Akibat Wabah Corona, 9 Persiapan Jika Pemerintah Putuskan Lockdown

Siapkan sebaik-baiknya yuk!

30 Maret 2020

Akibat Wabah Corona, 9 Persiapan Jika Pemerintah Putuskan Lockdown
medicalnewstoday.com

Apa kabar dengan daerah tempat tinggal kamu, Ma? Apakah pemerintah setempat sudah memberlakukan sistem lockdown demi mencegah penyebaran virus corona?

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), lockdown merupakan protokol darurat untuk mencegah orang pergi dan masuk ke sebuah wilayah. Kondisi ini biasanya dilakukan di mana sedang terjadi wabah penyakit yang memprihatinkan.

Di Indonesia sendiri, hal ini masih menjadi perdebatan, baik di kalangan pejabat pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat sendiri.

Sebagian kelompok mendesak pemerintah untuk segera memberlakukannya. Namun sebagian lagi tidak setuju dengan langkah ini. 

Namun sebenarnya apa saja, sih, yang terjadi saat lockdown? 

  • Transportasi publik berhenti beroperasi
  • Semua tempat publik ditutup sementara
  • Dilarang keluar rumah tanpa alasan yang jelas
  • Ada petugas berpatroli di banyak tempat

Lockdown juga akan sangat berdampak pada dunia pekerjaan.

Dilansir dari The Guardian, akan banyak orang yang kehilangan pekerjaan saat kebijakan ini berlaku, khususnya untuk para pekerja yang dibayar harian.

Selain itu, banyaknya usaha yang mandek akan membuat para pengusaha mengurangi karyawannya. 

Masyarakat pun pasti akan tertekan. 

Berikut ini Popmama.com akan membagikan hal apa saja yang perlu kamu persiapkan jika daerah kamu terpaksa terapkan lockdown.

1. Persiapkan cukup masker di rumah

1. Persiapkan cukup masker rumah
Freepik

Bagaimana pun masker sangat penting. Saat persediaan kebutuhan makanan menipis pasti kamu terpaksa keluar. 

Meski banyak hal yang bisa dibeli secara online, tapi terkadang di kondisi tertentu ada hal yang mendesak kamu untuk pergi keluar rumah.

Pastikan persediaan masker cukup selama masa lockdown berlangsung. Masker juga perlu dipakai jika ada anggota keluarga yang kurang sehat seperti flu atau batuk di rumah agar yang lainnya tidak tertular.

2. Persiapkan bahan makanan untuk jangka waktu yang ditentukan

2. Persiapkan bahan makanan jangka waktu ditentukan
Pixabay/Dhanelle

Bahan makanan penting sekali ya, Ma. Sama halnya dengan mempersiapkan kebutuhan bahan makanan saat karantina di rumah, ketika pemerintah memutuskan daerah kamu lockdown maka kamu sudah haru siap.

Mulai dari kebutuhan bahan pokok sampai bahan membuat camilan si Kecil, sebaiknya semua sudah tersedia di rumah.

Jika kamu memiliki lahan untuk berkebun, mulai kamu bisa mulai menanam rempah-rempah di rumah seperti jahe, kunyit, bawang, lengkoas atau daun bawang.

3. Memiliki bahan untuk membuat disiinfektan sendiri di rumah

3. Memiliki bahan membuat disiinfektan sendiri rumah
Popmama.com/Novy Agrina

Buatlah disinfektan secara mandiri. Pemerintah mungkin memberikan bantuan secara cuma-cuma. Tapi ini belum tentu merata dilakukan di setiap daerah.

Untuk berjaga-jaga, buatlah disinfektan sendiri. Bersihkan barang-barang yang sering disentuh oleh anggota keluarga. Mulai dari barang yang umum seperti gagang pintu, meja, lantai, properti rumah, hingga barang-barang yang sangat personal seperti kacamata, ponsel atau mainan anak-anak.

Editors' Picks

4. Menyimpan stok bahan makanan yang super tahan lama

4. Menyimpan stok bahan makanan super tahan lama
Pixabay/Enotovyj

Tahukah kamu kalau ada bahan makanan yang tergolong tidak ada masa kadaluarsanya? Seperti kurma dan makanan kaleng yang tahan lama.

Bahan makanan ini bisa kamu stok di rumah untuk menjadi simpanan dalam jangka panjang. Tidak perlu banyak-banyak takutnya nanti terbuang sia-sia.

Persiapkan secukupnya saja. Setidaknya jika bahan makanan harian habis, sementara kamu belum bisa keluar rumah, maka masih ada simpanan ini yang menyelamatkan kamu dan keluarga.

5. Menyimpan suplemen 

5. Menyimpan suplemen 
Freepik/Chatchawan39

Suplemen dan multivitamin menjadi bahan penting. Menjaga kebersihan di luar saja belum cukup. Sediakan juga suplemen untuk meningkatkan sistem imun tubuh.

Beli suplemen yang sesuai dengan usia masing-masing anggota keluarga.
Ingat juga suplemen untuk anak ya. 

Jika makanan tidak selalu terpenuhi kandungan gizi yang dibutuhkan dalam jumlah harian, maka ada suplemen yang bisa membantu menjaga kesehatan keluarga.

6. Membersihkan seluruh rumah

6. Membersihkan seluruh rumah
Freepik/pressfoto

Sudah sepatutnya membersihkan rumah secara ekstra kamu lakukan ketika keputusan lockdown ditetapkan oleh pemerintah setempat.

Bersihkan setiap sudut rumah dan lap kembali dengan disinfektan agar semakin aman. Selama lockdown berlangsung tidak perlu menerima tamu asing masuk ke dalam rumah.

7. Memiliki kebutuhan toiletries

7. Memiliki kebutuhan toiletries
Freepik/jcomp

Pastikan kebutuhan seperti sabun mandi, shampoo, pasta gigi, sabun cuci tangan, sabun cuci piring, sabun cuci pakaian, sabun pembersih lantai, semua tersedia di rumah.

8. Persiapkan hiburan selama di rumah

Kamu bisa berlangganan TV berbayar selama menjalani lockdown di rumah. Kamu bisa menyiapkan playlist kesukaan kamu dan anak-anak.

Ingat Ma, perhatikan juga untuk menyiapkan hiburan untuk anak-anak. Apa saja sih?

  • Kertas,
  • lem,
  • lego,
  • crayon,
  • cat air,
  • mainan balok 
  • aneka mainan lainnya yang dapat menghibur si Kecil.

Simpan yang rapih dan pastikan juga sudah dibersihkan menggunakan disinfektan.

9. Kuota internet

9. Kuota internet
Freepik

Pastikan kamu punya kuota internet setidaknya untuk sebulan ke depan. Memiliki jaringan internet yang stabil adalah hal penting dan sangat membantu segala urusan kamu.

Semua hal serba online. Meski kamu sedang di rumah saja selama lockdown, kamu tetap harus mengetahui perkembangan di luar sana.

Ciptakan suasana yang aman, tenang dan tentram meski keadaan saat ini sangatlah sulit. Saling menjaga bagi setiap anggota keluarga adalah hal berharga yang harus kamu persembahkan selama wabah virus corona berlangsung menerpa Indonesia.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.