Pasien Harus Hati-Hati Memilih Terapi Pengobatan Covid-19

Semua pengobatan Covid-19 harus ada pertimbangan dokter dan kesetujuan pasien sendiri

29 Juli 2021

Pasien Harus Hati-Hati Memilih Terapi Pengobatan Covid-19
Pexels/karolina-grabowska

Pemerintah Indonesia saat ini berupaya untuk menekan laju penambahan kasus Covid-19 seefektif mungkin. Mulai dari vaksinasi massal hingga pemberian obat dan regimen untuk pasien Covid-19 agar segera membaik.

Dikutip oleh Instagram dr. Adam Prabata, hingga saat ini banyak obat, bahan, tumbuhan dan atau benda yang beredar di media sosial yang diklaim punya efek untuk mencegah atau mengobati virus ini di dalam tubuh. Klaim itu tentu menimbulkan harapan bagi orang yang melihatnya.

Sehingga tidak sedikit yang mengonsumsi atau menggunakan berbagai obat atau benda itu untuk mengobati dirinya atau mencegah Covid-19. Padahal efeknya kadang belum diketahui.

Lantas bagaimana harus bersikap? Dokter Adam pun menuturkan pendapatnya melalui postingan pada Minggu (25/7/2021).

Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya!

Editors' Picks

1. Kapan suatu obat dikatakan bisa efektif untuk pasien Covid-19?

1. Kapan suatu obat dikatakan bisa efektif pasien Covid-19
Freepik/jcomp

Makin banyaknya informasi yang beredar, kadang membuat masyarakat juga bingung. Menurut dr. Adam salah satu efektivitas obat Covid-19 bisa diliha dari bukti ilmiah berdasarkan penelitian secara konsisten dan tentunya disetujui oleh lembaga yang berwenang.

"Memiliki bukti ilmiah yang kuat dan konsisten serta disetujui oleh lembaga yang berwenang. (Bukan dari) testimoni pengguna yang mendapatkan hasil bagus. (Bukan dari) kata ahli X yang menyebut efekti, dan (bukan dari) 'saya sudah riset sendiri dan berhasil', tapi hasil risetnya tidak ada atau lemah," jelas dr. Adam dalam Instagramnya. 

Alasan dari perlunya bukti ilmiah ini karena agar obat benar-benar aman dan minim efek samping di tubuh manusia. Hal itu harus dilalui serangkaian tes dari pre-klinis dan klinis yang akan membedah profil obat, bahan atau terapi yang penting untuk diketahui.

"Berupa dosis (minimal, maksimal dan optimal), efektivitas terhadap suatu penyakit, cara kerja obat, serta efek samping dan keamanan," jelas dr. Adam.

2. Invermectin untuk obat Covid-19 menurut WHO

2. Invermectin obat Covid-19 menurut WHO
Freepik/drobotdean

Dikutip dari siaran resmi WHO penggunaan Invermectin untuk Covid-19 menyarankan hanya untuk uji klinis saja. Keterangan yang diunggah pada 31 Maret 2021 itu menyebutkan kalau belum ada bukti efektif penggunaan Invermectin untuk obat Covid-19.

"Bukti saat ini tentang penggunaan Ivermectin untuk mengobati pasien Covid-19 belum meyakinkan. Hingga lebih banyak data tersedia, WHO merekomendasikan bahwa obat hanya digunakan dalam uji klinis," tutur WHO.

Penetapan itu berdasarkan meningkatnya kasus dan hasil sejumlah penelitian kelompok yang melihat Invermectin menjadi salah satu obat potensial untuk Covid-19. 

Dari sebuah penelitian, WHO meninjau data yang dikelompokkan dari 16 uji coba terkontrol acak (total terdaftar 2407 sample), termasuk pasien rawat inap dan rawat jalan dengan Covid-19.

Penelitian kelompok itu menyebutkan bahwa bukti Ivermectin mengurangi kematian, kebutuhan untuk ventilator pada pasien Covid-19, kebutuhan untuk perawatan rumah sakit dan waktu untuk peningkatan klinis pada pasien Covid-19 adalah "kepastian yang sangat rendah".

Karena ukuran kecil dan keterbatasan metodologis data uji yang tersedia, termasuk sejumlah kecil peristiwa. WHO juga belum mengatur penggunaan Ivermectin untuk mencegah Covid-19.

3. Bagaimana peran invermectin untuk terapi Covid-19?

3. Bagaimana peran invermectin terapi Covid-19
Dok. FLCC

Dokter-dokter di seluruh dunia terus berjuang mencari pengobatan terbaik sebagai solusi dalam penyembuhan pasien Covid-19. Di Indonesia sendiri, pemerintah akan menggunakan Ivermectin sebagai salah satu terapi Covid-19. 

Ivermectin saat ini di Indonesia masih dalam proses uji klinis untuk memastikan efektivitas dalam penyembuhan Covid-19.

President, Chief Medical Officer Front Line COVID-19 Critical Care Alliance, dr. Pierre Kory, MPA, MD dalam webinar World Invermectin Day, Minggu (25/7/2021) menjelaskan bahwa ivermectin memiliki sejarah 40 tahun tingkat keamanan yang tinggi dan memiliki efek samping kecil dan jarang.

Ketua Konsil Kedokteran Indonesia, dr. Putu Moda Arsana, mendukung uji coba klinis yang dilakukan untuk mengetes kemampuan Ivermectin dalam menyembuhkan Covid-19. Uji klinis yang dilakukan ini akan menjadi salah satu pijakan penting bagi dokter untuk memberikan pengobatan kepada masyarakat yang sedang terkena virus corona. 

"Ada tiga hal yang harus diperhatikan oleh para dokter sebelum mengambil tindakan penanganan pasien yang memerlukan pertolongan. Pertama keilmuan dan pengalamannya dalam menangani penyakit pasien; kedua adalah aspek nilai dan pilihan pasien yang terdiri atas kondisi fisik, psikologis, dan faktor sosial; sedangkan yang ketiga adalah bukti riset yang kuat. Uji coba terhadap Ivermectin ini akan menjadi bagian penting para dokter untuk menyarankan dan memberikan Ivermectin sebagai obat untuk membantu penyembuhan Covid-19," ungkap dr. Putu Moda Arsana dalam webinar World Invermectin Day, Minggu (25/7/2021).

Dokter Putu menyebut kalau masyarakat bisa mempertimbangkan untuk mengkonsumsi Ivermectin apabila disarankan oleh dokter. Ia menjelaskan sebab dokter yang memberikan obat kepada pasien sudah memperhitungkan banyak aspek, termasuk penggunaannya bagi efek tubuh pasien. 

Sejauh ini, menurut dokter Putu riset yang ada mengenai Ivermectin aman bagi tubuh selama penggunaannya diawasi oleh dokter.

Itulah tadi informasi seputar pasien harus hati-hati untuk memilih terapi Covid-19. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi Mama dan Papa yang membutuhkan.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.