Ditagih Utang Jangan Galak, Ketahui Adab yang Benar Sesuai Islam

Jangan galak-galak, ternyata ada adab baik nya lho!

28 September 2021

Ditagih Utang Jangan Galak, Ketahui Adab Benar Sesuai Islam
Unsplash/Christian Dubovan

Kita semua mungkin sepakat urusan keuangan setiap orangnya pasti sensitif ketika dibahas. Apalagi, topik ini juga bisa jadi alasan renggangnya hubungan pertemanan lho!

Misalnya ketika memiliki utang, terkadang orang yang punya utang lebih galak nih ketimbang orang yang nagihnya.

Wah, jangan sampai gitu ya, Ma. Karena dalam Islam, ada adab yang mesti dilakukan ketika menagih bahkan membayar utang.

Nah, penasaran kan bagaimana aturannya dalam Agama Islam? Berikut sudah Popmama.com rangkum informasinya untuk Mama.

Editors' Picks

1. Selalu mengedepankan cara yang baik

1. Selalu mengedepankan cara baik
Freepik/rawpixel.com

Seperti dilansir dari Bincang Syariah, ketika Mama memberikan sejumlah uang untuk dipinjamkan kepada orang lain, kita dianjurkan untuk menagih ketika sudah lewat tanggal sesuai kesepakatan.

Jadi, jangan buru-buru sebelum selesai tanggal yang disepakati ya. Dalam menagih utang juga, kita dianjurkan untuk menagihnya dengan cara yang baik.

Eh, terkadang justru orang yang kita beri pinjam uang bisa jadi lebih galak dan tidak menghargai Mama nih ketika ditagih.

Nah, penting bagi kita ketahui bersama bagaimana sih adab baik ketika menagih utang kepada orang lain, bahkan orang yang ditagih tidak lebih galak dari yang meminjamkan uang.

2. Harus bersikap baik dan sopan

2. Harus bersikap baik sopan
Freepik

Islam mengajarkan bahwa baik orang yang memberi pinjaman maupun orang yang meminjam uang, dianjurkan untuk bersikap baik dan sopan santun.

Jangan mentang-mentang punya uang, orang yang menagih juga harus menggunakan cara yang terpuji dan baik dalam menagih utang.

Mama jangan menghina bahkan berkata kasar kepada orang yang ditagih, apalagi sampai menagih di depan umum untuk mempermalukannya.

Hal tersebut ternyata selaras dengan sabda Rasulullah dalam hadis riwayat Ibnu Majah dan Ibnu Umar dan Aisyah, yang berkata:

“Barang siapa yang menuntut haknya, maka hendaknya dia menuntutnya dengan cara yang baik, baik pada orang yang ingin menunaikannya atau pada orang yang tidak ingin menunaikannya.

3. Orang yang ditagih jangan galak dan marah-marah

3. Orang ditagih jangan galak marah-marah
Freepik/cookie_studio

Nah, hal ini juga berlaku kepada orang yang ditagih utangnya nih, Ma. Orang tersebut wajib membayar utangnya dan berkomitmen dengan waktu yang sudah disepakati bersama.

Bagaimana jika ternyata belum mampu membayar sesuai tanggal yang disepakati? Orang tersebut harus berterus terang dengan cara baik, tanpa menggunakan kata kasar atau bahkan lebih galak ketika ditagih.

Jika Mama tahu, Rasulullah juga pernah lho ditagih utangnya oleh seseorang dengan cara yang kasar bahkan ditagihnya di depan umum lagi.

Namun, Nabi Saw bersikap sabar dan baik, bahkan menyuruh para sahabatnya agar membayar utangnya dengan yang lebih baik.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Abu Hurairah, ada orang yang kasar ketika menagih utang kepada Rasulullah.

Sontak, para sahabat ingin memukul orang tersebut lalu dicegah oleh Rasulullah sambil berkata “Biarkanlah dia, karena bagi pemegang kebenaran berhak menyatakan kebenarannya.

Kemudian nabi menyuruh sahabat mencarikan anak unta untuk menebus utangnya. Sahabat tidak menemukan anak unta, yang ia temukan hanya anak unta yang umurnya lebih tua.

Alhasil, Rasulullah menyuruh sahabatnya untuk memberikan unta yang lebih tua kepada si penagih utang.

Nah, itu tadi beberapa penjelasan mengenai adab menagih utang yang dianjurkan oleh Rasulullah, semoga bisa kita tiru adab baik yang diajarkan ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.