Tenaga Medis di Tulungagung Meninggal Setelah 2 Kali Terpapar Covid-19

Kasus penjangkitan ulang ini terjadi karena sistem imun tubuh yang lemah

20 Oktober 2020

Tenaga Medis Tulungagung Meninggal Setelah 2 Kali Terpapar Covid-19
Pixabay/Ramdlon

Mama, seperti yang kita ketahui semakin hari kasus Covid-19 meninggal dunia makin melonjak.

Hal ini juga terjadi di Tulungagung, seorang pasien isolasi di RSUD dr Iskak Tulungagung, Jawa Timur, meninggal dunia setelah dua kali dinyatakan positif Covid-19 dalam rentang waktu Juli hingga Oktober 2020.

Juru bicara gugus tugas penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tulungagung Galih Nusantoro mengatakan, pasien yang meninggal dunia merupakan tenaga paramedis di salah satu rumah sakit di Tulungagung berinisial TRS yang berusia 52 tahun.

TRS meninggal dunia setelah menjalani perawatan secara intensif di salah satu rumah sakit. 

Menurut Galih, kondisi TRS terus memburuk karena pernyakit bawaan yang dideritanya karena dinyatakan positif Covid-19 untuk kedua kalinya.

Fungsi paru yang tak maksimal membuat TRS tak mampu bertahan. Bagaimana bisa terjadi orang-orang yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 bisa terjangkit kembali?

Untuk menemukan jawabannya, simak penjelasan dari Popmama.com yuk, Ma! 

1. TRS meninggal setelah hampir 20 hari menjalani perawatan intensif

1. TRS meninggal setelah hampir 20 hari menjalani perawatan intensif
Freepik/Teksomolika

Setelah hampir 20 hari menjalani perawatan intensif di ruang isolasi di RSUD dr Iskak Tulungagung, Jawa Timur.

Kondisinya yang memburuk dengan komorbid yang diidapnya sebelum positif Covid-19 untuk kedua kalinya pada akhir September, membuat TRS tak mampu bertahan dengan fungsi paru yang sudah tidak bisa lagi maksimal.

"TRS ini merupakan kasus terkonfirmasi Covid-19 yang telah kami rilis (diberitahukan ke media) pada 22 Juli 2020," kata Juru bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Tulungagung, Galih Nusantoro

Editors' Picks

2. TRS sempat dinyatakan sembuh dari Covid-19

2. TRS sempat dinyatakan sembuh dari Covid-19
Freepik

Pada kali pertama terpapar Covid-19, TRS sempat dinyatakan sembuh setelah tiga hari menjalani perawatan di ruang isolasi, persisnya pada 25 Juli lalu.

Dia pun kembali beraktivitas seperti sedia kala, hingga akhirnya TRS mengalami gejala pneumonia pada 28 September 2020.

Terhadap TRS dan sejumlah paramedis yang mengalami keluhan serupa kembali dilakukan pemeriksaan lagi. Hasilnya, paramedis asal Karangrejo, Tulungagung itu dipastikan positif kembali pada 30 September 2020.

"TRS dirawat di RSUD dr Iskak, namun kondisinya yang terus menurun dan dinyatakan meninggal akibat Covid-19 pada Jum’at (16 Oktober 2020)," kata Galih.

3. Kasus kematian TRS menambah jumlah kasus kematian akibat Covid-19 di Tulungagung

3. Kasus kematian TRS menambah jumlah kasus kematian akibat Covid-19 Tulungagung
Pexels/Pixabay

Jenazah TRS diberlakukan proses pemulasaraan jenazah sesuai protokol kesehatan pecegahan Covid-19. Kasus kematian TRS menambah jumlah kasus kematian akibat Covid-19 di Tulungagung, dari sebelumnya berjumlah tiga orang menjadi empat orang.

Dengan jumlah kasus terkonfirmasi per 17 Oktober 2020 sebanyak 443 orang, dengan 404 penderita di antaranya berhasil sembuh, maka rasio fatality rate (FR) Covid-19 di Tulungagung masih di kisaran 0,9 persen atau di bawah satu persen.

"Fatality rate kita (Tulungagung) masih sangat rendah, terutama jika dibandingkan kematian akibat Covid-19 di tingkat nasional mencapai 3,7 persen, sedang untuk tingkat Provinsi Jatim mencapai 4,09 persen," kata Galih.

Galih mengimbau kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti tetap memakai masker saat di luar rumah, jaga jarak, sering mencuci tangan dan menjauhi kerumunan. "Tetap patuhi protokol kesehatan, sebagai kunci pencegahan Covid-19," kata dia.

4. Menerapkan protokol kesehatan

4. Menerapkan protokol kesehatan
Pixabay/Thor_Deichmann

Kasus ini cukup mengejutkan pada ilmuwan di dunia. Sebab mereka yang sudah sembuh biasanya tidak akan terjangkit kembali. Namun ternyata, masih ada kemungkinan untuk hal itu, walaupun persentasenya kecil. 

Dilansir dari LiveScience, kasus penjangkitan ulang ini hanya akan terjadi dengan dua kondisi. Pertama, sistem imun kita memang lebih lemah dibandingkan dengan orang lainnya. Kedua, jumlah virus yang ada di dalam tubuh terlampau banyak sehingga tidak bisa hilang sepenuhnya

Itulah kenapa, walaupun sudah dinyatakan sembuh dan negatif virus corona, pasien harus tetap waspada dan melakukan tindakan pencegahan kembali. Contohnya seperti berikut ini:

  1. Jaga kebersihan diri dengan sering cuci tangan.
  2. Jangan berhenti minum obat dan sesuaikan dengan anjuran dokter.
  3. Perkuat sistem imun dengan makan makanan sehat dan suplemen.
  4. Jangan menggunakan peralatan (terutama alat makan) yang sama dengan orang-orang sekitar.
  5. Terus pakai masker jika gejala seperti bersin dan batuk masih terjadi.
  6. Sementara jangan dekat-dekat dengan orang lain, berkeliaran, dan berada di keramaian selama 10 hingga 14 hari.

Mama harus tetap waspada, tidak boleh lengah dengan kondisi yang seperti sekarang ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.