5 Tips Mengubah Gaya Hidup Beralih ke Pola Makan Berkelanjutan

Menerapkan pola makan berkelanjutan tidak hanya baik untuk kita, tetapi juga untuk bumi

1 Desember 2021

5 Tips Mengubah Gaya Hidup Beralih ke Pola Makan Berkelanjutan
Freepik/tirachardz

Saat ini 30 persen emisi global berasal dari industri makanan. Sepertiga atau 1,3 miliar ton produksi pangan global terbuang sia-sia setiap tahunnya. Di Indonesia, food loss and waste (FLW) dari tahun 2009 hingga 2019 mencapai 23 hingga 48 juta ton per tahun atau setara dengan 115-184 kilogram/kapita/tahun.

Rendahnya kesadaran masyarakat akan sampah makanan membuat Indonesia menjadi penyumbang nomor dua limbah makanan terbesar di dunia. Melihat permasalahan yang ada, Electrolux berkolaborasi dengan Zero Waste Indonesia mengajak masyarakat Indonesia beralih ke pola makan berkelanjutan lewat kampanye MAKE IT LASTyang diluncurkan pada Selasa (30/11/2021).

Melalui kampanye ini, diharapkan semakin banyak orang yang tergerak untuk menjalani gaya hidup sehat lewat pola makan nabati padat nutrisi serta mengurangi limbah makanan.

“Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk meringankan dampak iklim, dan mengonsumsi lebih banyak makanan nabati adalah salah satu cara paling sederhana. Beralih ke pola makan nabati dapat membantu mengurangi dampak terhadap lingkungan dalam hal emisi karbon, jumlah oksigen, degradasi tanah, dan persediaan air,” kata Fildzah Amalia, PR Manager Zero Waste Indonesia.

Untuk informasi selengkapnya, berikut Popmama.com siapkan ulasannya dalam 5 tips mengubah gaya hidup beralih ke pola makan berkelanjutan.

1. Mengonsumsi sayur dan buah bisa berdampak pada pengurangan limbah makanan

1. Mengonsumsi sayur buah bisa berdampak pengurangan limbah makanan
Freepik/Jcomp

Perlu diketahui, Kementerian Kesehatan menyarankan porsi sayur yang dikonsumsi sekali makan adalah sepertiga piring atau setara dengan 150 gram. Sedangkan, untuk porsi buah adalah sepertiga dari setengah piring atau setara dengan 150 gram.

Dengan mengonsumsi sayur dan buah sebagai menu sehari-hari, dapat berdampak pada pengurangan limbah makanan karena emisi karbon yang rendah.

Editors' Picks

2. Makanan nabati tidak hanya baik untuk kesehatan, tetapi juga bumi

2. Makanan nabati tidak ha baik kesehatan, tetapi juga bumi
Freepik/freepik

Dalam kesempatan tersebut, Nana Mirdad dan Andrew White yang dikenal sebagai pasangan artis dengan gaya hidup sehat mengatakan, “Kami mencoba menjalani gaya hidup yang lebih sehat karena kami ingin tetap sehat dan fit di tengah kesibukan, jadi kami selalu menambahkan makanan nabati ke makanan kami. Ternyata makanan nabati tidak hanya baik untuk kesehatan kita, tetapi juga bumi.”

Makanan nabati adalah bahan pangan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan dapat dikonsumsi oleh manusia. Seperti yang kita tahu, Indonesia dikenal sebagai negara agraris, sehingga kaya akan hasil pertanian.

Ini tentu memudahkan Mama untuk rutin mengonsumsi makanan nabati demi menerapkan pola makan berkelanjutan.

3. Cobalah mengelola limbah makanan untuk dijadikan produk yang bermanfaat

3. Cobalah mengelola limbah makanan dijadikan produk bermanfaat
Freepik/freepik

Dalam langkah mengurangi food waste dan loss waste ini, pastikan sisa makanan yang dikonsumsi jangan langsung dimasukkan ke dalam tong sampah. Cobalah mengekplorasi dengan mengelola limbah yang ada untuk dijadikan sesuatu yang bermanfaat, misalnya seperti pupuk.

Sesuaikan dengan apa yang bisa Mama lakukan. Meski ini merupakan langkah kecil, jika diterapkan secara terus-menerus dapat menjadi kebiasaan yang baik untuk lingkungan sekitar.

“Jangan melihat bahwa mengurangi food waste itu langkah yang susah. Pastikan sisa makanan jangan langsung dianggap sampah, coba kelola bisa dijadikan apa. Sesuaikan dengan apa yang bisa kita lakukan. Nanti juga bisa menjadi kebiasaan,” kata Fildzah Amalia, PR Manager Zero Waste Indonesia.

4. Nana Mirdad membiasakan anak-anaknya untuk bertanggung jawab dengan makanan yang mereka ambil

4. Nana Mirdad membiasakan anak-anak bertanggung jawab makanan mereka ambil
Instagram.com/nanamirdad_

Nana Mirdad dan Andrew White sempat membagikan bagaimana cara mereka menerapkan pola makan berkelanjutan dalam keluarga kecil mereka.

“Kita makan harus ada sayur-sayuran. Setelah makan juga dibiasakan makan buah sama anak-anak kita juga,” kata Andrew White.

Manfaatnya, ini membuat mereka terbiasa mengonsumsi sayur dan buah. Bahkan saat butuh camilan, Andrew mengaku camilan yang dicari anak-anaknya adalah buah-buahan. Tak hanya itu, Nana Mirdad juga menambahkan bahwa ia dan sang suami mengajarkan untuk ambil piring sendiri sebelum makan.

Ini membuat anak-anak mereka harus bertanggung jawab dengan makanan apapun yang diambil sehingga harus menghabiskannya tanpa meninggalkan sisa yang kemudian bisa menjadi sampah makanan.

“Dibanding diambilin, aku biasa ngajarin anak-anak buat ambil piring sendiri dan tanggung jawab dengan apa yang mereka ambil. Karena mereka ambil sendiri, itu berarti mereka harus bisa tanggung jawab dan ngehabisin makanannya,” tutur Nana Mirdad.

5. Mengeksplor resep makanan nabati demi memaksimalkan nutrisi makanan

5. Mengeksplor resep makanan nabati demi memaksimalkan nutrisi makanan
Freepik/pvproductions

Indonesia kaya akan sayur, buah, dan sumber makanan nabati lainnya. Namun sayangnya banyak masyarakat yang menganggap hidangan berbasis nabati terlalu membosankan dan kurang lezat.

Padahal Mama bisa berkreasi dengan mencoba bahan baru atau mengeksplor resep dan metode memasak baru demi menyajikan makanan nabati pada nutrisi yang jauh dari kata membosankan.

Jangan lupa untuk menyebarkan informasi tentang pola makan yang berhasil Mama terapkan kepada orang lain agar mereka turut mengikuti atau setidaknya tahu tentang pola makan berkelanjutan.

Lalu, Manfaatkan pula sumber daya makanan secara efisien saat memasak untuk mengurangi limbah makanan. Pola makan berkelanjutan tidak hanya baik untuk kita, tetapi juga untuk bumi. Apa yang kita lakukan saat ini bisa menentukan bagaimana kehidupan generasi mendatang.

Yuk Ma, mulai dari diri kita sendiri dulu!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.