Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
9 Penyebab Hernia pada Laki-Laki, Kebiasaan Merokok Bisa Jadi Pemicu.jpg
Freepik/Lifestylememory

Intinya sih...

  • Laki-laki memiliki risiko tinggi mengalami hernia, terutama hernia inguinalis karena saluran inguinal.

  • Hernia dapat terjadi akibat kelemahan dinding otot perut dan faktor bawaan sejak lahir.

  • Kebiasaan merokok, mengangkat beban berat, batuk kronis, konstipasi, obesitas, dan riwayat operasi perut juga bisa menjadi pemicu hernia pada laki-laki.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Hernia bisa muncul tiba-tiba dan sering dialami laki-laki, terutama di area perut dan selangkangan. Meski terlihat sepele, benjolan ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kondisi ini terjadi ketika jaringan atau organ terdorong keluar melalui titik lemah di dinding perut. Banyak laki-laki baru menyadari hernia ketika mulai muncul benjolan atau rasa nyeri yang mengganggu.

Untuk mengetahui penyebabnya, Popmama.com telah merangkum informasi seputar hernia, mengacu pada penjelasan dari Cleveland Clinic. Yuk, simak! 

1. Struktur anatomi laki-laki

Freepik/kjpargeter

Laki-laki memiliki risiko lebih tinggi mengalami hernia, terutama hernia inguinalis karena adanya saluran inguinal, yaitu jalur korda spermatika menuju skrotum. Saluran ini terbentuk sejak masa janin dan tetap menjadi bagian dari struktur anatomi laki-laki hingga dewasa.

Saluran inguinal ini meninggalkan bukaan alami pada dinding perut bagian bawah. Meski merupakan kondisi normal, area tersebut menjadi titik yang lebih lemah dibandingkan bagian otot perut lainnya.

Ketika tekanan di dalam perut meningkat, misalnya saat mengangkat beban berat, batuk berkepanjangan, atau mengejan, jaringan di dalam perut lebih mudah terdorong keluar melalui area tersebut sehingga memicu terjadinya hernia.

2. Kelemahan dinding otot perut

Freepik

Pada laki-laki, hernia dapat terjadi ketika dinding otot perut melemah dan tidak lagi mampu menahan tekanan dari dalam tubuh. Otot perut yang seharusnya menjaga posisi organ menjadi kurang kuat, sehingga jaringan lebih mudah menonjol keluar.

Kelemahan otot perut ini dapat berkembang seiring bertambahnya usia atau karena otot jarang dilatih. Kondisi tersebut membuat daya tahan otot menurun dan lebih rentan terhadap tekanan dari aktivitas sehari-hari.

Tekanan berulang seperti mengangkat beban berat, sering mengejan, atau batuk berkepanjangan dapat memperparah kondisi ini. Jika dibiarkan, tekanan tersebut meningkatkan risiko munculnya hernia pada laki-laki.

3. Faktor bawaan sejak lahir

Freepik/pvproductions

Faktor bawaan sejak lahir dapat membuat dinding perut laki-laki tidak menutup sempurna. Kondisi ini sering kali tidak menimbulkan keluhan sejak kecil dan bisa saja tidak disadari selama bertahun-tahun.

Kelemahan bawaan ini memungkinkan jaringan perut menjadi lebih rentan terhadap tekanan dari aktivitas sehari-hari. Banyak laki-laki baru menyadari adanya hernia ketika mulai muncul benjolan atau rasa tidak nyaman di area perut atau selangkangan.

Seiring bertambahnya usia, area yang lemah ini semakin mudah terdorong keluar akibat tekanan internal, sehingga hernia baru terlihat dan kadang memerlukan penanganan medis.

4. Riwayat keluarga (genetik)

Freepik

Faktor genetik berperan penting dalam risiko hernia pada laki-laki. Seseorang  yang memiliki ayah atau saudara laki-laki dengan riwayat hernia cenderung lebih berisiko mengalami kondisi yang sama.

Kecenderungan ini terkait dengan kekuatan otot perut dan kualitas jaringan ikat yang diwariskan. Laki-laki dengan genetik tertentu mungkin memiliki dinding perut yang lebih lemah, sehingga titik lemah lebih mudah menjadi tempat keluar jaringan atau organ.

Bagi yang memiliki riwayat keluarga untuk lebih waspada terhadap tanda-tanda hernia, seperti benjolan atau rasa tidak nyaman di perut atau selangkangan. Deteksi dini sangat penting agar komplikasi dapat dicegah. 

5. Kebiasaan mengangkat beban berat

Freepik/azerbaijan_stockers

Salah satu pemicu umum hernia pada laki-laki adalah kebiasaan mengangkat beban berat secara rutin. Aktivitas ini meningkatkan tekanan di dalam perut, yang memaksa jaringan atau organ terdorong melalui titik lemah di dinding perut.

Jika dilakukan tanpa teknik yang tepat, risiko hernia akan meningkat. Bahkan pria yang sehat sekalipun bisa mengalami hernia inguinalis atau hernia ventral jika sering mengangkat beban berat dalam jangka panjang. 

Untuk mencegahnya, penting bagi laki-laki menjaga kekuatan otot inti, menggunakan teknik angkat yang benar untuk mengurangi tekanan berulang yang memicu hernia. 

6. Batuk kronis

Freepik/8photo

Batuk berkepanjangan menjadi salah satu faktor risiko hernia pada laki-laki. Tekanan yang terus-menerus dari batuk dapat melemahkan otot dinding perut, sehingga jaringan atau organ lebih mudah terdorong keluar.

Pada laki-laki, batuk kronis sering disebabkan oleh kebiasaan merokok. Rokok dapat merusak paru-paru dan saluran pernapasan, sehingga memicu batuk berkepanjangan yang memberikan tekanan berulang pada otot perut.

Selain merokok, batuk kronis juga bisa diperparah oleh penyakit paru lainnya. Kombinasi tekanan berulang dari batuk dan kelemahan dinding perut akibat faktor bawaan atau usia membuat hernia lebih mungkin muncul pada laki-laki.

7. Konstipasi atau sering mengejan

Freepik/jcomp

Kebiasaan mengejan saat buang air besar menjadi salah satu pemicu hernia pada laki-laki. Tekanan yang dihasilkan di rongga perut saat mengejan memaksa jaringan atau organ terdorong keluar melalui titik lemah di dinding perut.

Laki-laki yang sering mengalami konstipasi atau sulit buang air besar berisiko lebih tinggi karena tekanan ini terjadi berulang kali. Seiring waktu, area lemah di dinding perut semakin rentan dan memudahkan munculnya hernia.

Untuk mencegahnya, penting menjaga pola makan tinggi serat, cukup minum air, dan rutin bergerak. Mengurangi kebiasaan mengejan berlebihan dapat membantu menurunkan risiko hernia pada laki-laki.

8. Obesitas

Freepik/jcomp

Berat badan berlebih menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko hernia pada laki-laki. Lemak di sekitar perut memberikan tekanan tambahan pada otot dinding perut, sehingga titik lemah lebih mudah ditembus oleh jaringan atau organ.

Kondisi ini membuat dinding perut bekerja lebih keras untuk menahan organ internal. Seiring waktu, tekanan berulang dari berat badan berlebih dapat melemahkan otot perut dan memicu munculnya hernia.

Selain memicu hernia, berat badan berlebih juga meningkatkan kemungkinan hernia semakin parah seiring waktu.

9. Riwayat operasi perut

Freepik/gpointstudio

Bekas luka dari operasi sebelumnya bisa menjadi titik lemah baru pada dinding perut laki-laki. Area ini lebih rentan terhadap tekanan dari dalam rongga perut, sehingga jaringan atau organ dapat terdorong keluar dan memicu hernia.

Hernia yang muncul di lokasi bekas operasi dikenal sebagai hernia insisional. Kondisi ini dapat terjadi beberapa bulan hingga bertahun-tahun setelah operasi, tergantung pada seberapa kuat penyembuhan jaringan dan aktivitas fisik setelah prosedur.

Faktor risiko hernia insisional meningkat jika laki-laki mengalami infeksi pasca operasi. Jika pernah menjalani operasi perut, penting memantau area bekas luka. Segera konsultasikan ke dokter bila muncul benjolan, rasa nyeri, atau ketidaknyamanan.

Nah, itulah berbagai faktor yang bisa memicu hernia pada laki-laki.

Editorial Team