Menariknya, pengaruh media sosial tidak berhenti di tahap memilih makanan saja. Kini, banyak orang yang justru terinspirasi untuk ikut berkreasi di dapur setelah melihat konten yang beredar. Sebagai pelaku bisnis kuliner, Wynda juga melihat adanya perubahan besar dalam perilaku ini.
"Eranya tuh menurut aku sekarang orang tuh udah bukan cuma memilih menu tapi mau mengkreasikan menu gitu. Dan menshare-nya ke social media" Ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa semangat untuk menunjukkan hasil masakan kepada orang lain mendorong banyak orang mencoba resep baru, bahkan menciptakan variasi sendiri yang kemudian bisa menjadi tren viral.
Itu dia 5 pengaruh media sosial dalam dunia kuliner. Melihat perubahan ini, ternyata media sosial memang punya peran besar dalam membentuk gaya hidup kuliner masa kini, ya.
1. Mengapa Generasi Z suka mencoba makanan yang tren di media sosial? | Bagi Generasi Z, mencoba makanan yang sedang tren adalah bentuk ekspresi diri, upaya untuk tetap terhubung dengan teman, sekaligus memastikan makanan yang dibeli memang sepadan dengan harganya. |
2. Apa saja contoh tren makanan di media sosial? | Makanan yang sedang viral di media sosial biasanya mencakup kombinasi rasa manis dan pedas, camilan baru, makanan kaya protein, kombinasi kreatif, dan penemuan kembali makanan nostalgia . |
3. Kenapa konten kreator mukbang bisa makan banyak? | Konten kreator mukbang bisa makan banyak karena kombinasi faktor fisik, seperti ukuran lambung yang lebih besar, dan strategi gaya hidup, termasuk diet ketat di luar waktu syuting, olahraga intensif, hingga teknik editing konten. Beberapa bahkan membatasi frekuensi makan besar agar tidak setiap hari dilakukan. |