TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Millennial Mama of the Month Edisi September 2022: Wandha Dwiutari

Pernah burnout karena kelelahan kerja dan mengasuh anak, Wandha bersyukur bisa komunikasikan semuanya dengan sang Suami

8 September 2022

Millennial Mama of the Month Edisi September 2022 Wandha Dwiutari
Popmama.com/Michael Andrew
Sesi photoshoot dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan

Banyak orang memiliki life goals setelah dewasa hidupnya nyaman dan sejahtera. Maka, bekerja, berpenghasilan yang cukup, dan memiliki pasangan yang berujung pada pernikahan adalah harapan banyak orang. Lalu setelah menikah, kebanyakan orang memutuskan untuk segera memiliki keturunan. 

Namun ternyata setelah memiliki anak, barulah mengetahui bahwa tidak mudah menjalani peran sebagai orangtua. Sementara peran orangtua sangatlah penting bagi tumbuh kembang anak. 

Untuk itu Popmama.com telah memilih Wandha Dwiutari sebagai Millennial Mama of the Month edisi September 2022.

Wandha adalah seorang supermama yang bekerja sebegai News Anchor di salah satu TV nasional yang sudah menjadi Mama dari dua orang anak.

Di usia pernikahan menuju tahun ke-6, Wandha telah dikaruniai anak laki-laki bernama Dilan Adnariz Wurjanto (5) dan Adelea Rizhan Wurjanto (18 bulan). Meski Wandha dan suami sama-sama bekerja, keduanya selalu belajar untuk menjadi orangtua yang baik bagi anak-anaknya.

Dengan begitu, anak-anak akan merasa dicintai dan tumbuh kembangnya bisa berjalan dengan maksimal.

Banyak inspirasi yang bisa diambil dari supermama yang satu ini.

Berikut Popmama.com telah merangkum exclusive interview  bersama Wandha Dwiutari. Simak yuk, Ma! 

1. Menjadi news anchor, dikenal dengan persona yang menyenangkan dan menghibur

1. Menjadi news anchor, dikenal persona menyenangkan menghibur
Popmama.com/Michael Andrew
Sesi photoshoot dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan

Wandha memiliki 2 program di salah satu TV nasional yang sudah ia jalani selama 7 tahun terakhir. Semula orang mengira Wandha adalah orang yang serius karena profesinya sebagai pembaca berita. 

Namun, belakangan ia juga sering muncul di media sosial. Dirinya semakin dikenal karena personanya yang menyenangkan dan menghibur. Ada saja tingkah lucu yang ia bagikan melalui akun TikTok miliknya.

Lalu bagaimana awal mula perjalanan karier Wandha menjadi news anchor hingga saat ini?

"Perjalanan karier aku banyak banget suka dukanya. Awalnya dulu kakak aku suka nonton serial Jepang Niko-Niko yang menceritakan perjalanan tentang news anchor. Di situ diceritakan bagaimana caranya dia menjadi jurnalis yang hebat. Sebagai adik, waktu itu aku ikutan nonton dan kayanya keren kalau kita menjadi seperti itu. Setiap hari muncul di TV, didandanin, tampil cantik, dan pintar."  

Sama seperti kebanyakan remaja, saat SMA Wandha juga pernah memiliki cita-cita yang lain, hingga akhirnya merasa mantap bahwa news anchor adalah yang paling tepat untuk dirinya.

"Dulu masih labil sempat punya cita-cita mau jadi arsitek, dokter hewan, sampai akhirnya satu waktu aku memutuskan pas kuliah ambil jurusan Ilmu Komunikasi. Nggak mau masuk broadcast, karena kakak aku jurusannya itu. Akhrinya aku ambil Marketing Communication," tutur Wandha. 

Wandha mengakui jika dulu kemampuan presentingnya nol, tapi karena dulunya suka menyanyi jadi ada basic membentuk suara. 

"Nah, kalau sebelum tampil nyanyi kan ada sapa-sapa penonton dulu, jadi aku belajar presenting di situ."

Ketika di akhir kuliah, ia ditawari menjadi news anchor oleh temannya yang bekerja di TV nasional tersebut. Spontan ia menerima ajakan tersebut.

"Dalam hati, 'Wah ini cita-cita dari kecil nih.' Namanya kesempatan, yaudah aku ambil, bismillah. Aku ikut casting dan di situ disuruh bawakan berita kriminal dan muka aku smiling face banget. Beritanya saat itu menceritakan seorang mucikari dan aku bawakan sambil tersenyum," ungkap Whanda sambil mengenang kejadian tersebut. 

Mungkin memang sudah jalannya di situ, hasilnya pun Wandha lolos. Akhirnya belajar setelah terjun langsung ke dunia kerja dan benar-benar menjadi news anchor. "Jadi belajar bikin naskah seperti apa, presenting seperti apa langsung setelah itu."

Sebelumnya Wandha juga pernah memenangkan ajang Abang dan None Jakarta Utara di tahun 2012. Prestasi ini juga memuluskan awal kariernya.

"Kalau untuk Abnon waktu itu aku melihatnya seperti batu loncatan ya. Abnon ini kan banyak orang-orang hebat, di sana ada dokter atau banyak profesi lainnya. Ketika aku melamar di TV nasional, ini jadi poin plus, otomatis dinilai basic public speaking sudah aku miliki," pungkas istri dari Haidhar Wurjanto, pemilik Es Teh Indonesia.

Sadar pekerjaannya tidak mudah, Wandha harus fokus dan terus memperbaiki kemampuannya.

"Jadi news anchor kadang ada batu sandungannya, apalagi on air. Itu yang nggak bisa diulang. Kesalahan-kesalahan itu yang bikin aku belajar dan aku perbaiki ke depannya, supaya aku punya kemampuan public speaking yang lebih baik lagi." 

2. Tantangan seorang Mama dalam menjalani karier

2. Tantangan seorang Mama dalam menjalani karier
Popmama.com/Michael Andrew
Sesi photoshoot dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan

Perempuan kelahiran Bogor ini juga memiliki keluarga yang harmonis, bahkan di Hari Kartini tahun ini, ia mendapat kejutan dari sang suami secara khusus. 

Sekilas semua terlihat sempurna, namun di balik itu semua Wandha juga menemui tantangan antara menyeimbangkan kehidupan keluarga dan kariernya. 

Pada 21 Januari 2017, Wandha resmi menikah dengan sang suami. Ia pun langsung dikaruniai seorang putra. Lalu bagaimana Wandha bisa cepat beradaptasi?

"Aku menikah setelah 7 tahun pacaran, nggak terlalu terasa perbedaannya. Paling bedanya jadi ada teman tidur, tiap hari tutup mata dan melek mata ada dia lagi, kalau waktu pacaran kan nggak begitu."

Lalu bagaimana penyesuaian kehidupan Wandha setelah menikah dan langsung punya anak? 

Wandha mengakui, "Yang bikin terasa beda banget adalah setelah punya bayi. Aku mengalami baby blues syndrome. Baby blues itu kan bukan hanya kita sebel sama anaknya aja, bisa juga ke suami."

"Ada juga tahap-tahap sebel sama lingkungan sekitar, atau sama diri sendiri. Nah, aku sempat mengalami itu semua," sambungnya.

3. Apa yang memicu Wandha alami Baby blues Syndrome pasca melahirkan anak pertama?

3. Apa memicu Wandha alami Baby blues Syndrome pasca melahirkan anak pertama
Popmama.com/Michael Andrew
Sesi photoshoot dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan

Kondisi tidak selalu didampingi ternyata memicu Wandha merasa kesepian dan tidak mendapatkan dukungan dari orang tersayang.

"Aku bukan sebel sama anaknya tapi ke suami. Dalam hati bertanya, ini suami aku kok nggak berperan 100 persen kaya aku ya? Minimal pas tengah malam aku bangun dia juga bangun, bantuin, ikut begadang. Di situ aku merasa kok yang lain nggak mendukung aku untuk jadi ibu yang baik."

Kemarahan ini tentu juga dialami oleh banyak perempuan yang baru menjadi seorang mama.

Di situ biasanya kita mulai menyadari bahwa peran sebagai orangtua bukanlah hal mudah. Lalu bagaimana Wandha mengatasi fase baby blues ini?
 
"Akhirnya aku tumpahin semuanya ke suami. Aku sampaikan apa yang aku rasa saat itu. 'Ayo dong, tolong dong, aku pengin kamu lebih bantu aku,' alhamdulillah  aku mengalami itu nggak terlalu lama," berbagai hal Wandha ungkapkan kepada suami agar semua bisa segera membaik.

Tidak ragu ungkapkan perasaan ke suami, karena Wandha yakin dalam rumah tangga itu perlu ada kerja sama dan saling mendukung satu sama lain. 

"Kalau kita menemukan sesuatu yang nggak enak, ujungnya bakal gontok-gontokan tapi setidaknya sudah tersampaikan. Apa yang kita rasakan sudah tersampaikan, jadi bisa dapat solusinya."

Bagaimana cara Wandha komunikasi dengan suami agar semakin pengertian dan bisa menjadi support system yang baik?

"Suami aku itu modelnya kalau kita nggak bilang berarti dia anggapnya kita baik-baik saja. Sementara aku tipenya beda ya, aku lebih senang kalau ditanya. Misal ditanya kamu maunya apa, keadaan kamu gimana?"

Sementara balik lagi, suami Wandha menganggap kalau sang Istri tidak ada komplen berarti dalam kondisi yang baik-baik saja. 

"Gimana  caranya aku meluapkan saat sedang merasa capek, ya aku nangis. Benar-benar nangis dan aku cerita. Pasti beda banget rasanya dari gadis, tiba-tiba ada anak yang ngikutin kita 24 jam, di situ akhirnya suami aku menawarkan solusi."

"Dari obrolan aku dan suami, dia sebut beberapa pilihan ternyata dari solusi yang dia kasih nggak ada yang aku mau. Tapi akhirnya aku ngomong lagi ke suami, dari pilihan itu, tetap nggak ada yang aku mau. 'Aku cuma pengin support dari kamu, aku mau kita sama-sama belajar.' Jadi yang paling penting dari situ adalah komunikasinya seperti apa," ungkapnya.

Terkadang memang menjadi tugas yang sulit ketika membuat suami memahami akan beratnya tugas menjadi seorang ibu baru. Tapi Papa perlu mengerti bahwa mendampingi istri bisa menjadi bentuk dukungan yang baik, karena menjadi orangtua tidak mudah dan sama-sama harus selalu belajar. 

Dari komunikasi yang Wandha dan suami lakukan, jika belum benar-benar ditemukan solusi maka keduanya kembali berunding sampai menemukan jalan keluar.

Editors' Picks

4. Pernah burnout dan inilah cara Wandha mengatasinya

4. Pernah burnout inilah cara Wandha mengatasinya
Popmama.com/Michael Andrew
Sesi photoshoot dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan

Bagi Wandha mengurus anak kedua terasa lebih mudah, "Alhamdulillah, anak kedua itu nggak sesulit anak pertama. Sudah ada pengalaman sebelumnya, jadi paling beratnya adalah harus bisa berbagi waktu antara anak pertama dan kedua." 

Wandha pun mengakui, "Jujur sampai sekarang aku masih suka bertanya-tanya, ini kalau aku lagi sama Adel, nanti Dilan sedih nggak ya atau sebaliknya?"

Sebagai seorang mama yang bekerja pun Wandha pernah mengalami burnout.

"Aku pernah mengalami burnout. Aku sudah capek sama rutinitas kantor, capek sama urusan di rumah, terus aku tanya ke suami boleh nggak kalau nginap di hotel sendiri. Tapi suami aku nanya, 'mau ngapain?' dan aku jelasin kalau aku lagi pengin sendiri aja karena capek sama semua rutinitasku."

Tapi ternyata Wandha mengurungkan niatnya setelah suaminya bertanya, "Memang tega ninggalin anak-anak?" 

Ia jadi berpikir ulang akhirnya. 

"Tapi aku percaya keluarga yang bahagia tercipta dari ibu yang bahagia. Aku harus happy, kalau kalut begini pasti juga terasa ke anak-anak. Maka aku butuh waktu untuk menenangkan diri."

Aku coba komunikasikan ke suami, "Akhirnya suami aku kasih solusi, dan aku paham ternyata ada cara lain untuk bikin aku happy dibandingkan aku staycation di hotel sendiri, ujung-ujungnya aku juga kepikiran anak-anak, sudah makan atau belum, lagi apa ya?"

Wandha selalu menjaga komitmen, ia memiliki prinsip setelah menikah dengan sang suami.

"Ketika suami nggak mengizinkan, maka aku nggak akan lakuin itu. Aku benar-benar mengikuti ridho suami. Kalau suami bilang nggak, yaudah jangan maksa."

5. Cara agar selalu dekat dengan anak-anak?

5. Cara agar selalu dekat anak-anak
Popmama.com/Michael Andrew
Sesi photoshoot dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan

Meski banyak kegiatan, Wandha memiliki cara agar bisa selalu dekat dengan anak-anaknya.

"Secapek-capeknya aku kalau sudah pulang kerja, di rumah yang mengurus anak-anak itu aku. Mulai dari main, makan, mandi, semuanya sama aku. Itu bentuk bonding aku sama anak."

"Memang kalau sudah capek pulang kerja itu maunya rebahan sambil scroll  media sosial, tapi balik lagi jadi Mama yang bekerja itu kan keputusan aku jadi secapek-capeknya, aku tetap mengurus anak," ungkapnya

Selain itu, Wandha juga rutin menemani anak-anak sebelum tidur. Baginya ini adalah waktu berharga yang bisa membuat anak lebih mengenal dirinya. 

6. Menyusui hingga 2 tahun

6. Menyusui hingga 2 tahun
Popmama.com/Michael Andrew
Sesi photoshoot dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan

Semenjak hamil sampai punya anak kedua, Wandha adalah mama yang keras kepala untuk mengASIhi sampai 2 tahun. Sebenarnya itu keputusan masing-masing Mama, tapi baginya ini adalah hal penting. 

"Waktu itu aku menyusui Dilan, anak pertama aku selama 2 tahun. Aku memilih untuk memberikan ASI karena aku yakin kandungannya lebih bagus, selain itu juga untuk menjaga bonding antara aku dan anak." 

Itu cara Wandha untuk berkomunikasi yang lebih dalam dan bisa punya hubungan yang lebih erat lagi dengan anak-anaknya.

7. Cara mengajarkan anak pertama untuk menyayangi adiknya 

7. Cara mengajarkan anak pertama menyayangi adiknya 
Popmama.com/Michael Andrew
Sesi photoshoot dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan

Sekarang anak pertama Wandha sudah semakin besar, bagaimana cara Wandha mengajarkan Dilan agar sayang dengan adiknya?

"Aku sudah mengenalkan adiknya sejak masa kehamilan."

Ketika sang adik lahir, Dilan sudah merasa siap menjadi seorang kakak. Ia bisa menerima anggota keluarga baru yang hadir di rumah. 

"Akhirnya pas adiknya lahir udah disayang sama kakaknya dan dia sudah bisa ngalah dengan sendirinya," tutur sang Mama.

8. Tips untuk Mama yang bekerja dan mengurus anak-anak di rumah

8. Tips Mama bekerja mengurus anak-anak rumah
Popmama.com/Michael Andrew
Sesi photoshoot dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan

"Sebenarnya mau jadi ibu rumah tangga atau mau jadi ibu pekerja, keduanya sangat berat dan mulia. Percayalah itu bisa dijalankan dengan baik asalkan ada support system yang baik juga."

"Yang pertama dan paling penting adalah ridho dan support system dari suami. Kedua kita sebagai mama yang bekerja jangan terlalu insecure soal anak." 

Baginya kalau seorang mama terlalu kepikiran juga nggak baik karena apa yang kita rasa, anak juga akan ikut merasakannya. 

Wandha yakin ketika mamanya happy, anak juga pasti ikutan happy. Kalau mamanya sedih, anak juga pasti jadi ikut sedih."

"Ketiga, terutama untuk Mama yang bekerja, yang paling penting adalah menjaga komunikasi ke suami dan anak."

Komunikasi dengan anak bisa dengan cara rutin menjelaskan kegiatan mamanya pada anak. 

"Besok mau ngapain aja, semua aku ceritakan. Waktu menjelang tidur adalah waktu terbaik untuk mengajarkan sesuatu ke anak. Misal mengajarkan doa-doa harian, mengajarkan hal-hal positif, atau rencana kegiatan besok, itu semuanya bentuk komunikasi aku ke anak aku," kata Wandha.

Dengan menceritakan kegiatan yang akan dilakukan, akhirnya anak pun jadi bisa merasa lebih dekat dengan mamanya meski keesokan harinya sang Mama kembali berangkat bekerja.

Millennial Mama of the Month Edisi September 2022: Wandha Dwiutari

Editor in Chief - Sandra Ratnasari 
Senior Editor - Novy Agrina 
Editor - Onic Metheany 
Reporter - Putri Syifa Nurfadilah & Sania Chandra Nurfitriana 
Social Media - Irma Ediarti 
Design - Aristika Medinasari 
Photographer - Michael Andrew P.
Videographer - Iqbal Pratama, Krisnaji Iswandi
Stylist - Onic Metheany, Putri Syifa Nurfadilah,
Makeup Artist & Hair Do - Kay Mori
Wandha’s outfit - Uniqlo x MARNI Collection
Dilan’s outfit - KYDS
Adel’s outfit - Mothercare
Location - IDN Picture

Baca juga:

#MillennialMama of the Month

Wandha Dwiutari
Millennial Mama

Wandha Dwiutari

Family is not a choice. It’s a priority

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk