Waspada Rendahnya Kadar Gula Darah atau Hipoglikemia

Jangan remehkan gejala-gejala hipoglikemia

14 Oktober 2021

Waspada Rendah Kadar Gula Darah atau Hipoglikemia
Freepik/xb100

Setiap sel di dalam tubuh membutuhkan energi untuk menjalankan fungsi masing-masing.

Asupan gula atau dikenal sebagai glukosa adalah salah satu sumber energi yang dibutuhkan oleh tubuh. Zat tersebut diperoleh dari makanan yang mengandung karbohidrat dan diproduksi alami oleh hati.

Gula atau glukosa dalam darah sangat penting untuk fungsi otak, jantung, dan pencernaan, bahkan membantu menjaga kesehatan kulit dan penglihatan. Ketika kadar gula darah turun di bawah angka normal, yaitu di bawah 70 mg/dl, kondisi ini disebut hipoglikemia.

Sebagian orang menganggap bahwa hipoglikemia tidak berbahaya seperti hiperglikemia (kondisi ketika kadar gula tinggi). Bahkan banyak juga yang tahu bahwa dirinya mengalami hipoglikemia tetapi memilih untuk mengabaikannya.

Padahal sama seperti hiperglikemia, hipoglikemia juga tidak boleh diremehkan karena jika tidak segera ditangani akan dapat menyebabkan komplikasi yang serius, seperti kerusakan organ secara permanen.

Nah, berikut ini informasi selengkapnya mengenai hipoglikemia yang sudah dirangkum Popmama.com dari berbagai sumber.

1. Gejala-gejala yang harus diwaspadai sebagai tanda hipoglikemia

1. Gejala-gejala harus diwaspadai sebagai tanda hipoglikemia
Freepik

Meskipun kelebihan glukosa dalam darah bisa menyebabkan seseorang mengalami diabetes dan kondisi buruk lainnya tetapi kekurangan glukosa dalam darah (hipoglikemia) juga tidak baik bagi tubuh.

Pasalnya, tubuh butuh glukosa sebagai sumber energi untuk dapat bergerak dan berpikir secara aktif serta produktif. Jika kadar glukosa dalam darah rendah, maka tubuh akan kekurangan energi untuk beraktivitas.

Kadar normal glukosa dalam darah berkisar antara 70-140 miligram per desiliter (mg/dl). Jika kadar gula darah turun terlalu rendah, maka diperlukan perawatan segera untuk menghindari risiko seperti kejang, pingsan, hingga kerusakan otak.

Hipoglikemia ditandai dengan penurunan gula darah yang membuat jantung berdebar, gelisah, berkeringat dingin, tremor, pusing, hingga kesemutan.

Penyakit ini akan memburuk jika dibiarkan. Penderitanya akan mengalami kebingungan, penglihatan kabur, demensia, jatuh dan patah tulang, sistem saraf pusat terganggu, kejang, hingga kehilangan kesadaran.

Editors' Picks

2. Lebih sering dialami oleh penderita diabetes

2. Lebih sering dialami oleh penderita diabetes
Pixabay/Stevepb

Hipoglikemia adalah penyakit yang lebih sering dikaitkan dengan penderita diabetes. Ini karena penggunaan obat insulin atau obat lainnya yang dapat menurunkan kadar gula dalam darah.

Walaupun pada umumnya menyerang penderita diabetes, hipoglikemia juga bisa dialami oleh orang tanpa riwayat penyakit tersebut.

Selain disebabkan oleh kadar insulin berlebih, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan hipoglikemia. Misalnya, konsumsi obat-obatan tertentu, konsumsi alkohol berlebihan, penyakit hati, tumor pankreas, dan kurangnya hormon pada kelenjar arenal dan pituitari yang mengontrol produksi gula.

3. Cara mendeteksi hipoglikemia

3. Cara mendeteksi hipoglikemia
Freepik/spukkato

Ada beberapa cara mendeteksi hipoglikemia melalui tes kadar gula darah. Umumnya tes gula darah dilakukan sebelum dan setelah makan untuk mengetahui perubahan kadar gula darah berdasarkan konsumsi makanan dan minuman selama rentang waktu tersebut

Bagi pengidap diabetes tipe 1, direkomendasikan melakukan tes darah sebelum makan, sebelum dan setelah berolahraga, sebelum tidur, dan saat malam hari. Tes harus lebih sering dilakukan jika orang tersebut sedang sakit, mengubah rutinitas sehari-hari, atau mengonsumsi obat baru. 

Sedangkan, waktu tes bagi pengidap diabetes tipe 2 tergantung jenis dan jumlah insulin yang digunakan. Biasanya tes dilakukan sebelum makan dan sebelum tidur malam.

Saat ini sudah banyak alat tes gula darah konvensional yang akurat, mudah dibawa ke mana saja, dan mudah digunakan. Cukup masukkan jari ke alat yang dilengkapi jarum kecil untuk mengambil sampel darah dan teteskan darah pada strip pengujian, dalam beberapa detik kemudian sudah bisa diketahui kadar gula darahnya. 

Namun, alat tersebut juga harus dicek apakah sudah punya izin dan cara penggunaannya juga harus diperhatikan agar hasilnya akurat.

Untuk mendiagnosis hipoglikemia, dokter tidak hanya melihat hasil tes kadar gula darah tetapi juga akan memeriksa gejala yang terjadi dan mengecek apakah kadar gula darah kembali normal setelah gejala hilang. 

Di rumah sakit, pasien hipoglikemia akan diberi infus berisi larutan glukosa untuk memulihkan kadar gula darah. Ada juga tablet glukosa yang bisa diberikan kepada pasien.

Untuk pasien diabetes yang rentan mengalami hipoglikemia terdapat glucagon kit berupa suntikan glukosa yang bisa diberikan ketika gejala muncul.

4. Cara mencegah hipoglikemia

4. Cara mencegah hipoglikemia
Freepik/Angelina-Zinovieva

Untuk mencegah kondisi buruk terjadi akibat hipoglikemia, bagi pasien yang bukan penderita diabetes, pastikan makan secara teratur dan hindari minuman beralkohol. Jika melakukan aktivitas yang menguras fisik, jangan lupa untuk beristirahat dan mengonsumsi makanan atau minuman yang bisa menambah energi. 

Untuk pengidap diabetes, lakukan terapi insulin dan obat harus dilakukan sesuai dengan dosis. Selain itu, sediakan alat pengecek gula darah untuk memantau kadar gula darah secara rutin.

5. Memulihkan hipoglikemia dengan mengembalikan kadar gula dalam darah

5. Memulihkan hipoglikemia mengembalikan kadar gula dalam darah
Freepik/user18526052

Kadar gula darah pada dasarnya dapat dipulihkan dengan mengonsumsi makanan dan minuman berglukosa secukupnya, misalnya teh manis, permen, jus buah, dan madu. Setelah 15 menit, cek lagi kadar gula darah untuk mengetahui apakah sudah pulih atau belum.

Namun, jika setelah mengonsumsi makanan dan minuman berglukosa, kadar gula darah belum kembali normal, sebaiknya segera berobat ke dokter. Begitu juga jika gejala memburuk karena ketidaksadaran hipoglikemia, maka harus segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk segera  mendapat pengobatan.

Nah, itulah informasi mengenai hipoglikemia. Sama seperti gula darah tinggi yang berbahaya, memiliki kadar gula darah yang rendah atau hipoglikemia juga tidak bisa diabaikan karena dapat memicu berbagai komplikasi.

Jika kamu sering mengalami gejala hipoglikemia, segera periksakan ke dokter sebelum terlambat. Kamu juga harus memantau kadar gula darah secara berkala.

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.