KTD)
Pixabay/kaboompics
Aplikasi untuk masa menstruasi sangat membantu, lho!

SafeTract adalah platform pelaporan secara online terkait Kejadian Tidak Diinginkan (KTD) bagi publik di seluruh dunia termasuk Indonesia terkait obat – obatan Bayer. Melalui SafeTrack, masyarakat, termasuk Pasien dan Dokter, akan dengan mudah, cepat dan nyaman dapat melaporkan setiap KTD baik yang terjadi pada dirinya, keluarga maupun temannya terkait obat-obatan Bayer.

dr. Dewi Muliatin Santoso, Head of Medical Dept. Divisi Pharmaceuticals Bayer Indonesia menjelaskan kehadiran SafeTrack merupakan salah satu bukti komitmen Bayer yang memperioritaskan keselamatan dan keamanan pasien pengguna produk Bayer.

Menurutnya, platform ini dirancang khusus agar dapat dipergunakan secara sederhana oleh pasien atau keluarganya.

Itu lah dia Mama mengenai pentingnya melaporkan efek samping obat yang Mama rasakan atau orang-orang terdekat Mama rasakan. Jangan dianggap remeh ya, Ma! 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.