dr. Astrid Yunita, Sp.OG (K) - Dok. RS Pondok Indah - Pondok Indah
dr. Astrid Yunita, Sp.OG (K) menjelaskan bahwa ada beberapa gejala turun peranakan atau prolaps yang membuat seseorang menyadari mengalaminya. Bukan hanya karena sakit atau ngilu, perhatikan beberapa hal lainnya juga ya, Ma.
Apabila kamu merasakan salah satu gejala ini, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan uroginekologi.
Keluhan gejala benjolan di vagina dipengaruhi oleh gravitasi, sehingga semakin berat terasa pada posisi berdiri.
Semakin lama, benjolan akan terasa semakin menonjol terutama setelah adanya aktivitas fisik berat jangka panjang seperti mengangkat benda berat atau berdiri.
Gejala pada vagina lainnya seperti rasa menggantung/tertarik pada vagina, tekanan pada panggul hingga rasa pegal pada punggung, rasa tidak nyaman/penuh di vagina, keputihan, keluar darah dari erosi benjolan vagina.
Gejala gangguan berkemih dapat disadari dengan sulit memulai berkemih, berkemih tidak lampias atau tidak tuntas, harus mengedan, keluar urin saat batuk atau tertawa, sulit menahan dorongan berkemih, serta infeksi saluran kemih berulang.
Benjolan di dalam vagina saat mengedan, BAB tidak lampias atau tidak tuntas, sulit BAB dan harus mengedan, perlunya penekanan pada perineum atau vagina posterior untuk membantu BAB.
Gejala seksual antara lain rasa tidak nyaman saat berhubungan, nyeri saat berhubungan, menghindari hubungan seksual akibat adanya kepercayaan diri yang menurun.
Ini umum terjadi pada perempuan yang baru saja melahirkan. Meski selama masa nifas beristirahat tidak melakukan hubungan badan, namun saat pertama kali mencoba bisa saja merasa nyeri yang luar biasa.
Perhatikan ya, itu bisa jadi kamu mengalami tanda turun peranakan atau prolaps.