Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
NTT Jadi Provinsi dengan Minat Baca Tertinggi di Indonesia
Unsplash/Napendra Singh
  • NTT menempati posisi pertama sebagai provinsi dengan minat baca tertinggi di Indonesia tahun 2025, mencatat angka 62,05 persen menurut data BPS.
  • Peningkatan literasi di NTT merupakan hasil kerja keras panjang sejak pemberantasan buta aksara, didukung program seperti kampung literasi dan taman bacaan masyarakat.
  • Dukungan pemerintah, komunitas, keluarga, sekolah, serta pemanfaatan teknologi menjadi kunci menjaga budaya membaca dan memperkuat literasi digital di NTT.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Nusa Tenggara Timur berhasil mencatat prestasi membanggakan dengan menempati posisi pertama sebagai provinsi dengan minat baca tertinggi di Indonesia. Pencapaian ini menjadi sorotan karena menunjukkan perkembangan budaya literasi yang semakin kuat di wilayah Indonesia Timur.

Keberhasilan tersebut tentu tidak hadir secara instan. Dibutuhkan perjalanan panjang, kerja sama banyak pihak, hingga berbagai program literasi yang dijalankan secara konsisten agar masyarakat semakin dekat dengan budaya membaca dan menulis. 

"Ini bukan sesuatu yang tiba-tiba. Ini adalah perjalanan panjang dari kerja keras, kerja cerdas, dan kolaborasi semua pihak dalam memperkuat literasi di NTT," ujar Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) NTT, Polikarpus Do, Kamis (23/4/2026).

Berikut Popmama.com siap membahas informasi lebih lanjut mengenai NTT jadi provinsi dengan minat baca tertinggi di Indonesia. 

1. Perjalanan panjang literasi di NTT dimulai sejak pemberantasan buta aksara

Pexels/vlada karpovich

Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) NTT, Polikarpus Do, menjelaskan bahwa keberhasilan ini bukanlah sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba. 

Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras, kerja cerdas, dan kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat budaya literasi di NTT selama bertahun-tahun.

Gerakan literasi di NTT sendiri sudah dimulai sejak era pemberantasan buta aksara. Seiring berjalannya waktu, gerakan tersebut terus berkembang menjadi upaya membangun budaya membaca dan menulis di tengah masyarakat. 

Berbagai program seperti gerakan NTT Membaca, kampung literasi, hingga penguatan taman bacaan masyarakat (TBM) di tingkat desa ikut menjadi motor penggerak meningkatnya minat baca warga.

2. Dukungan pemerintah dan komunitas jadi faktor penting peningkatan literasi

Pexels/Efrem Efre

Dukungan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan komunitas literasi menjadi faktor penting yang mendorong peningkatan indeks literasi di NTT dari tahun ke tahun.

Investasi yang dilakukan dalam pengembangan fasilitas, program membaca, hingga pendampingan masyarakat disebut memberi dampak besar terhadap perkembangan budaya literasi di daerah tersebut.

Hasilnya pun terlihat sangat signifikan. Jika pada tahun 2022 NTT masih berada di peringkat kedelapan nasional, kini provinsi tersebut berhasil melonjak ke posisi pertama. 

Meski begitu, Polikarpus mengingatkan bahwa masih ada tantangan yang perlu diperhatikan bersama, terutama dalam memperkuat kemampuan literasi lain seperti numerasi yang masih perlu ditingkatkan.

"Minat baca kita tinggi, tetapi kemampuan literasi lainnya seperti numerasi masih perlu diperkuat. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama," kata Polikarpus.

3. Peran keluarga, sekolah, dan teknologi dinilai sangat penting untuk menjaga minat membaca

Pixabay/reenablack

Untuk mempertahankan capaian tersebut, kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan komunitas dinilai tidak boleh diabaikan.

Bahkan, dikatakan bahwa orangtua memiliki peran besar sebagai pusat literasi keluarga karena kebiasaan membaca sering kali dimulai dari lingkungan rumah. 

Selain itu, sekolah juga diharapkan mampu menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak agar budaya membaca tumbuh secara alami.

Kehadiran taman bacaan masyarakat di tingkat desa pun dianggap sebagai salah satu pilar penting dalam memperkuat budaya literasi. 

Tidak hanya itu, pemanfaatan teknologi dan literasi digital juga dinilai menjadi peluang besar untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan di era modern seperti sekarang. 

Pencapaian minat baca di NTT yang tinggi seolah menjadi momentum untuk terus berinovasi dalam membangun generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

4. Data BPS 2025 terkait minat baca masyarakat tiap provinsi

bps.go.id

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, NTT berhasil memimpin sebagai provinsi dengan tingkat kegemaran membaca tertinggi di Indonesia dengan angka mencapai 62,05 persen. 

Berikut detail data BPS 2025 tentang tingkat kegemaran membaca masyarakatnya, antara lain:

  1. Nusa Tenggara Timur (NTT) (62,05%)

  2. Nusa Tenggara Barat (NTB) (61,19%)

  3. Sumatera Selatan (60,86%)

  4. Maluku Utara (60,66%)

  5. Kalimantan Barat (59,85%)

  6. Sulawesi Selatan (59,84%).  

  7. Sulawesi Tengah (59,51%)

  8. Sumatera Barat (59,42%)

  9. Sumatera Utara (59,36%)

  10. Kepulauan Riau (59,33%)

5. Tips sederhana meningkatkan minat baca

Pexels/Ivan S

Ada banyak cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mulai membangun kebiasaan membaca sejak dini maupun di usia dewasa. Berikut beberapa di antaranya:

1. Mulai dari bacaan yang disukai

Meningkatkan minat baca bisa dimulai dari hal paling sederhana, yaitu memilih bacaan sesuai minat pribadi. Tidak harus langsung membaca buku yang berat, kamu bisa memulai dari novel ringan, komik, artikel parenting, hingga buku motivasi yang terasa menyenangkan untuk dibaca.

Ketika seseorang menikmati isi bacaan, kebiasaan membaca biasanya akan terbentuk dengan lebih alami. Cara ini juga membantu membuat aktivitas membaca terasa lebih santai dan tidak membosankan.

2. Luangkan waktu membaca setiap hari

Membiasakan diri membaca selama 10–15 menit setiap hari bisa menjadi langkah kecil yang berdampak besar. Kamu bisa membaca sebelum tidur, saat menunggu transportasi, atau di sela waktu istirahat agar kegiatan membaca menjadi rutinitas harian.

Konsistensi jauh lebih penting dibanding durasi yang panjang. Jika dilakukan secara rutin, membaca perlahan akan menjadi kebiasaan yang sulit dilewatkan.

3. Ciptakan sudut baca yang nyaman

Suasana yang nyaman dapat membantu meningkatkan fokus dan ketertarikan saat membaca. Kamu bisa menyiapkan sudut baca sederhana di rumah dengan pencahayaan yang cukup, kursi nyaman, dan koleksi buku favorit.

Lingkungan yang mendukung membuat aktivitas membaca terasa lebih menyenangkan. Bahkan, kebiasaan ini juga bisa membantu anak-anak lebih tertarik untuk mengenal buku sejak dini.

4. Kurangi distraksi dari gadget

Penggunaan gadget yang berlebihan sering kali membuat waktu membaca menjadi berkurang. Cobalah membatasi penggunaan media sosial atau menonaktifkan notifikasi sementara saat sedang membaca agar fokus tidak mudah terpecah.

Sebagai alternatif, kamu juga bisa memanfaatkan teknologi untuk membaca buku digital atau artikel edukatif, sehingga gadget tetap digunakan untuk aktivitas yang bermanfaat.

5. Ajak keluarga atau teman untuk ikut membaca

Membaca bersama keluarga atau teman bisa membuat kegiatan ini terasa lebih seru. Kamu dapat saling bertukar rekomendasi buku, berdiskusi mengenai isi bacaan, atau membuat target membaca bersama.

Lingkungan yang gemar membaca biasanya akan memberi pengaruh positif terhadap kebiasaan seseorang. Dengan dukungan orang terdekat, semangat membaca pun bisa terus meningkat.

Demikian informasi seputar NTT jadi provinsi dengan minat baca tertinggi di Indonesia. Bagaimana menurut pendapat kamu?

Editorial Team