Viral di Tiktok, Bahayakah Makan Madu Beku?

Tren ini setara dengan makan banyak permen dalam satu waktu

21 Agustus 2021

Viral Tiktok, Bahayakah Makan Madu Beku
Freepik/Racool-studio

Belakangan ini tren makan madu beku viral di TikTok terutama di Eropa dan Amerika Serikat. Tren ini menunjukkan orang-orang menikmati madu dengan cara baru layaknya menikmati permen jelly.

Tren makan madu beku muncul pada 9 Juli lalu ketika salah seorang pengguna TikTok, Dave Ramirez, mempopulerkan madu beku sebagai camilannya dan menurutnya itu menyegarkan.

Di Indonesia, sejumlah orang mengikuti tren tersebut. Mereka mengatakan tekstur madu sangat kenyal seperti permen jelly. Dingin dan enak dikulum sampai lumer di mulut dan rasanya juga tidak semanis permen jelly pada umumnya.

Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya.

1. Menarik perhatian lebih dari 900 juta penonton di TikTok

1. Menarik perhatian lebih dari 900 juta penonton TikTok
TikTok/daveyrz

Tren makan madu beku yang dipopulerkan Dave Ramirez berhasil membuat pengguna TikTok lainnya penasaran dan ikut mencobanya. Setidaknya lebih dari 900 juta penonton di TikTok berhasil menjadikan Dave sebagai “Frozen Honey King” alias Rajanya Madu Beku.

Di tren ini, madu disimpan di kemasan aslinya, botol plastik, atau cetakan dari bahan silikon kemudian dimasukkan ke freezer.

Setelah dibekukan selama beberapa jam atau semalaman, pengguna TikTok mendokumentasikan diri mereka sedang menyantap madu beku sambil menghasilkan sensasi ASMR.

Editors' Picks

2. Banyak yang mengeluhkan masalah pencernaan

2. Banyak mengeluhkan masalah pencernaan
netdoctor.co.uk

Sayangnya, tak sedikit dari orang-orang yang mencoba tren makan madu beku ini mengungkapkan bahwa lama-kelamaan rasa mual menyerang.

Hal itu berkaca pada sifat madu yang bisa meningkatkan kadar gula dalam darah kemudian menurunkan kadar tersebut secara drastis hingga akhirnya ditemukan banyak keluhan dengan masalah perut mulai dari sakit perut hingga diare pada pada orang-orang yang mencoba tren itu.

"Tren ini setara dengan makan banyak permen dalam satu waktu. Tidak ada manfaatnya bagi kesehatan dan tentunya juga mengganggu kadar gula di dalam tubuh dan akhirnya menyebabkan mudah lapar dan mengalami gangguan saluran pencernaan,” kata pakar nutrisi di Chicago, Amanda Izquierdo, seperti dikutip dari Healthline.

Jika ingin mencoba tren tersebut disarankan untuk menggunakan madu dalam jumlah sedikit.

3. Mengandung fruktosa tinggi

3. Mengandung fruktosa tinggi
Freepik

Beberapa merek madu kerap ditambahkan dengan pemanis. Mengonsumsinya dalam jumlah sedang dapat memberi manfaat kesehatan, seperti menyehatkan jantung dan meningkatkan kadar antioksidan darah.

Namun, bila dikonsumsi berlebihan tidak menutup kemungkinan akan ada efek samping yang bisa mengganggu kesehatan.

“Makan madu beku bisa menyebabkan seseorang merasa cepat lapar dan makan dalam jumlah besar,” ujar Izquierdo.

Sewaktu efek ini muncul, gula darah jadi salah satu yang terkena dampak paling cepat. Tingkat gula darah yang tidak terkontrol dapat membahayakan kesehatan.

Lebih parahnya lagi, usai melonjak dengan cepat, gula darah juga bisa langsung turun secara drastis. Turun-naiknya gula darah ini berpotensi mengundang penyakit kronis.

“Saat kadar gula darah langsung turun atau menjadi lebih rendah, seseorang dapat merasa gelisah dan efek negatif lainnya muncul. Diantaranya gemetar, lemah, lelah, jantung berdebar, sakit kepala, serta kurangnya konsentrasi,” jelas ahli gizi dan pendiri Smartee Plate, Jennifer Glockner.

Gula darah yang tidak terkontrol juga dapat memengaruhi sistem saluran pencernaan. Selain timbul gejala diare dan mual seperti yang sudah disebutkan, efek kembung juga mungkin terjadi bila seseorang makan madu dalam jumlah banyak.

Ini karena madu mengandung fruktosa tinggi sehingga setelah mengonsumsinya perut menjadi begah serta kembun. Tentunya ini membuat tubuh menjadi tidak nyaman dan perut menyimpan banyak gas.

4. Berisiko menyebabkan gigi berlubang

4. Berisiko menyebabkan gigi berlubang
Freepik/Tatiana-gordievskaya1

Asisten profesor nutrisi di Steinhardt School of Culture, Education, and Human Development, New York University, Lisa Young, khawatir para pengguna TikTok mengikuti tren makan madu beku hanya karena sedang viral tetapi tidak mendengarkan keluhan perut mereka.

"Jika kita mencoba tren ini sesekali kemudian sakit perut hanya karena orang lain melakukannya, cobalah mandiri. Kita tidak harus mengikutinya,” ujarnya.

Mencoba tren makan madu beku berisiko menyebabkan gigi berlubang. Madu beku mirip dengan makan permen yang sangat kenyal yang dapat merusak email gigi atau lapisan luar gigi.

Madu juga dapat menyebabkan botulisme (infeksi yang jarang namun serius, berpotensi fatal) pada anak-anak di bawah usia satu tahun.

Itulah informasi mengenai tren makan madu beku yang viral di TikTok. Selalu ingat ya, semua yang dimakan berlebihan tidak akan membawa manfaat melainkan bisa berdampak buruk bagi tubuh.

Konsumsilah dengan takaran yang pas dan jika ragu konsultasikan terlebih dahulu dengan ahli gizi atau dokter pribadi.

BacaJuga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.