Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
10 Perusahaan Tambang Terbesar di Indonesia, Bisa Produksi Ribuan Ton.jpg
Freepik/wirestock

Intinya sih...

  • PT Freeport Indonesia merupakan perusahaan tambang terbesar di Indonesia dengan kontribusi besar terhadap penerimaan negara melalui pajak, royalti, dan dividen.

  • PT Aneka Tambang Tbk mencatat kinerja gemilang dengan produksi dan penjualan emas tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

  • PT Pertamina memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan energi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor minyak serta gas.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Industri pertambangan menjadi salah satu penopang utama perekonomian Indonesia, dengan komoditas unggulan seperti batu bara, emas, nikel, tembaga, dan timah yang berkontribusi besar terhadap penerimaan negara.

Sejumlah perusahaan tambang terbesar di Indonesia memiliki skala operasi kelas dunia, baik BUMN maupun swasta. Aktivitas mereka tidak hanya mendukung kebutuhan energi dan industri dalam negeri, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di pasar ekspor global.

Berikut Popmama.com rangkum 10 perusahaan tambang terbesar di Indonesia. Yuk disimak!

1. PT Freeport Indonesia

PT Freeport Indonesia

PT Freeport Indonesia dikenal sebagai perusahaan tambang terbesar di Indonesia yang beroperasi di Papua. Perusahaan ini mengelola tambang Grasberg, salah satu tambang tembaga dan emas terbesar di dunia.

Kegiatan utama Freeport meliputi penambangan, pengolahan, dan pemurnian tembaga, emas, serta perak. Hasil tambang Freeport memiliki kontribusi besar terhadap penerimaan negara, baik melalui pajak maupun royalti.

Pada tahun 2024, total kontribusi perusahaan terhadap pendapatan negara mencapai sekitar US$4,7 miliar atau setara ± Rp80 triliun lewat pajak, royalti, dividen, dan pembayaran lainnya.

Meski sahamnya tidak tercatat di Bursa Efek Indonesia, peran Freeport tetap sangat signifikan. Sejak sebagian sahamnya diambil alih oleh Indonesia, pengelolaan sumber daya alam ini semakin diarahkan untuk kepentingan nasional.

Dengan cadangan tambang yang masih cukup besar hingga masa berakhirnya IUPK pada 2041, Freeport terus berinvestasi dan berupaya mempertahankan kelangsungan operasi sekaligus meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi dan penguatan kapasitas pengolahan domestik. 

2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM)

PT ANTAM Tbk

PT Aneka Tambang Tbk atau ANTAM merupakan perusahaan pertambangan milik negara yang sudah berdiri sejak 1968. ANTAM bergerak di bidang eksplorasi, penambangan, pengolahan, hingga pemasaran mineral.

Produk utama ANTAM meliputi emas, nikel, bauksit, dan perak. Emas batangan ANTAM bahkan menjadi pilihan investasi favorit masyarakat karena kredibilitas dan kualitasnya.

Dalam laporan tahunan 2024, ANTAM mencatat kinerja gemilang dengan produksi dan penjualan emas tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Produksi emas mencapai 1,02 ton, sementara penjualan emas menembus 43,78 ton.

Lebih jauh lagi, ANTAM juga terus menjajaki pengembangan fasilitas pengolahan nikel untuk kebutuhan bahan baku baterai kendaraan listrik, serta penguatan posisi pemasok mineral untuk industri domestik dan global. 

3. PT Pertamina

PT Pertamina (Persero)

PT Pertamina (Persero) melalui unit hulu minyak dan gas seperti Pertamina Hulu Energi (PHE) merupakan salah satu kontributor terbesar produksi migas di Indonesia.

Sebagai perusahaan nasional, Pertamina memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan energi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor minyak serta gas. 

Selain eksplorasi dan produksi minyak serta gas, Pertamina juga mengelola pengolahan, distribusi, dan pemasaran energi. Perannya sangat penting dalam memenuhi kebutuhan energi masyarakat sehari-hari.

Pada tahun 2023, Pertamina mencatat total produksi migas mencapai 1,044 juta barel setara minyak per hari (BOEPD), naik sekitar 8 % dibanding tahun sebelumnya. Produksi ini termasuk minyak mentah dan gas bumi dari berbagai blok migas yang dikelola perusahaan. 

Selain itu, Pertamina terus mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan serta strategi transisi energi, seiring dengan usaha mencapai target produksi migas yang lebih tinggi di tengah tantangan global sektor energi. 

4. PT Timah Tbk (TINS)

PT Timah Tbk

PT Timah Tbk (TINS) merupakan salah satu produsen dan eksportir logam timah terintegrasi terbesar di Indonesia, dengan wilayah operasi utama di Bangka Belitung dan Kepulauan Riau, daerah yang memang kaya sumber timah.

Perusahaan ini menjalankan kegiatan penambangan, pengolahan, pemurnian, dan penjualan timah batangan serta produk turunannya yang diekspor ke pasar global.

Sepanjang tahun 2024, TINS mencatat produksi bijih timah sebesar sekitar 19.437 ton Sn, meningkat sekitar 31 % dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan produksi logam timah mencapai 18.915 ton.

Untuk tahun 2025, TINS menargetkan produksi yang lebih tinggi yaitu sekitar 23.000 ton timah, naik sekitar 15 % dibanding realisasi produksi 2024.

5. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO)

adaroindonesia

Adaro Energy merupakan salah satu perusahaan batu bara terbesar di Indonesia. Perusahaan ini dikenal dengan produksi batu bara berkualitas tinggi yang banyak digunakan untuk pembangkit listrik. 

Kegiatan operasional Adaro terutama berlokasi di Kalimantan, dengan sistem penambangan terintegrasi mulai dari eksplorasi, produksi, hingga distribusi batu bara.

Pada semester I 2024, ADRO mencatat produksi batu bara sebesar 35,74 juta ton, naik sekitar 7 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sekaligus menunjukkan volume penjualan sebesar 34,94 juta ton pada periode itu.

Selain bisnis inti batu bara, Adaro juga mengembangkan usaha pendukung seperti jasa kontraktor tambang, logistik, dan infrastruktur energi. Strategi ini memperkuat rantai pasok perusahaan serta meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan.

Untuk target tahun 2025, PT ADRO  menargetkan total produksi batu bara mencapai sekitar 65,5 juta ton, meliputi batu bara termal dan batu bara metalurgi.

6. PT Bukit Asam Tbk (PTBA)

ptba

PT Bukit Asam Tbk merupakan perusahaan tambang batu bara milik negara yang juga tergabung dalam holding MIND ID. Wilayah operasional utamanya berada di Sumatra Selatan, khususnya Tanjung Enim.

Kegiatan usaha PTBA mencakup eksplorasi, penambangan, pengolahan, hingga pemasaran batu bara. Perusahaan ini memasok batu bara untuk kebutuhan domestik, terutama pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), sekaligus memenuhi permintaan pasar ekspor ke berbagai negara.

PT Bukit Asam mencatat produksi batu bara puluhan juta ton dengan penjualan yang didominasi oleh pasar dalam negeri. Hal ini sejalan dengan peran strategis PTBA dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui kebijakan pemenuhan kebutuhan domestik. 

Untuk keseluruhan tahun 2025, PTBA menargetkan produksi batu bara sebesar sekitar 50 juta ton, naik signifikan dibanding realisasi produksi 2024. Target ini juga didampingi target penjualan sekitar 50,1 juta ton dan angkutan batu bara sekitar 43,2 juta ton. 

7. PT Vale Indonesia Tbk (INCO)

vale

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) merupakan salah satu perusahaan tambang nikel terbesar di Indonesia sekaligus pemain penting di industri nikel global.

Beroperasi di Sulawesi, Vale mengelola wilayah tambang yang luas dengan cadangan nikel besar, menjadikannya tulang punggung pasokan nikel nasional untuk kebutuhan industri logam dan energi masa depan.

Dari sisi produksi, Vale Indonesia konsisten berada di jajaran teratas produsen nikel nasional. Pada 2025, perusahaan menargetkan produksi sekitar 71 ribu ton nikel dalam matte, dengan realisasi hingga semester I 2025 mencapai 35.584 ton.

Tak hanya besar dari sisi produksi, Vale juga unggul dari sisi aset dan investasi jangka panjang. Perusahaan mengembangkan beberapa proyek strategis seperti Tambang Bahodopi dan Pomalaa, yang dirancang untuk memperkuat kapasitas produksi. 

8. PT Bayan Resources Tbk (BYAN)

bayan

PT Bayan Resources Tbk adalah perusahaan batu bara yang memiliki cadangan besar di Kalimantan Timur. Produksi batu baranya sebagian besar ditujukan untuk pasar ekspor.

Pada 2025, Bayan Resources menargetkan produksi batu bara yang agresif di kisaran 69–72 juta ton, meningkat signifikan dibandingkan realisasi produksi tahun sebelumnya. 

Dengan volume produksi yang besar dan orientasi ekspor yang kuat ke pasar Asia seperti China dan India, BYAN menjadi salah satu perusahaan batu bara terbesar dari sisi skala produksi dan kontribusi devisa negara.

9. PT Kideco Jaya Agung

kideco

PT Kideco Jaya Agung merupakan perusahaan pertambangan batu bara yang beroperasi di Kalimantan Timur dan menjadi anak usaha utama dari PT Indika Energy Tbk. Meski tidak tercatat langsung di Bursa Efek Indonesia, Kideco dikenal sebagai salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia. 

Dari sisi produksi, Kideco menargetkan produksi sekitar 30 juta ton batu bara pada tahun 2025. Target ini relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya dan mencerminkan strategi perusahaan untuk menjaga volume produksi di tengah fluktuasi harga batu bara global. 

Kontribusi Kideco sangat penting bagi kinerja Indika Energy. Hingga kuartal III 2025, total produksi batu bara grup Indika Energy mencapai sekitar 22 juta ton. 

Dengan volume produksi puluhan juta ton per tahun dan jaringan logistik yang kuat, Kideco Jaya Agung layak masuk dalam daftar perusahaan tambang terbesar di Indonesia dari sisi kapasitas dan kontribusi ekonomi nasional.

10. PT Kaltim Prima Coal (KPC)

kpc

PT Kaltim Prima Coal (KPC) merupakan salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia yang beroperasi di Kalimantan Timur. Perusahaan ini dikenal sebagai produsen batu bara berkalori tinggi yang banyak dipasarkan ke sektor energi. 

Hingga Kuartal III 2025, KPC mencatatkan produksi sekitar 39,8 juta ton batu bara, atau menyumbang mayoritas dari total produksi BUMI yang mencapai 54,9 juta ton pada periode yang sama.

Tak hanya dari sisi volume, peran KPC juga strategis bagi negara. Perusahaan ini berstatus Objek Vital Nasional (Obvitnas), mencerminkan pentingnya KPC dalam menjaga pasokan energi, kontribusi devisa, serta stabilitas ekonomi Indonesia. 

Itulah 10 perusahaan tambang terbesar di Indonesia yang memiliki peran penting dalam menopang perekonomian nasional.

Editorial Team