Dijamin Cuan! Ini 7 Investasi yang Cocok Dilakukan di Tahun 2021

Tahun 2021 adalah tahun yang tepat untuk memulai investasi!

26 Desember 2020

Dijamin Cuan Ini 7 Investasi Cocok Dilakukan Tahun 2021
freepik/drobotdean

Adanya pandemi corona membuat tahun 2020 digadang-gadang menjadi salah satu tahun yang cukup berat bagi banyak orang.

Pandemi yang terjadi sekian lama pastinya memberikan dampak yang signifikan terhadap berbagai sektor, terutama sektor ekonomi dan finansial masyarakat Indonesia.

Menyiasati hal tersebut, sebagian orang pun kini mulai mengambil peluang untuk berinvestasi. Melalui investasi saham tersebut, diharapkan kondisi finansial tetap stabil di masa pandemi dengan adanya passive income.

Nah, untuk kamu yang juga ingin mencoba peruntungan di tahun 2021, berikut Popmama.com telah merangkum 7 jenis investasi yang bikin kamu cuan!

1. Investasi Reksadana

1. Investasi Reksadana
Freepik/cookie_studio

Investasi pertama yang dapat kamu coba di tahun 2021 adalah investasi reksadana. Reksadana cocok untuk kamu yang ingin melakukan investasi di pasar modal namun tidak memiliki waktu dan pengetahuan mumpuni.

Ya, reksadana sendiri memang muncul sebagai solusi bagi para pemodal kecil yang benar-benar pemula tapi ingin memperoleh keuntungan. Sebagai sebuah wadah, reksadana memang dirancang untuk menghimpun dana dari orang-orang yang memiliki modal.

Lantas, siapakah yang mengelola dana-dana tersebut? Seorang Manajer Investasi (MI). Di tangan seorang MI yang profesional, reksadana akan diinvestasikan dalam portofolio Efek yang menjanjikan.

Dalam perkembangannya, investasi reksadana bahkan bisa dimulai dengan modal Rp 10.000. Sebuah nominal yang sangat terjangkau bagi generasi muda, sehingga tak heran kalau reksadana kini jadi investasi favorit kalangan milenial.

Supaya bisa memperoleh hasil sesuai target, pastikan kamu mempunyai tujuan keuangan jelas, ya!

2. Investasi Saham

2. Investasi Saham
Kompas.com

Saham diketahui menjadi instrumen investasi yang paling menguntungkan dan memberikan return terbesar dibandingkan investasi lainnya. Meski begitu, peluang untung fantastis yang dijanjikan saham tentu sebanding dengan risiko yang diperoleh, high risk high return.

Untuk itu, kamu harus benar-benar memiliki pengetahuan mendasar soal pasar modal termasuk memilih broker berkualitas, sebelum akhirnya memutuskan berinvestasi saham.

Saham jelas bukan investasi jangka pendek karena nilanya sejalan dengan inflasi, sehingga keuntungannya baru bisa diperoleh maksimal dalam waktu minimal lima tahun.

Bagi pemula seperti kamu, ada baiknya untuk menerapkan strategi tersendiri sebelum berinvestasi saham. Salah satunya adalah fokus ke saham blue chip yang memang memiliki risiko paling terukur dan keuntungan sangat stabil.

Lakukan investasi saham dengan sabar, selalu belajar dan memperhatikan pergolakan ekonomi sebelum akhirnya kamu bisa menjadi seorang investor sukses.

Editors' Picks

3. Investasi Obligasi

3. Investasi Obligasi
Pixabay/jarmoluk

Surat Utang atau yang biasa disebut obligasi adalah salah satu investasi yang cukup menjanjikan. Obligasi sendiri adalah surat utang jangka menengah hingga jangka panjang yang bisa dipindah tangankan. Obligasi bisa dikeluarkan oleh Korporasi atau Negara.

Lantas, mengapa investasi obligasi disebut memiliki return yang cukup baik? Karena pada umumnya bunga yang diberikan obligasi lebih tinggi daripada bunga Bank Indonesia (BI).

Lewat fakta bunga yang lebih tinggi inilah, investasi obligasi jelas lebih menguntungkan daripada kamu sekadar menabung di bank. Selain bunga tersebut, kamu pun berpeluang mendapatkan capital gain dari penjualan obligasi di pasar sekunder.

Dan untuk keuntungan terakhir adalah risiko investasi obligasi bisa dibilang tidak ada, terutama jika obligasi itu dikeluarkan oleh pemerintah.

4. Investasi SBN Sukuk Syariah

4. Investasi SBN Sukuk Syariah
Freepik

Jika sebelumnya sudah dibahas soal investasi obligasi, maka instrumen investasi lain yang bersifat sebagai utang adalah SBN (Surat Berharga Negara) Sukuk Syariah.

Lantaran diterbitkan resmi oleh pemerintah Indonesia, kamu tak perlu khawatir dana yang diinvestasikan bakal lenyap karena Indonesia tak mungkin bangkrut.

Dianggap seaman deposito dan memberikan return lebih besar, SBN memang sengaja dikeluarkan pemerintah untuk melibatkan langsung masyarakat Indonesia dalam perekonomian negara.

Hingga sejauh ini SBN begitu laris di kalangan investor asing karena bunga yang ditawarkan lebih dari 6%. Di Indonesia ada tiga jenis SBN yang dikeluarkan oleh pemerintah yakni SBR (Savings Bond Ritel), Sukuk Tabungan dan ORI (Obligasi Negara Ritel).

SBR merupakan surat hutang yang dijual kepada WNI (Warga Negara Indonesia) sebagai alternatif investasi yang aman dan sangat mudah. Sementara Sukuk Tabungan adalah Surat Berharga Syariah Negara sehingga merupakan investasi sesuai hukum Islam.

Terakhir ORI merupakan surat hutang yang dijual pemerintah kepada investor ritel di pasar perdana. Biasanya untuk investasi sukuk, dana yang dibutuhkan mulai dari Rp 1.000.000.

5. Investasi Emas

5. Investasi Emas
Pixabay/PublicDomainPictures

Investasi emas adalah investasi yang sudah ada sejak zaman dulu hingga masa kini. Sekalipun peradaban manusia sudah berkembang dan perekonomian makin maju, emas tidaklah pernah pudar menjadi simbol kekayaan.

Investasi emas pun sudah menjadi kebiasaan banyak manusia secara turun-temurun selama ratusan tahun lalu. Keuntungan utama dari investasi emas adalah harga emas yang relatif stabil, cukup kuat menahan pergolakan inflasi dan tentunya sangat mudah dijual.

Tak heran kalau banyak orangtua menyarankan anak-anak mereka membeli emas demi simpanan masa depan. Bahkan saat ini, investasi emas sudah bisa dilakukan secara online yang membuat siapapun bisa beli emas dan menjualnya secara lebih efektif.

Dua lembaga keuangan yang melayani pembelian emas online adalah Pegadaian Digital dan Brankas LM Antam. Dengan investasi emas online, kamu tak perlu khawatir kecurian karena semua bentuk fisik emas akan langsung disimpan oleh Pegadaian atau Brankas Antam.

Bahkan untuk urusan jual emas jika seandainya butuh dana darurat, bisa juga dilakukan online dan uangnya otomatis masuk ke rekening pribadi.

Seolah tak mau ketinggalan, berbagai marketplace juga menawarkan investasi emas dengan nominal sangat kecil yakni mulai Rp 5.000.

6. Investasi Unit Link

6. Investasi Unit Link
Freepik/Tuiphotoengineer

Asuransi memang menjadi salah satu upaya manusia untuk melindungi kesehatan dan jiwanya atas hal-hal yang mungkin bisa terjadi di masa depan. Misalkan saja kecelakaan kerja, kecelakaan lalu lintas atau mungkin sakit kronis yang tentu akan menghabiskan tabungan.

Dengan adanya asuransi, kamu bisa menjalankan kehidupan jauh lebih tenang. Namun saat ini asuransi juga menawarkan produk Unit Link yang memungkinkan nasabah melindungi diri sekaligus melakukan investasi.

Kok bisa? Ya, dalam produk asuransi Unit Link, ada komponen investasi di mana sebagian premi itu bakal ditempatkan dalam instrumen-instrumen investasi.

Untuk itu, bagi kamu yang ingin memiliki asuransi tapi juga melakukan investasi tanpa ribet, ada baiknya untuk mulai memikirkan Unit Link.

Hanya saja memang jika dibandingkan saham dan reksadana, keuntungan Unit Link memang lebih rendah, tapi tetap mempunyai return menjanjikan.

7. Investasi P2P Lending

7. Investasi P2P Lending
Freepik/free picture

Berkembangnya Fintech (Financial Technology) di Indonesia membuat kamu tentu mengenal yang namanya pinjaman online alias pinjol.

Mayoritas pinjol ini menawarkan konsep P2P (Peer to Peer) Lending, di mana mereka mempertemukan langsung antara investor dengan borrower yang butuh dana segar melalui platform pinjol (pinjaman online).

Kendati banyak sekali pemberitaan negatif soal pinjol seperti bunga yang luar biasa tinggi dan cara penagihan tidak manusiawi, masih banyak sekali Fintech yang menawarkan pinjol secara bijak dan terpercaya.

Beberapa di antaranya yang telah resmi terdaftar OJK (Otoritas Jasa Keuangan) adalah Investree, Modalku, Akseleran, Amartha dan Koinworks.

Bagi kamu yang ingin memperoleh return besar dalam waktu singkat dan lebih cepat daripada investasi saham, P2P bisa jadi pilihan terbaik. Tak main-main, return yang ditawarkan P2P untuk investor mencapai 12%-16% per tahun.

Untuk berinvestasi P2P pun tak harus modal besar karena bahkan bisa dimulai dari Rp 10.000. Hanya saja satu yang harus jadi pertimbanganmu, pilihlah Fintech yang benar-benar profesional dan peminjam yang bertanggung jawab.

Karena jika ada peminjam tak sanggup membayar, risiko sepenuhnya ditanggung investor.

Nah, itulah ketujuh investasi yang cocok dilakukan di tahu 2021. Selamat mencoba dan semoga berhasil, ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.