Hanya dalam 5 Tahun, Ini 6 Strategi Membeli Rumah untuk Pasangan Muda

Lakukan strategi ini secara konsisten, ya!

24 Agustus 2020

Ha dalam 5 Tahun, Ini 6 Strategi Membeli Rumah Pasangan Muda
Freepik/free picture

Bagi pasangan yang baru saja menikah, rumah menjadi salah satu kebutuhan yang perlu diprioritaskan. Sayangnya, membeli rumah bukan perkara gampang, apalagi untuk pasangan baru yang umumnya terkendala dengan keadaan finansial.

Namun kamu tak perlu khawatir dan merasa putus asa. Kamu dan pasangan masih bisa memiliki rumah lebih cepat jika menerapkan strategi yang tepat.

Sebagai referensi, berikut Popmama.com telah merangkum 6 strategi membeli rumah dalm jangka waktu 5 tahun untuk pasangan muda.

1. Buatlah perencanaan finansial

1. Buatlah perencanaan finansial
Freepik/Jcomp

Mulailah mencari informasi terkait rumah yang kalian inginkan, seperti lokasinya, tipe rumah, maupun kisaran harga yang sesuai dengan kebutuhan dan budget. Carilah referensi dari berbagai tempat, baik lewat internet maupun di pameran-pameran properti.

Jika sudah menemukan kriteria rumah yang diinginkan serta kisaran harganya, saatnya kamu dan pasangan melakukan perencanaan keuangan untuk membeli rumah.

Misalnya, berapa target dana yang perlu dikumpulkan setiap bulan dan bagaimana kalian mencapai target tersebut.

2. Pisahkan dana dalam rekening khusus

2. Pisahkan dana dalam rekening khusus
Pexels/Pixabay

Untuk memastikan bahwa dana tersebut tidak digunakan untuk kepentingan lain, pisahkanlah ke dalam rekening khusus. Pastikan kamu dan pasangan mengisi rekening ini secara konsisten sesuai dengan perencanaan finansial yang telah kalian susun.

Sebagai contoh, bila rumah yang kalian incar nilainya Rp 400 jutaan, kamu perlu menyiapkan uang muka sebesar Rp 80 juta. Ditambah dengan biaya bank dan notaris, maka kamu perlu uang sekitar Rp 100 jutaan sebagai dana awal pembelian rumah.

Jika total penghasilan kalian Rp 4 juta per bulan, sisihkan minimal Rp 800 ribu untuk ditabung. Dalam setahun, kalian bisa mengumpulkan Rp 19 juta dan DP bisa terbayarkan dalam 5 tahun.

Editors' Picks

3. Membuat anggaran bulanan

3. Membuat anggaran bulanan
Freepik

Kamu dan pasangan perlu berkomitmen untuk menabung. Untuk itu, susunlah anggaran yang realistis dan kurangi belanja konsumtif.

Prioritaskan dana yang tersisa untuk kebutuhan yang penting dan hindari membeli barang-barang berharga mahal dan kurang dibutuhkan.

Jadikanlah anggaran yang sudah kalian susun sebagai pedoman yang wajib dipatuhi demi membeli rumah sendiri.

4. Cari penghasilan tambahan

4. Cari penghasilan tambahan
Freepik/pressfoto

Selain mengandalkan gaji yang sekarang, ada baiknya kamu dan pasangan juga mencari penghasilan tambahan. Dengan begitu, dana untuk membeli rumah juga semakin cepat terkumpul.

Ada beragam peluang yang bisa dimanfaatkan, antara lain dengan menjadi reseller atau dropshipper, driver taksi atau ojek online, maupun mengambil pekerjaan bebas sesuai keahlianmu, seperti menulis, desain, fotografi, dan lain-lain.

5. Pertimbangkan investasi

5. Pertimbangkan investasi
Pixabay/nattanan23

Selain menabung, kalian juga bisa mempertimbangkan untuk melakukan investasi. Investasikan sebagian pendapatanmu ke dalam instrumen investasi jangka panjang seperti reksa dana.

Dengan begitu, kamu dan pasangan bisa memperoleh imbal hasil yang lebih besar dibandingkan deposito. Bila kurang paham soal ini, coba berkonsultasilah dengan rekan yang lebih paham.

6. Evaluasi tabungan dan hasil investasimu secara berkala

6. Evaluasi tabungan hasil investasimu secara berkala
Freepik/cookie_studio

Lakukan evaluasi terhadap tabungan dan investasimu setiap 3 bulan, 6 bulan, atau 1 tahun sekali. Dengan begitu, kalian bisa melihat sejauh mana kemajuanmu dalam mengumpulkan uang untuk membeli rumah serta menyesuaikan langkah yang perlu ditempuh untuk mencapai target yang ingin dicapai.

Nah, itulah keenam strategi membeli rumah untuk pasangan muda. Dengan menerapkan strategi di atas, membeli rumah bagi pasangan baru bukan hanya impian.

Semangat dan semoga berhasil, ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.