Yuk, Kenali Apa Itu Sindrom Dipepsia

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya sedang menderita sindrom dipepsia

10 Agustus 2019

Yuk, Kenali Apa Itu Sindrom Dipepsia
Freepik

Kamu harus tahu, sebagai besar orang tidak menyadari bahwa dirinya menderita sindrom dispepsia. Gangguan pencernaan yang menimbulkan ketidaknyamanan pada perut bagian atas atau dada ini biasanya terjadi setelah seseorang makan ataupun minum.

Meski dipepsia bukan merupakan gangguan kesehatan yang serius, ketidaknyamanan yang ditimbulkan bisa menimbulkan ketidaknyamanan.

Kamu yang menderita dipepsia mungkin akan merasa kenyang atau sensasi tidak nyaman saat makan, meski kala itu, kamu belum mengonsumsi makanan dalam porsi yang banyak.

Selain itu, seseorang yang menderita sindrom dipepsia akan merasakan rasa nyeri atau sakit pada perutnya. Hal ini karena saat kamu menderita sindrom dipepsia, produksi asam lambung akan meningkat.

Peningkatan produksi asam lambung yang berlebih bisa menyebabkan iritasi pada dinding permukaan lambung dan menimbulkan rasa nyeri.

Adapun gejala lain yang juga mungkin dirasakan adalah sensasi kenyang yang lebih lama. Perut akan terasa begitu penuh dalam jangka waktu yang cukup lama.

Nah, selain gejala yang telah disebutkan tadi, gejala lain yang juga mungkin juga kamu rasakan saat terkena sindrom dipepsia adalah munculnya mual, muntah, perut kembung, dan sering bersendawa.

Lalu, bagaimana cara mengatasi sindrom dipepsia? Dilansir dari Mayo Clinic dan beberapa sumber lainnya, ini caranya:

1. Menghindari konsumsi makanan tertentu

1. Menghindari konsumsi makanan tertentu
Pixabay/27707

Untuk menghindari atau mencegah sindrom dipepsia bertambah parah, kamu disarankan untuk menghindari konsumsi makanan pedas.

Konsumsi makanan pedas dapat menyebabkan dan memperparah kondisi dipepsia yang kamu derita. Selain makanan pedas, makanan yang mengandung lemak tinggi dan makanan olahan sebaiknya juga dibatasi.

2. Menghindari konsumsi minuman berkafein

2. Menghindari konsumsi minuman berkafein
Pexels/Rawpixel.com

Selain menghindari makanan bercita rasa pedas, mengandung lemak tinggi, dan makanan olahan, ada pula minuman yang sebaiknya kamu hindari.

Minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh dan soda sebaiknya dibatasi atau dihindarkan karena minuman-minuman ini dapat memicu dipepsia.

Nah, selain minuman berkafaein, hindari pula konsumsi minuman beralkohol ya saat kamu mulai merasakan gejala dari dipepsia. 

Editors' Picks

3. Konsumsi jahe hangat

3. Konsumsi jahe hangat
Freepik

Saat gejala dari dipepsia diderita, kamu disarankan untuk mengonsumsi jahe hangat. Dilansir dari Healthline, konsumsi jahe hangat dapat membantu mengurangi asam lambung sekaligus membuat perut terasa lebih nyaman.

Namun meski jahe bisa dijadikan sebagai obat alternatif dipepsia, sebaiknya batasi pula konsumsi jahe hangat. Takaran jahe yang dikonsumsi sebaiknya sekitar 3 – 4 gram saja per harinya.

4. Konsumsi makanan dalam porsi kecil

4. Konsumsi makanan dalam porsi kecil
Freepik.com

Pola makan yang buruk bisa menyebabkan dipepsia. Untuk itu, cek kembali pola makan yang kamu jalani. Jika kamu selama ini terbiasa makanan dalam porsi yang banyak dalam sekali makan, maka ubah kebiasaan ini.

Kamu disarankan untuk makan dalam porsi kecil namun sering dibandingkan sekaligus dalam porsi besar. Sebab jika kamu makan dalam porsi besar sekaligus, saluran cerna harus bekerja kerasa untuk mencerna makanan yang kamu konsumsi.

5. Berhenti merokok

5. Berhenti merokok
medicaldaily.com

Ya, perubahan gaya hidup secara menyeluruh perlu untuk dilakukan, termasuk menghentikan kebiasaan merokok, terutama menjelang atau sesudah makan. Sebab kebiasaan ini juga bisa menimbulkan ketidaknyamanan pada perut dan mungkin juga bisa memicu dipepsia.

Jika cara tersebut telah dilakukan dan dipepsia yang akmu derita tak kunjung membaik dan menimbulkan ketidaknyamanan yang parah, konsultasikan ke dokter.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;