Film Sebelum Dijemput Nenek menghadirkan kisah keluarga yang terasa dekat dengan keseharian banyak orang. Film yang hangat dibaluri dengan konflik ringan namun tetap tercipta pesan yang tersirat.
Di balik balutan komedi horor, film produksi RAPI Films ini justru bertumpu pada relasi sederhana antara nenek dan cucunya tentang harapan, dorongan untuk sukses, dan jarak emosional yang perlahan tumbuh tanpa disadari.
Sosok nenek dalam film ini digambarkan sebagai figur yang penuh perhatian dan punya niat baik. Sejak lama, ia ingin melihat cucunya berhasil dan hidup lebih baik.
Namun, keinginan tersebut disampaikan dengan cara yang terus-menerus, hingga tanpa sadar berubah menjadi tekanan bagi sang cucu.
Bukan amarah atau pertengkaran besar yang muncul, melainkan rasa lelah dan tertekan yang menumpuk diam-diam. Rasa tertekan dan amarah inilah yang membuat film ini terasa begitu hidup.
Menariknya, konflik keluarga ini tidak disajikan secara dramatis atau berlebihan. Cerita berkembang lewat momen-momen kecil yang sering dianggap sepele dalam kehidupan sehari-hari.
Percakapan singkat, kebiasaan yang berulang, hingga sikap yang dianggap wajar justru menjadi pemicu renggangnya hubungan antara nenek dan cucu.
Lantas, bagaimana teror dari sang nenek terhadap kedua cucunya ini? Nah, daripada Mama dan Papa penasaran, Popmama.com telah merangkum review film Sebelum Dijemput Nenek.
