Beberapa waktu lalu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, sempat menjajali resto Lounge In The Sky Indonesia yang baru beroperasi di Mangkuluhur City Office, Jalan Gatot Subroto, Semanggi, Jakarta. Sandi merekomendasikan tempat tersebut sebagai destinasi untuk mengetahui dan melihat keindahan Jakarta dari ketinggian 50 meter.
Lounge In The Sky Indonesia menerapkan konsep resto melayang di atas ketinggian 50 meter dari atas tanah dimana menggunakan bantuan crane khusus. Terdapat meja dengan skema 4-4 yang terdiri dari delapan meja dan juga tersedia meja untuk chef serta beberapa staff yang akan menghidangkan makanan selama 'melayang' di atas. Tentu saja tiap kursi dilengkapi sabuk pengaman agar tetap aman selama berada di platform Lounge In The Sky resto tersebut.
Konsep bersantap unik yang menawarkan sensasi menegangkan ala roller coaster ini bukanlah sesuatu yang baru. Adalah pengusaha asal Belgia, David Ghyles yang memperkenalkan ide makan malam di udara.
Pada tahun 2006, Ide Ghyles diwujudkan melalui restoran bernama Dinner in The Sky Belgium, yang menjadi momentum restoran melayang pertama di dunia. Konsep resto ini kemudian diikuti oleh puluhan negara dari berbagai benua termasuk Indonesia.
Ide menyantap makanan dari ketinggian dengan sensasi menegangkan ini perlu dicoba sebagai pengalaman sekali seumur hidup.
Untuk yang tertarik merasakan ketegangan menikmati makanan dari ketinggian, berikut beberapa negara selain Indonesia yang memiliki resto Dinner In The Sky yang Popmama.com rekomendasikan.
