Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Penyebab Muntah Berbusa Putih dan Cara Mengatasinya
Popmama.com/Helga Malya Razita/AI
  • Muntah berbusa putih bisa disebabkan oleh berbagai gangguan pencernaan seperti GERD, gastritis, infeksi saluran cerna, hingga kondisi serius yang memerlukan pemeriksaan medis.
  • Kondisi ini juga dapat muncul saat lambung kosong akibat muntah berulang, kehamilan, atau dry heaving ketika tubuh berusaha memuntahkan isi perut yang sudah habis.
  • Penanganan meliputi menjaga hidrasi, mengistirahatkan lambung, menghindari makanan pemicu asam lambung, konsumsi makanan ringan saat pulih, dan segera periksa ke dokter bila gejala berlanjut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Muntah biasanya identik dengan keluarnya sisa makanan atau cairan berwarna kuning kehijauan dari lambung. Tapi, pernahkah kamu mengalami muntah berbusa putih?

Busa putih yang keluar bisa tampak seperti gelembung-gelembung kecil, lendir berbuih, atau cairan putih yang berbentuk seperti busa sabun.

Kondisi ini memang cukup jarang terjadi dan sering menimbulkan kekhawatiran karena bentuknya berbeda dari muntah pada umumnya. Muntah berbusa putih ternyata merupakan tanda adanya gangguan tertentu pada sistem pencernaan.  

Untuk mengetahui penyebabnya lebih lanjut, berikut 7 penyebab muntah berbusa putih dan cara mengatasinya yang telah Popmama.com rangkum.

1. Asam lambung naik (GERD)

Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Salah satu penyebab muntah berbusa putih yang paling sering ditemukan adalah refluks asam lambung atau yang lebih dikenal dengan sebutan GERD. Kondisi ini terjadi ketika asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan dan menyebabkan iritasi. 

Melansir dari Centre for Gastrointestinal Health Australia, muntah berbusa putih cukup sering ditemukan pada orang yang mengalami refluks asam.

Saat isi lambung yang naik bercampur dengan air liur dan udara di saluran pencernaan, cairan yang keluar dapat terlihat putih dan berbuih. Gejala ini biasanya lebih mudah muncul pada malam hari atau ketika seseorang berbaring setelah makan.

2. Lambung kosong setelah muntah berkali-kali

Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Muntah berbusa putih juga bisa terjadi ketika seseorang sudah muntah berkali-kali hingga lambung hampir tidak memiliki isi lagi. Dalam kondisi ini, tubuh masih berusaha mengeluarkan sesuatu dari lambung meskipun makanan sudah habis dikeluarkan.

Medical News Today menjelaskan bahwa ketika lambung kosong, cairan yang keluar umumnya berasal dari air liur, lendir, serta sisa cairan lambung. Karena tidak bercampur dengan makanan, muntahan dapat terlihat bening atau putih berbusa. 

Kondisi seperti ini sering ditemukan pada kasus keracunan makanan, gastroenteritis, maupun muntah hebat akibat infeksi saluran cerna.

3. Radang lambung (gastritis)

Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Radang lambung (gastritis) umumnya dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi bakteri, konsumsi alkohol berlebihan, penggunaan obat antiinflamasi dalam jangka panjang, hingga pola makan yang kurang baik.

Peradangan inilah yang kemudian menyebabkan produksi lendir dan cairan pencernaan saling tercampur. Campuran tersebut terkadang menghasilkan muntahan berwarna putih dengan tekstur berbusa. 

Selain muntah, penderita gastritis biasanya juga mengeluhkan nyeri ulu hati, mual, kembung, atau rasa tidak nyaman di perut bagian atas.

4. Infeksi saluran pencernaan

Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Infeksi akibat virus, bakteri, maupun keracunan makanan sering kali menyebabkan mual dan muntah yang berulang. 

Pada tahap awal, muntahan mungkin masih berisi makanan yang baru dikonsumsi. Namun setelah lambung kosong, yang keluar bisa berupa cairan bening, lendir, atau busa putih.

Selain muntah, kondisi ini biasanya disertai diare, demam, sakit perut, atau tubuh yang terasa lemas akibat kehilangan cairan.

5. Kehamilan dan morning sickness

Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Pada sebagian ibu hamil, terutama pada trimester pertama, mual dan muntah dapat terjadi cukup sering. Nah, ketika muntah muncul saat perut kosong, cairan yang keluar terkadang tampak putih dan berbusa.

Kondisi ini bisa terjadi karena lambung tidak memiliki cukup makanan untuk dimuntahkan. Akibatnya, yang keluar lebih banyak berupa campuran air liur, lendir, dan cairan lambung. 

Meski sering dianggap normal pada awal kehamilan, muntah yang terlalu sering tetap perlu mendapat perhatian karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi.

6. Muntah kosong (dry heaving)

Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Dry heaving adalah kondisi ketika tubuh melakukan gerakan muntah, tetapi hampir tidak ada isi lambung yang keluar. Banyak orang menggambarkannya sebagai rasa ingin muntah yang sangat kuat meskipun perut sudah kosong.

Ketika hal ini terjadi, cairan yang keluar biasanya hanya berupa sedikit lendir, air liur, atau busa putih. Kondisi tersebut dapat muncul setelah muntah berkepanjangan, saat mengalami dehidrasi, atau ketika lambung mengalami iritasi yang cukup berat. 

Karena itu, muntah berbusa putih kadang bukan berasal dari makanan, melainkan dari cairan tubuh yang tersisa di saluran cerna.

7. Gangguan pada saluran pencernaan yang memerlukan pemeriksaan medis

Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

Meski sebagian besar penyebab tidak berbahaya, muntah berbusa putih yang terus berulang juga dapat menjadi tanda adanya masalah pencernaan yang lebih serius lho. 

Kondisi seperti hernia hiatus, penyumbatan saluran pencernaan, maupun gangguan pergerakan kerongkongan dapat menyebabkan makanan dan cairan sulit bergerak secara normal.

Biasanya kondisi ini tidak hanya ditandai oleh muntah berbusa putih, tetapi juga disertai nyeri dada, kesulitan menelan, berat badan turun tanpa sebab yang jelas, perut membesar, atau muntah yang terjadi berulang dalam waktu lama. 

Jika gejala-gejala tersebut muncul, pemeriksaan medis sangat diperlukan untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya.

Cara Mengatasi Muntah Berbusa Putih

Popmama.com/Helga Malya Razita/AI

1. Minum cairan sedikit demi sedikit

Setelah muntah, tubuh kehilangan banyak cairan sehingga risiko dehidrasi meningkat. Itu sebabnya, cobalah minum air dalam jumlah kecil tetapi sering. 

Menyesap air secara perlahan dapat membantu tubuh tetap terhidrasi tanpa memicu keinginan muntah kembali. Jika air putih terasa sulit ditoleransi, larutan elektrolit juga bisa menjadi pilihan untuk menggantikan cairan yang hilang.

2. Istirahatkan lambung sejenak

Memaksa makan saat mual masih berat justru malah dapat memperburuk gejala. Dari pada melakukan hal tersebut, coba berikan waktu bagi lambung untuk beristirahat sejenak.

Setelah kondisi mulai membaik, makanan dapat dikonsumsi kembali secara bertahap. Pilih makanan yang ringan dan mudah dicerna agar lambung tidak bekerja terlalu keras selama masa pemulihan.

3. Hindari makanan yang memicu asam lambung

Jika muntah berbusa putih yang disebabkan oleh GERD, maka pola makan harian perlu mendapat perhatian khusus. Makanan pedas, berlemak, minuman berkafein, dan alkohol sering disebut  pemicu gejalanya.

Dengan mengurangi konsumsi makanan pemicu, risiko iritasi pada lambung dan kerongkongan pun juga dapat berkurang. Selain itu, hindari langsung berbaring setelah makan karena kebiasaan tersebut dapat memudahkan asam lambung naik kembali ke atas.

4. Konsumsi makanan hambar saat mulai membaik

Ketika rasa mual mulai berkurang, pilih makanan yang cenderung hambar dan tidak terlalu berbumbu. Makanan seperti roti tawar, biskuit, nasi, atau pisang umumnya lebih mudah diterima oleh lambung yang masih sensitif.

Makanan sederhana dan mudah dicerna dapat membantu proses pemulihan tanpa memberikan beban berlebih pada sistem pencernaan yang sedang mengalami iritasi.

5. Segera periksa ke dokter Jika gejala tidak membaik

Muntah berbusa putih yang hanya terjadi sekali belum tentu berbahaya. Namun, kondisi ini perlu diperiksakan apabila berlangsung lebih dari beberapa hari, terjadi berulang, atau disertai gejala lain seperti demam tinggi, nyeri hebat, sulit menelan, muntah darah, hingga tanda-tanda dehidrasi.

Pemeriksaan medis penting untuk memastikan apakah keluhan tersebut hanya disebabkan oleh gangguan pencernaan ringan atau berkaitan dengan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. 

Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin cepat pula pengobatan yang tepat dapat diberikan.

Itu dia 7 penyebab muntah berbusa putih dan cara mengatasinya. Setelah mengetahui berbagai penyebabnya, sebaiknya hindari faktor-faktor yang dapat memicu atau memperburuk kondisi tersebut agar keluhan tidak mudah kambuh.

Editorial Team

Related Article