Kecanduan Medsos, Kenali Dampak Buruk yang Berpengaruh pada Keluarga

Jangan sampai menjauhkan yang dekat ya, Ma!

2 Agustus 2021

Kecanduan Medsos, Kenali Dampak Buruk Berpengaruh Keluarga
Freepik/freepik

Keadaan yang memaksa kita selalu diam di rumah bersama keluarga, baik ketika bekerja, belajar maupun bersekolah terkadang membuat kita jenuh sesekali.

Obat jenuh yang paling ampuh scrolling lini masa media sosial, dan melihat teman-teman sedang melakukan aktivitas sehari-hari.

Tidak apa-apa memang, tetapi jangan sampai sekat tersebut dibuat karena gawai masing-masing anggota keluarga, seperti hubungan antara anak dan orangtua.

Nah, untuk mengetahui dampak buruknya apa saja terhadap hubungan keluarga, Popmama.com sudah merangkum informasinya untuk Mama.

Editors' Picks

1. Pengaruh media sosial pada hubungan keluarga

1. Pengaruh media sosial hubungan keluarga
Pexels/Julia M Cameron

Dampak media sosial terhadap keluarga telah diteliti untuk melihat apa saja dampak negatif dan positif yang terjadi. Para psikolog semakin khawatir bahwa teknologi merusak komunikasi keluarga.

Hal itu juga dapat merampas perhatian, komunikasi, dan perasaan aman keluarga di dalam unit paling kecil dan dekat.

Sebuah buku karya Sherry Turkle, Alone Together, berbicara tentang sebuah penelitian yang dilakukan di mana orang tua dan anak-anak diminta pendapatnya tentang teknologi.

Hasilnya sangat menakjubkan. Banyak anak melaporkan bahwa mereka merasa orang tua mereka kecanduan ponsel atau komputer mereka.

Anak-anak menyatakan keinginan orang tua mereka untuk menghabiskan waktu berkualitas dan berinteraksi dengan mereka.

Studi ini menunjukkan pertumbuhan kecanduan media sosial dalam keluarga dan kebutuhan akan lebih banyak interaksi sosial keluarga.

Sebagai alternatif, teknologi dapat digunakan untuk menjaga keluarga tetap terhubung. Seperti menanyakan kabar, mencari tempat atau lokasi yang dituju sehingga anak segera dihubungi jika orangtuanya membutuhkannya.

Teknologi juga membantu keluarga yang bercerai atau berpisah melalui kontak suara atau wajah yang lebih langsung.

Dalam sebuah studi tahun 2008 yang diterbitkan oleh Pew Research Center's Internet & American Life Project, melaporkan bahwa ponsel, email, dan aplikasi pesan membantu keluarga mengimbangi peningkatan stres kehidupan modern, dengan memungkinkan mereka berkomunikasi dengan anggota keluarga saat terpisah.

2. Interaksi negatif yang dipicu oleh media sosial

2. Interaksi negatif dipicu oleh media sosial
Pexels/mikoto.raw

Jelas Mama juga tahu bahwa pengaruh media sosial sangat kuat bukan? Jangan kaget juga bahwa media sosial bisa melahirkan interaksi negatif.

Sebagai manusia, kita pada dasarnya bersifat sosial dan mendambakan ikatan dalam hubungan.

Kita mungkin merasa bahwa kita terhubung melalui media sosial, tetapi itu menghilangkan kemampuan kita untuk mendengar dan melihat pesan verbal dan nonverbal.

Dalam studi media sosial dampak keluarga lainnya, ditemukan bahwa ketika orang tua pulang kerja dan anak-anak mereka sibuk dengan gawainya, orang tua yang disambut kedatangannya hanya 30% dan orangtua yang diabaikan sekitar 50%.

Ketika anak-anak yang menghabiskan banyak waktu dengan gawainya, itu bisa jadi karena mereka merasa kurang didukung oleh orang tuanya.

3. Sulit fokus dan meninggalkan tanggung jawab pribadi

3. Sulit fokus meninggalkan tanggung jawab pribadi
Freepik/8photo

Orang tua yang kecanduan media sosial akan abai terhadap pekerjaannya, dan kurang fokus dalam mengerjakan sesuatu.

Belum lagi ada sebuah penelitian yang berkaitan dengan anak-anak yang menghabiskan lebih banyak waktu menggunakan teknologi dan berada di depan layar.

Anak-anak tadi memiliki lebih banyak kesulitan daripada teman sebayanya untuk memahami emosi, mengembangkan hubungan, dan mungkin lebih bergantung pada orang lain.

Rasanya di era serba modern ini sangat penting untuk membangun hubungan interpersonal dengan keluarga kita nih.

Anak-anak ingin dipeluk, didengarkan juga, dan menghabiskan waktu berkualitas bersama anggota keluarga.

Jadi, selagi ada anak dan orangtua di rumah, jangan keasyikan pantengin medsos ya, Ma! Karena Mama bisa membangun hubungan yang lebih menyenangkan seperti mengobrol dan bercerita.

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.