Popmama.com/Helga Malya Razita/AI
1. Minum cairan sedikit demi sedikit
Setelah muntah, tubuh kehilangan banyak cairan sehingga risiko dehidrasi meningkat. Itu sebabnya, cobalah minum air dalam jumlah kecil tetapi sering.
Menyesap air secara perlahan dapat membantu tubuh tetap terhidrasi tanpa memicu keinginan muntah kembali. Jika air putih terasa sulit ditoleransi, larutan elektrolit juga bisa menjadi pilihan untuk menggantikan cairan yang hilang.
2. Istirahatkan lambung sejenak
Memaksa makan saat mual masih berat justru malah dapat memperburuk gejala. Dari pada melakukan hal tersebut, coba berikan waktu bagi lambung untuk beristirahat sejenak.
Setelah kondisi mulai membaik, makanan dapat dikonsumsi kembali secara bertahap. Pilih makanan yang ringan dan mudah dicerna agar lambung tidak bekerja terlalu keras selama masa pemulihan.
3. Hindari makanan yang memicu asam lambung
Jika muntah berbusa putih yang disebabkan oleh GERD, maka pola makan harian perlu mendapat perhatian khusus. Makanan pedas, berlemak, minuman berkafein, dan alkohol sering disebut pemicu gejalanya.
Dengan mengurangi konsumsi makanan pemicu, risiko iritasi pada lambung dan kerongkongan pun juga dapat berkurang. Selain itu, hindari langsung berbaring setelah makan karena kebiasaan tersebut dapat memudahkan asam lambung naik kembali ke atas.
4. Konsumsi makanan hambar saat mulai membaik
Ketika rasa mual mulai berkurang, pilih makanan yang cenderung hambar dan tidak terlalu berbumbu. Makanan seperti roti tawar, biskuit, nasi, atau pisang umumnya lebih mudah diterima oleh lambung yang masih sensitif.
Makanan sederhana dan mudah dicerna dapat membantu proses pemulihan tanpa memberikan beban berlebih pada sistem pencernaan yang sedang mengalami iritasi.
5. Segera periksa ke dokter Jika gejala tidak membaik
Muntah berbusa putih yang hanya terjadi sekali belum tentu berbahaya. Namun, kondisi ini perlu diperiksakan apabila berlangsung lebih dari beberapa hari, terjadi berulang, atau disertai gejala lain seperti demam tinggi, nyeri hebat, sulit menelan, muntah darah, hingga tanda-tanda dehidrasi.
Pemeriksaan medis penting untuk memastikan apakah keluhan tersebut hanya disebabkan oleh gangguan pencernaan ringan atau berkaitan dengan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin cepat pula pengobatan yang tepat dapat diberikan.
Itu dia 7 penyebab muntah berbusa putih dan cara mengatasinya. Setelah mengetahui berbagai penyebabnya, sebaiknya hindari faktor-faktor yang dapat memicu atau memperburuk kondisi tersebut agar keluhan tidak mudah kambuh.