Eksklusif: Berkarya dari Keresahan, Cara Radhini Melihat Peluang untuk Mewujudkan Mimpinya

Konsep 'banyak keran air' jadi hal yang dianut Radhini agar tidak mengecilkan mimpi-mimpi yang ingin dicapainya

17 Oktober 2021

Eksklusif Berkarya dari Keresahan, Cara Radhini Melihat Peluang Mewujudkan Mimpinya
Instagram.com/radhini_

Tidak ada salahnya sebagai manusia kita punya banyak mimpi. Justru dari sana, dengan semangat mengejar hal itu membuat kita lebih merasa hidup dan punya tujuan setiap hari.

Millennial Mama of The Month edisi Oktober 2021, Radhini Aprilya mengaku ia berusaha jeli melihat setiap peluang untuk mewujudkan mimpinya. Sebab, ia paling tidak mau mencoret mimpi-mimpi yang sudah ada dalam list-nya tersebut.

Hal itu yang mendorong dirinya mau bekerja keras dan berusaha.

Bagaimana pun, sebisa mungkin, mimpi yang sudah ia tulis bisa terlaksana. Mulai dari mengembangkan bakatnya dalam bernyanyi, berbisnis, hingga podcast yang awalnya iseng adalah sederet upaya yang ia lakukan untuk mencapai tujuannya.

Bagaimana cerita Radhini Aprilya yang berusa tetap hustle untuk berjuang demi mimpi dan kariernya?

Yuk, ikuti wawancara khusus dengan Popmama.com berikut ini.

1. Podcast RAPOT yang menginspirasi, berawal dari iseng ingin ngobrol seru dengan sahabat

1. Podcast RAPOT menginspirasi, berawal dari iseng ingin ngobrol seru sahabat
Instagram.com/_rapot

Radhini Aprilya punya sederet kegiatan rutin setiap harinya. Selain sebagai Mama dari Imani, ia adalah podcaster dibalik RAPOT, salah satu podcast yang terkenal di kalangan milenial saat ini.

Diakuinya podcast itu tidak pernah bertujuan untuk menginspirasi sama sekali. Berawal dari ide sahabatnya, Abigail, RAPOT dimulai hanya untuk melepas rindu empat orang sahabat yang sudah berteman baik selama 9 tahun.

"Kita pun perkenalkan podcast itu dari Abigail, kita iseng-iseng rekam tanpa ekspektasi apapun, murni karena ingin bertemu rutin aja," pungkasnya kepada Popmama.com.

Tak memililki tujuan pasti dari podcast itu, kini RAPOT menjelma menjadi karya dan brand yang besar. Banyak public figure hingga produk yang tertarik dengan bahasan-bahasan mereka yang saat ini sudah punya pendengar setia.

"Sama sekali tidak punya tujuan dan ekspektasi apa-apa. Apakah bisa dikomersilkan, bisa terkenal, tidak ada rencana sama sekali. Alhamduillah-nya, along the way ada beberapa mereka yang mulai percaya, itupun di awal-awal kita belum mau (terima). Karena kita sendiri tidak tahu menghargai berapa rupiahnya karena tidak ada formulanya saat itu," tutur Radhini.

Baru setelah mulai terbentuk brand dan citra dari RAPOT, ia dan ketiga temannya mau menerima hasil rupiah dari podcast tersebut. Tentunya tidak asal, karena hanya merek yang satu visi dan sesuai dengan ketentuan podcast RAPOT saja yang diterima. 

Editors' Picks

2. Bahagia sebagai podcaster, Radhini bersyukur banyak orang yang terbantu dengan RAPOT

2. Bahagia sebagai podcaster, Radhini bersyukur banyak orang terbantu RAPOT
Instagram.com/_rapot

Banyak suka yang diungkapkan Mama 1 anak ini karena menjadi podcaster. Kebahagiaan terbesarnya adalah karena bisa bertemu ketiga sahabatnya secara rutin.

Selain itu, ia bahagia karena podcast RAPOT menjadi obat rindu bagi member RAPOT sendiri yang sudah tidak siaran radio. Sebab, selama 9 tahun mereka berteman baik awal mereka 'nyambung' satu sama lain karena bekerja dan siaran di radio yang sama.

"Jujur, kita tidak menyangka ternyata cerita 'nyampah' kita bisa menjadi inspirasi banyak orang. Bisa menyalurkan kekangenan kita untuk siaran (radio), karena 3 dari kita sudah tidak siaran lagi. Eh, ternyata juga menghasilkan, jadi alhamdulillah sekali," tutur Radhini.

Setiap hari diakui Radhini banyak direct message yang masuk dari pendengar setiap RAPOT. Ada beberapa cerita yang membuatnya terharu, ia menyebutkan salah satunya karena RAPOT berhasil menginspirasi seseorang untuk berani keluar dari toxic relationship yang pendegar itu alami. 

"Senang sekali karena kita juga bisa memberikan dampak nyata," tuturnya.

3. Cerita Radhini soal menciptakan musik, berawal dari keresahannya sendiri

3. Cerita Radhini soal menciptakan musik, berawal dari keresahan sendiri
Instagram.com/radhini_

Lagu bisa dibilang sebagai salah satu bentuk penyaluran emosi seseorang. Hal itu diamini Radhini, sebab ia mengaku tak bisa menulis lagu cinta dan romantis. 

Inspirasi musik dan lagu Radhini banyak berasal dari keresahannya dalam memandang dunia.

Oleh karena itu, saat sudah menjadi Mama dan menemukan titik bahagia, agak sulit baginya untuk mengulik keresahan baru dalam menciptakan karya yang sesuai dengan dirinya.

"Sekarang saya sedang berusaha untuk berkarya dan membuat lagu lagi. Inspirasi lagu dari keresahan karena memang bukan orang yang bisa buat lagu-lagu cinta atau bahagia, gitu. Sekarang sudah punya anak, bahagia sekali, jadi bingung nulis apa karena tidak punya keresahan," tuturnya.

Diungkapkan penyanyi kelahiran 1988 ini kalau lagu 'Sampai Nanti' adalah yang paling berkesan. Lewat lagu itu, ia bisa bertemu lebih banyak orang, melihat banyak tempat hingga menemukan sudut pandang baru dari musik yang ia ciptakan sendiri.

"Karena lagu itu saya ciptakan sendiri setelah sebelumnya banyak membawakan lagu karya orang lain. Itu menyadarkan saya, ternyata saya bisa juga membuat lagu dan awalnya juga karena keresahan. Kalau tidak ada momen itu atau keresahan itu, saya mungkin tidak akan pernah sadar kalau saya sendiri bisa menciptakan lagu sendiri," ucap Radhini. 

4. Terjun ke bisnis MLM, Radhini punya pelajaran yang bisa 'relate' dengan kehiduapan

4. Terjun ke bisnis MLM, Radhini pu pelajaran bisa 'relate' kehiduapan
Instagram.com/radhini_

Bisnis multi-level marketing (MLM) juga dijalani Radhini. Ini menjadi salah satu peluang yang ia lihat juga upaya untuk mendukung dirinya mewujudkan mimpi.

Awalnya hanya itu, tapi ketika terjun langsung Radhini justru menemukan banyak pelajaran dari sana. 'Tidak hanya uang', hal pertama yang Radhini katakan saat ditanya soal hal ini oleh Popmama.com.

"Ini mengejarkan aku untuk tidak memikirin diri sendiri karena ini bisnis kerja kelompok. Dan itu bisa berlaku di kehidupan sehari-hari. Misalnya, di Jawaika (salah satu bisnisnya) butuh orang lain untuk maju, bergitupun di RAPOT. Lalu di rumah, kita juga butuh support system untuk maju. Tidak bisa sendirian agar semuanya bisa kondusif," pungkasnya.

Selain itu, bisnis ini juga mengajari Radhini untuk bertumbuh dan belajar terus sebagai manusia. 'Kuncinya itu untuk maju', tegasnya.

"Ini sangat berlaku dikehidupan, kalau kita hanya diam di situ, kita tidak punya pemahaman baru, ilmu baru ya akan disitu saja sampai the rest of our life," lugasnya. 

5. Pantang mengecilkan impian, Radhini menganut konsep 'banyak keran air'

5. Pantang mengecilkan impian, Radhini menganut konsep 'banyak keran air'
Instagram.com/radhini_

Konsep yang dikenalkan Radhini untuk mengupayakan agar mimpinya terwujud adalah 'banyak keran air'. Artinya, berusaha semaksimal mungkin untuk punya banyak pendapatan.

Radhini tak mau menyerah atau mencoret mimpinya karena hal ini. Sebisa mungkin, segala upaya ia bisa mewujudkan mimpi-mimpi yang sudah ada di listnya.

Salah satu yang ingin ia wujudkan adalah membawa keluarga besar liburan ke luar negeri hingga punya tabungan dana darurat untuk masa depan anaknya kelak.

"Banyak hal itu tidak mungkin terwujud kalau kita hanya begini saja. Perlu ada upaya, daripada mencoret mimpi lebih baik saya tambah keran pendapatan yang ada. Makanya saya punya beberapa bisnis, kalau satu tidak berjalan baik masih ada yang B tapi sambil cari tahu kenapa A tadi stuck dan seterusnya," tutur Radhini.

Mendengar cerita Radhini, kita bisa tahu bahwa manusia sangat boleh punya banyak mimpi. Kita tidak perlu merasa 'egois' karena mengejar apa yang kita inginkan sejak awal. 

Namun, perlu dipahami juga kalau kita harus bisa mengkomunikasikan ini kepada keluarga dan pasangan. Agar, mereka sebagai orang terdekat kita juga memahami maksud dan tujuan dari hal yang ingin kita capai tersebut. 

Ketika orang terdekar mengerti, maka mereka akan menjadi support system yang tangguh untuk mendukung. Siap menjadi penolong pertama saat kita mulai lesu dan menyerah dengan apa yang kita capai.

Millennial Mama of the Month Edisi Oktober 2021 - Radhini Aprilya Hapsari

Editor in Chief - Sandra Ratnasari
Senior Editor - Novy Agrina
Video Creator - Onic Metheany
Asst. Editor - FX Dimas Prasetyo  
Reporter - Putri Syifa Nurfadilah & Ninda Anisya
Social Media - Irma Ediarti
Video Editor - Jihan
Design - Shania Tabina Anandanoe

Baca juga:

#MillennialMama of the Month

Radhini
Millennial Mama

Radhini

"Selain mengurus keluarga, masih banyak orang yang harus saya bantu"

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.