Minum Banyak Kopi Bisa Mengecilkan Payudara, Perlukah Was-Was?

17 persen perempuan yang banyak mengonsumsi kopi punya ukuran payudara lebih kecil

23 Februari 2021

Minum Banyak Kopi Bisa Mengecilkan Payudara, Perlukah Was-Was
Unsplash/nate_dumlao

Bagi Mama milennials, rupanya kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Kebutuhan akan kafein menjadi pembuka hari yang tak bisa dilewatkan.

Namun, ada satu mitos yang berkembang mengenai kebiasaan ini. Perempuan yang terlalu banyak minum kopi bisa mengalami pengecilan payudara, benarkah?

Hal tersebut berkembang sejak tahun 2008 lalu. Di mana penelitian dari Universitas  Lund di Swedia yang mempelajari kaitan antara kopi dan kanker payudara pada 460 perempuan saat itu.

Dalam studi yang sama, peneliti dari Universitas Lund menyebut jika konsumsi kopi dalam jumlah tinggi mempengaruhi ukuran payudara perempuan.

Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya.

Editors' Picks

1. Minum 3 cangkir kopi dalam sehari memengaruhi ukuran payudara

1. Minum 3 cangkir kopi dalam sehari memengaruhi ukuran payudara
pixaby/thoughtcatalog

Penelitian yang dilakukan Universitas Lund tujuan utamanya adalah untuk meneliti konsumsi kopi dan kemungkinan kanker payudara yang diderita perempuan. Namun, dalam penelitian yang rupanya para peneliti mendapatkan hasil yang tak kalah mengejutkan soal ukuran payudara perempuan yang dipengaruhi oleh konsumsi kopi harian.

Mengutip dari She Knows, penelitian itu menyebut jika rata-rata perempuan yang minum tiga cangkir kopi dalam sehari, memiliki ukuran payudara 17 persen lebih kecil daripada mereka yang minum kurang dari itu.

Disebutkan dalam British Journal of Cancer bahwa minum tiga cangkir kopi atau lebih dalam sehari sudah cukup untuk menyebabkan ukuran payudara mengecil.

Namun, efek positifnya adalah perempuan yang minum banyak kopi cenderung memiliki payudara yang lebih sehat dan kuat.

Hasil studi utama dalam penelitian ini menunjukkan meminum kopi sebanyak tiga cangkir sehari bisa menurunkan risiko kanker payudara hingga 33 persen. Peneliti juga menemukan bahwa perkembangan kanker payudara melambat dengan konsumsi kafein tinggi. 

2. Kopi disebut memengaruhi hormon tertentu dalam tubuh perempuan

2. Kopi disebut memengaruhi hormon tertentu dalam tubuh perempuan
Freepik/master1305

Kepala ahli onkologi, Helena Jernstroem dalam penelitian yang dilakukan Universitas Lund mengamati data yang menghubungkan perempuan antara kopi dan payudara.

Studi yang dilakukan itu menemukan bahwa sekitar setengah dari perempuan yang memiliki gen tertentu bisa mengalami ukuran payudara mengecil ketika meminum kopi dalam jumlah banyak.

"Payudara memang bisa menjadi lebih kecil, tapi tidak akan menghilang seketika," jelasnya, dikutip dari Your Tango

Oleh karenaya, mitos mengenai ukuran payudara yang mengecil karena kopi ini tidak sepenuhnya salah. Kopi bisa memengaruhi tapi untuk perempuan yang lahir dengan gen bawaan tertentu.

3. Hal-hal yang mempengaruhi ukuran payudara perempuan

3. Hal-hal mempengaruhi ukuran payudara perempuan
Pexels/andy-barbour

Ukuran payudara setiap perempuan berbeda-beda. Di mana sebagian besar dipengaruhi oleh faktor genetik, tapi bukan berarti faktor ini mendominasi.

Ukuran payudara bergantung pada banyaknya lemak di payudara. Belum ada penelitian yang pasti menyebutkan jika kopi berpengaruh lansung kepada semua perempuan karena dapat mengecilkan payudara. 

Dikutip dari Self, ada beberapa faktor yang memengaruhi ukuran payudara perempuan:

  • Genetik.
  • Berat badan.
  • Olahraga.
  • Menstruasi.
  • Pengontrol kehamilan (KB).
  • Kehamilan dan menyusui.
  • Umur.

Namun, terlepas dari anggapan di atas. Hidup sehat memang menjadi pilihan terbaik. Meski kafein dianggap punya andil dalam pencegahan kanker, tapi ada juga beberapa studi yang menunjukkan kafein dapat menghambat penyerapan kalsium pada tubuh, mengganggu kualitas tidur, serta menimbulkan benjolan dan nyeri pada payudara wanita. 

Konsumsilah kopi sebanyak 2-3 cangkir per hari dan jangan berlebihan ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.