Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Review Film Operasi Pesta Copet, Sisi Lain Megahnya Festival Musik
Poster film Operasi Pesta Copet (Instagram.com/imajinari.id)
  • Operasi Pesta Copet mengikuti Ijal, korban PHK yang terdesak melunasi utang ibunya, hingga membentuk komplotan copet bersama teman-temannya untuk beraksi di festival musik.
  • Film garapan Edy Khemod menampilkan sisi kriminal di balik festival musik ibu kota, sekaligus menggambarkan kesenjangan sosial, tekanan ekonomi, dan modus pencopetan di tengah kerumunan.
  • Dibintangi Iqbaal Ramadhan dan Kristo Immanuel, film ini memadukan istilah skena musik, humor, drama persahabatan, serta ketegangan aksi heist; tayang 27 Agustus 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Film Operasi Pesta Copet bercerita tentang Ijal yang kehilangan kerja dan ingin membantu ibunya bayar utang. Ijal, Adut, Silet, Melodi, dan Tia lalu membuat kelompok copet di konser musik. Mereka mencuri ponsel di kerumunan. Film ini juga punya cerita teman, keluarga, musik, dan adegan lucu. Filmnya mulai tayang 27 Agustus 2026 di bioskop Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Operasi Pesta Copet memanfaatkan latar festival musik untuk menghadirkan pengalaman sinematik yang hidup sekaligus dekat dengan pergaulan anak muda. Perpaduan budaya skena, istilah gaul, humor spontan, dan drama persahabatan memberi warna pada cerita, sementara akting serta chemistry para pemain membuat ketegangan aksi terasa seimbang dengan sisi manusiawi tokoh-tokohnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Film Operasi Pesta Copet yang disutradarai oleh Edy Khemod menandai kembalinya genre heist atau pencurian di layar lebar Indonesia dengan perspektif yang menarik.

Dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Kawai Labiba, Zulfa Maharani, dan Fauzan Lubis, film ini menyoroti aksi sekelompok copet amatir di pinggiran kota.

Selain menyingkap kriminalitas, film ini juga menyuguhkan drama keluarga, persahabatan, dan juga budaya musik tanah air saat ini. Penasaran bagaimana kisahnya dan mengapa film ini layak ditonton di bioskop?

Simak review Popmama.com berikut ini untuk film Operasi Pesta Copet yang mengupas sisi lain megahnya festival musik. Yuk disimak!

Sinopsis Operasi Pesta Copet (2026)

Keadaan ekonomi yang mendesak memang membuat banyak orang akhirnya nekat dan terpaksa melakukan aksi kriminal. Begitulah yang dialami oleh Ijal (Iqbaal Ramadhan) setelah di PHK dari pekerjaannya. 

Kondisinya semakin terpuruk saat terpaksa harus membantu Ibunya melunasi hutang belasan juta rupiah. Ijal akhirnya mencoba berbagai peluang, salah satunya menjadi badut dengan temannya, Adut (Kristo Immanuel).

Tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, Ijal dan Adut akhirnya menjadi copet setelah diajari oleh Silet (Fauzan Lubis). 

Suatu hari, Ijal diajak oleh adik sepupunya, Melodi (Kawai Labiba) pergi menonton konser musik. Dari sini, Ijal melihat peluang mendapatkan uang secara cepat dengan mencopet di tengah kerumunan konser.

Untuk melangsungkan rencananya, Ijal juga membujuk mantan kekasihnya, Tia (Zulfa Maharani) untuk terlibat setelah pernah mencopet bersama sebelumnya.

Aksi dimulai ketika Ijal dan kawan-kawan akhirnya membentuk komplotan copet dengan rencana yang terstruktur dan matang, menargetkan Pestapora yang dikunjungi ratusan ribu orang.

Operasi Pesta Copet
2026
4/5
Directed by Edy Khemod
ProducerErnest Prakasa, Dipa Andika, Iqbaal Ramadhan, James Erlangga
WriterEdy Khemod, Rino Srajono
Age Rating13+
GenreHeist, Komedi, Drama, Kriminal, Musikal
Duration113 Minutes
Release Date27 Agustus 2026
Themeheist (pencurian), komedi, musik, komedi, konser musik, festival musik, kriminalitas, tantangan hidup, persahabatan, keluarga, kemiskinan struktural
Production HouseImajinari, Angin Segar, Boss Creator
Where to WatchBioskop
CastIqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, Kawai Labiba

Trailer Operasi Pesta Copet (2026)

1. Menyoroti sisi lain megahnya festival musik di ibu kota

Still cut film Operasi Pesta Copet (Dok. Imajinari)

Di balik kerumunan yang menikmati penampilan musisi favorit, siapa sangka terdapat sekelompok orang yang punya maksud lain, yakni mencopet ponsel pengunjung lainnya.

Film ini memperlihatkan sisi lain realita kehidupan di tengah kota metropolitan. Ada yang susah payah mendapatkan sepeser uang untuk bertahan hidup seperti Ijal dan kawan-kawan, ada juga kelompok yang bisa dengan bebas menikmati hiburan sekunder.

Sisi kriminalitas yang diangkat dari film ini juga memotret bagaimana kesenjangan sosial ditambah keadaan terhimpit ekonomi dapat mengubah moralitas seseorang. 

Jika orang-orang datang ke festival musik bertujuan untuk senang-senang dan menikmati hidup, kerasnya kehidupan menuntut Ijal dan kawan-kawan justru berpikir bagaimana mendapat uang dari sana, sekalipun caranya salah.

Mengangkat tema heist dipadu budaya musik yang dekat dengan kehidupan anak muda saat ini, Operasi Pesta Copet juga menyoroti bagaimana modus pencopetan yang kerap terjadi di tengah kerumunan agar penonton tetap berhati-hati.

2. Banyak istilah gaul dan budaya musik skena yang dibahas

Still cut film Operasi Pesta Copet (Dok. Imajinari)

Dalam film ini, ada banyak istilah-istilah gaul yang digunakan oleh Ijal dan kawan-kawan, mulai dari mutus, ngalih, ngambang, hingga nadah yang mungkin masih asing di telinga sebagian orang.

Melodi sebagai karakter yang mendalami budaya skena Indonesia juga mengenalkan kepada Ijal dkk soal cara mendalami peran sebagai penggemar musik lokal.

Rencana terstruktur komplotan copet tersebut juga termasuk membuat kaos band skena, mempelajari berbagai genre musik yang muncul di festival, mendalami bagaimana pakaian selayaknya penggemar, hingga mempelajari bagaimana tarian di setiap genre atau musisi yang tampil.

Experience momen-momen besar kayak wall of death, moshing, itu terasa multi playing begitu di layar besar dengan suara. Jadi ibaratnya kayak ngerasain sensasi nonton konser di bioskop,” kata Edy Khemod saat konferensi pers di Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Bagi penonton yang suka menonton festival musik atau penggemar musik skena lokal Indonesia, berbagai adegan di film ini mungkin akan sangat relate

3. Penuh humor, kental dengan drama, dan memicu adrenalin

Still cut film Operasi Pesta Copet (Dok. Imajinari)

Kualitas akting dari para pemain di film ini juga perlu diacungi jempol. Pendalaman karakter dan chemistry dari masing-masing pemain berhasil membawa penonton ikut terbawa dalam alur yang berjalan.

Mulai dari kualitas akting yang natural, humor spontan yang selalu lucu dan menggelitik seisi bioskop, hingga drama persahabatan berhasil disampaikan dengan oleh masing-masing aktor.

Diketahui karakter Silet yang diperankan oleh Fauzan Lubis juga menjadi debut pertamanya di layar lebar setelah sukses dengan band Sisitipsi yang mentereng di industri musik tanah air.

Sementara itu, Kristo Immanuel sebagai pemeran pendukung fokus menghidupkan humor, di samping Iqbaal Ramadhan yang mendominasi porsi drama. 

Sinergi dari masing-masing pemain ini berhasil menciptakan suasana yang membawa penonton masuk dalam alur cerita. Sepanjang film, penonton juga akan diajak dag dig dug setiap Ijal dkk menjalankan aksi mereka yang memicu adrenalin.

Demikian review film Operasi Pesta Copet yang mengupas sisi lain megahnya festival musik. 

Film yang diproduksi Imajinari dengan Angin Segar dan Boss Creator ini mulai tayang pada 27 Agustus 2026 di seluruh bioskop Indonesia!

Curated For You

Editorial Team

Related Article