Fakta Dibalik Ledakan Dahsyat Lebanon, Ribuan Orang Luka-Luka

Ledakan terjadi karena 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan bertahun-tahun sebagai bahan pupuk

5 Agustus 2020

Fakta Dibalik Ledakan Dahsyat Lebanon, Ribuan Orang Luka-Luka
Instagram.com/Reuters

Ledakan besar terjadi di Beirut, Lebanon yang membuat ribuan orang luka-luka. Dikutip dari AP News, ledakan dahsyat itu meratakan banyak tempat termasuk pelabuhan kota, merusak bangunan di sekitarnya bahkan sampai membuat awan jamur raksasa di langit.

Dilaporkan setidaknya 70 orang tewas dan 3.000 lainnya terluka. Hingga saat ini belum jelas penyebab ledakan ini bisa terjadi, yang pasti kekuatan ledakan setara dengan gempa magnitudo 3.5 yang menurut Pusat Geosciences Jerman GFZ dapat dirasakan hingga radius 200 kilometer.

Berikut Popmama.com rangkum informasi lengkap mengenai ledakan dahsyat di Lebanon ini.

1. Penyebabnya diduga dari 2.750 ton amonium nitrat yang meledak

Source: Youtube/The Guardian

Menurut berita AP News, Kementerian Dalam Negeri Lebanon bahwa ada sejumlah amonium nitrat besar di pelabuhan yang meledak. Dikutip dari CNN, Perdana Meteri Hassan Diab menyatakan sebanyak 2.750 ton asam nitrat dari pupuk pertanian.

Pupuk tersebut disimpan selama 6 tahun dalam gudang tepi laut tanpa adanya pengamanan sehingga bisa membahayakan warga.

Karena insiden ini, Diab menyebut akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui dalang pemilik pupuk yang menyebabkan ledakan terjadi.

Editors' Picks

2. 1 Warga Indonesia menjadi korban dari ledakan yang terjadi di Lebanon

2. 1 Warga Indonesia menjadi korban dari ledakan terjadi Lebanon
Dok. Popmama.com
ilustrasi korban terluka

Menurut pernyataan Kedutaan Besar Republik Indonesia, terdapat satu WNI yang mengalami terluka dalam kejadian ledakan di Beirut. 

KBRI telah memberikan pernyataan bahwa kondisi korban tersebut terpantau sudah stabil dan sudah bisa melakukan komunikasi dengan KBRI.

"KBRI akan terus melakukan pendampingan kepada yang bersangkutan hingga pulih," kata Kementerian Luar Negeri Indonesia. Saat ini, KBRI Beirut melakukan koordinasi dengan otoritas setempat serta melakukan pengecekan kepada WNI lainnya yang berada di Beirut saat kejadian ledakan. 

3. Bangunan runtuh bak habis perang

3. Bangunan runtuh bak habis perang
Instagram.com/apnews

Beredar sejumlah foto di media sosial yang menunjukkan kengerian pasca ledakan terjadi. Dikutip dari Sky News, sejumlah saksi mata yang ada di tempat kejadian menuturkan bahwa banyak korban tergeletak di jalan.

AP News melaporkan untuk korban yang tinggal di sekitar pelabuhan, tampak terhuyung berjalan dengan berdarah-darah.

Bumbungan asap besar sempat terlihat setelah ledakan terjadi. Ledakan itu membuat bangunan runtuh dan memecahkan kaca rumah-rumah. Bahkan lubang raksasa bekas ledakan terlihat dari foto udara yang dibagikan salah seorang warganet di Twitter.

4. Rumah sakit kewalahan tangani korban

Banyaknya korban membuat sejumlah rumah sakit kewalahan untuk menolong. Tercatat ribuan luka-luka dan dilaporkan 70 lebih orang meninggal dunia akibat ledakan ini.

Dikutip dari AP News, beberapa jam setelah ledakan, Lebanon dalam kepanikan. Mobil ambulans dan bantuan medis lalu lalang tanpa henti dan bergegas membawa orang yang terluka. Rumah sakit setempat bahkan kekurangan pasokan darah untuk para pasien.

Bahkan helikopter militer membantu mengevakuasi korban dari pelabuhan.

5. Bahaya amonium nitrat bisa sebabkan kerusakan mental

5. Bahaya amonium nitrat bisa sebabkan kerusakan mental
Instagram.com/mason_ella_

Dikutip dari Sentra Informasi Keracunan Nasional Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), senyawa amonium nitrat dengan rumus kimia NH4NO3 masuk dalam golongan garam anorganik.

Amonium nitrat biasanya digunakan sebagai pupuk, peledak, piroteknik, herbisidum, insektisidum, campuran pembeku, zat pengoksidasi, dan zat pengkatalisis. Namun, senyawa ini juga bisa digunakan sebagai ekspektoran dan urinary acidifier, industri nitrous oxide, dalam campuran pembekuan, korek api, kembang api dan pupuk.

Namun, jika digunakan untuk hal yang salah zat ini sangat berbahaya dan menimbulkan risiko. Misalnya, apabila terhirup dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan dengan gejala batuk, sakit tenggorokan dan napas yang pendek. Juga bisa menyebabkan methemoglobinemia, sianosis, konvulsi, takikardia, dispnea, bahkan hingga kematian. Kemudian, bisa menyebabkan iritasi parah pada saluran pernapasan dengan tenggorokan sakit, batuk, sesak napas dan edema paru tertunda.

Paparan zat ini dalam jangka panjang meski dalam dosis kecil bisa menyebabkan lemah, depresi, sakit kepala, hingga kerusakan mental.

Itulah tadi informasi seputar ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon. Ledakan ini menyebabkan kerusakan besar pada daerah sekitarnya bak habis perang. Semoga penduduk di sana tetap kuat dan bisa menghadapi hal ini ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.