Nama Emil Audero jadi sorotan usai menjadi korban insiden lemparan flare dari tribun penonton. Peristiwa itu terjadi saat laga pekan ke-23 Serie A Cremonese vs Inter Milan, Senin (2/2) dini hari WIB.
Peristiwa itu membuat namanya ramai diperbincangkan, tak hanya karena situasi di lapangan, tetapi juga perjalanan kariernya sebagai penjaga gawang yang lama berkiprah di kompetisi elite Eropa.
Berikut Popmama.com sajikan profil dan biodata Emil Audero, kiper keturunan Indonesia. Simak selengkapnya di bawah!
Profil dan Biodata Emil Audero, Kiper Keturunan Indonesia

Intinya sih...
Emil Audero, kiper keturunan Indonesia dengan postur ideal
Perjalanan karier Emil Audero di sepak bola Italia
Insiden lemparan flare yang menimpa Emil Audero
Biodata Emil Audero
Nama Lengkap: Emil Audero Mulyadi
Tempat Lahir: Mataram, Nusa Tenggara Barat
Tanggal Lahir: 18 Januari 1997
Kewarganegaraan: Keturunan Indonesia-Italia
Pemain Internasional Saat Ini: Indonesia
Profesi: Pemain Sepakbola Profesional
Klub: Cremonese/Liga Italia
Tinggi: 192 cm
Posisi: Kiper
Itu dia biodata Emil Audero, kiper keturunan Indonesia yang berkarier di Eropa. Simak beberapa fakta menariknya di bawah, yuk!
1. Emil Audero, kiper keturunan Indonesia dengan postur ideal
Dilansir dari Transfermarkt, Emil Audero Mulyadi lahir di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 18 Januari 1997. Ia memiliki latar belakang Indonesia–Italia, dengan darah Indonesia dari sang ayah dan Italia dari ibunya.
Postur tubuh setinggi 192 cm menjadi salah satu modal utama Audero dalam menjaga gawang. Saat ini, Emil Audero berstatus sebagai kiper profesional yang membela Cremonese di Serie A lewat skema peminjaman dari Como 1907.
Dengan nilai pasar yang menembus Rp55,62 miliar, Audero juga menjadi bagian dari Timnas Indonesia, mempertegas statusnya sebagai salah satu penjaga gawang berpengalaman di level Eropa.
2. Perjalanan karier Emil Audero di sepak bola Italia
Emil Audero memulai langkahnya di dunia sepak bola dari klub junior Cumiana, sebelum direkrut akademi Juventus pada 2008 saat usianya baru 11 tahun.
Bersama tim primavera Juventus, ia sempat mengantar tim melaju hingga final Campeonato Nazionale Primavera musim 2015/2016, meski harus puas sebagai runner-up usai kalah dari AS Roma lewat adu penalti.
Karier profesionalnya berkembang lewat masa peminjaman di Venezia (2017/2018) dan Sampdoria (2018/2019), sebelum menjadi kiper utama Sampdoria pada 2019–2024 dengan 127 penampilan.
Ia juga sempat memperkuat Inter Milan pada musim 2023/2024 melalui skema pinjaman. Pada 2024, Audero bergabung dengan Como, lalu dipinjamkan ke Palermo, sebelum akhirnya berlabuh ke Cremonese yang dibelanya saat ini.
3. Insiden lemparan flare yang menimpa Emil Audero
Emil Audero menjadi sorotan setelah menjadi korban insiden pelemparan flare. Peristiwa tersebut terjadi dalam laga Serie A antara Cremonese dan Inter Milan beberapa waktu lalu.
Insiden itu terjadi di awal babak kedua, saat flare dari arah tribun suporter Inter jatuh ke dalam kotak penalti Cremonese, tepat di dekat posisi Audero yang tengah bersiaga di bawah mistar.
Flare tersebut kemudian meledak di samping Audero, membuat pertandingan dihentikan sementara. Kiper berusia 29 tahun itu sempat terkapar dan mendapat pemeriksaan karena mengalami gangguan pada pendengaran serta luka di area lutut.
Meski merasakan nyeri, Audero tetap melanjutkan pertandingan hingga usai dan memastikan kondisinya baik setelah laga, meski mengakui insiden tersebut bisa berakibat lebih serius.
Itu dia informasi tentang profil dan biodata Emil Audero, kiper keturunan Indonesia. Kiprahnya di sepak bola Eropa membuat namanya terus menarik perhatian publik sepakbola Tanah Air.
FAQ Tentang Emil Audero
1. Bagaimana kemampuan distribusi bola Emil Audero? | Audero dikenal cukup baik dalam membangun serangan dari belakang, baik melalui umpan pendek maupun long pass. |
2. Apakah Emil Audero pernah menjadi kapten tim? | Meski jarang mengenakan ban kapten, Audero beberapa kali dipercaya memimpin lini belakang sebagai figur senior di tim. |
3. Siapa kiper yang menjadi inspirasi Emil Audero? | Dalam beberapa kesempatan, Audero disebut mengagumi kiper-kiper Italia dengan gaya klasik dan disiplin tinggi. |