Heboh Imbauan SARA Guru di Jakarta, Begini Cara Agar Anak Tidak Rasis!

'TS' mengajar di Jakarta Timur beri imbauan agar siswanya tidak memilih ketua OSIS berbeda keyakinan

27 Oktober 2020

Heboh Imbauan SARA Guru Jakarta, Begini Cara Agar Anak Tidak Rasis
Pexels/Ekrulila

Seorang guru SMA di Jakarta Timur memberikan imbauan kepada muridnya terkait pemilihan ketua OSIS yang berbau SARA (suku, agam, ras dan antargolongan). Guru tersebut disinyalir memberikan imbauan agar tak mendukung ketua OSIS yang non-muslim.

Tangkapan layar dari percakapan tersebut pun beredar di media sosial. Imbauan dari guru yang merupakan pengajar pendidikan Agama dan budi pekerti ini dilakukan di Whatsapp.

Karena tindakannya ini, guru dengan inisial TS tersebut tengah diperiksa dan diberi pembinaan oleh pihak sekolah dan Dina Pendidikan DKI Jakarta.

Bagaimana kronologi dari kejadian ini? Berikut Popmama.com rangkum informasi lengkapnya.

Editors' Picks

1. Mendorong siswa tidak memilih ketua OSIS non-muslim

1. Mendorong siswa tidak memilih ketua OSIS non-muslim
Pexels/Element5 Digital

Dari tangkapan layar yang beredar, guru tersebut mengimbau murid yang ada dalam grup Whatsapp miliknya terkait pemilihan ketua OSIS SMA tersebut. Ia mengintervensi agar siswa tidak memilih ketua OSIS yang berbeda keyakinan alias non-muslim.

Selain itu, TS juga mengimbau agar muridnya memilih calon ketua OSIS tertentu karena memiliki keyakinan yang sama. Intervensi ini diperparah dengan ancaman agar muridnya tidak berkhianat dalam pemilihan ketua OSIS ini.

2. Sudah mendapat pembinaan

2. Sudah mendapat pembinaan
Pexels/Cottonbro

Berita ini pun akhirnya sampai kepada pihak berwenang. Menurut Suku Dinas (Kasudin) Pendidikan Wilayah II Jakarta Timur, Gunas Mahdianto yang dikutip dari berbagai sumber mengatakan bahwa guru TS tersebut sudah mendapat pembinaan.

Pembinaan yang diberikan kepada guru perempuan berusia 56 tahun itu dilakukan oleh pihak sekolah. Selain itu, TS juga sudah dilaporkan kepada Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan akan ditindak lanjuti kasusnya.

Karena kasus ini, Gunas menilai bahwa seorang guru tidak pantas melakukan tindakan tersebut. Mengingat, imbauan SARA dapat memicu perpecahan internal di sekolah dan kesenjangan diantara murid-muridnya.

Gunas berpesan agar guru lebih bijak dalam bertutur baik secara langsung ataupun lewat media seperti pesan Whatsapp.

3. Menjaga dan mendidik anak agar tidak rasis

3. Menjaga mendidik anak agar tidak rasis
Pexels/Ketut Subiyanto

Karena kejadian ini tentunya kembali lagi, peran orangtua sangat penting dalam membimbing anak. Peran orangtua untuk membantu anak agar tidak rasis harus ditanamkan sejak kecil. Orangtua juga perlu mengajarkan anak untuk menghormati perbedaan sesama menjadi hal yang sangat penting.

Oleh karenanya, Mama dan Papa bisa membiasakan dan berdiskusi dengan anak dalam melatih hal ini. Berikut adalah tips menjaga dan mendidik anak agar tidak rasis.

  • Saat berkomunikasi dengan anak usahakan tidak menggunakan kata yang menyinggung SARA
  • Jadilah contoh dan tunjukkan ke anak bersikap positif terhadap perbedaan
  • Tidak menghubungkan kejatahan seseorang dengan suku, rasa, agama dan golong tertentu
  • Bimbing anak untuk memahami perbedaan karakter serta kerpibadian manusia yang tak bisa dilihat dari suku, ras, agama dan golongan mereka
  • Hindari untuk mengabaikan pembicaraan SARA pada anak
  • Ajarkan anak untuk menghindari asumsi kepada teman atau orang lain berdasar latar belakangnya
  • Dorong anak untuk bersosialisasi dengan kelompok bermain yang melibatkan banyak orang dari berbagai latar belakang
  • Berikan pemahaman kepada anak kalau setiap orang memiliki keyakinan dan pemahaman berbeda tapi wajib dihormati

Itu tadi berita mengenai guru TS mengimbau muridnya yang menyinggung SARA. Sebagai orangtua, kita harusnya sudah bisa memberikan pemahaman kepada anak tentang hal ini sejak kecil. Jangan lupa untuk mengajarkan kepada anak bahwa perbedaan hal indah yang perlu dihormati keberadaannya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.