Nilai tukar rupiah saat ini tengah mengalami tekanan hebat hingga menembus level terlemahnya dalam sejarah, bahkan sempat menyentuh angka Rp17.719 per dolar AS pada 19 Mei 2026.
Kondisi ini dipicu oleh berbagai dinamika global, mulai dari konflik di Timur Tengah antara Iran, AS, dan Israel yang melonjakkan harga minyak dunia, hingga kebijakan suku bunga tinggi dari bank sentral Amerika Serikat (The Fed).
Bahkan, pengamat ekonomi dari Center of Economics and Law Studies (CELIOS) memperingatkan potensi pelemahan yang lebih dalam jika fundamental ekonomi domestik tidak segera diperkuat.
Pelemahan mata uang ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan memiliki dampak nyata bagi kehidupan sehari-hari, seperti potensi kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya transportasi, hingga risiko pemutusan hubungan kerja (PHK).
Namun, masyarakat tidak perlu panik secara berlebihan. Terdapat langkah-langkah strategis yang dapat diambil untuk menjaga stabilitas keuangan pribadi sekaligus membantu menstabilkan nilai tukar rupiah secara kolektif.
OJK (Otoritas Jasa Keuangan) membagikan sejumlah tips di lamannya terkait tips menghadapi dan bisa survive di tengah pelemahan rupiah ini.
Berikut Popmama.com rangkum deretan hal yang bisa dilakukan masyarakat saat rupiah melemah seperti saat ini.
