Viral Parfum Vagina untuk Bercinta, Amankah bagi Organ Intim?

Sebelum menggunakan wewangian untuk miss v, pastikan kamu tahu fakta berikut!

18 Juni 2021

Viral Parfum Vagina Bercinta, Amankah bagi Organ Intim
Freepik/Freepic.diller

Vagina yang bersih dan sehat tentu menjadi dambaan setiap perempuan. Tak hanya itu, vagina yang harum pun akan membuat pasangan menjadi semakin cinta, apalagi saat melakukan hubungan seksual.

Itu sebabnya, beberapa perempuan rela merawat area kewanitaannya dengan berbagai produk, salah satunya dengan produk pewangi atau parfum vagina.

Sedang viral belakangan ini di media sosial, sebenarnya amankah produk wewangian atau parfum vagina tersebut bagi kesehatan organ intim?

Untuk mengetahui jawabannya, berikut Popmama.com telah merangkum beberapa fakta penting yang harus kamu ketahui!

Editors' Picks

1. Apakah parfum vagina aman untuk dipakai di organ intim?

1. Apakah parfum vagina aman dipakai organ intim
Pexels/Daria Rem

Ada berbagai alasan yang mendorong perempuan untuk akhirnya memilih memakai produk pewangi atau parfum vagina. Entah karena ingin mengurangi aroma vagina, atau sekadar memastikan vagina selalu dalam keadaan bersih dan terawat.

Sebenarnya sah-sah saja jika kamu memang ingin menjaga area intim di bawah sana. Hanya saja, cara merawat kesehatan vagina tidak boleh dilakukan sembarangan, apalagi sampai menggunakan suatu produk yang belum diketahui betul keamanannya.

Melansir dari laman Web MD, Women’s Voices for the Earth, sebuah organisasi lingkungan di Amerika Serikat yang memusatkan perhatian mengenai bahan kimia beracun dalam kosmetik dan produk rumah tangga, mencoba angkat bicara melalui hasil penelitiannya di tahun 2013.

Menurut organisasi tersebut, tidak sedikit produk kewanitaan yang dijual bebas di pasaran dengan kandungan berbagai bahan kimia di dalamnya.

Alih-alih menjaga kesehatan vagina, tidak menutup kemungkinan produk-produk tersebut justru dapat membahayakan organ intim, terlebih karena digunakan secara langsung.

Di sisi lain, sebuah penelitian yang dilakukan oleh para periset dari University of Guelph di Canada, mengungkapkan bahwa produk pewangi kewanitaan atau parfum vagina berisiko membuat perempuan mengalami infeksi jamur pada vagina dan saluran kencing (ISK), dikutip dari jurnal BMC Women’s Health.

Dapat disimpulkan bahwa sebisa mungkin sebaiknya hindari pewangi atau parfum vagina, maupun produk lainnya tanpa rekomendasi dari dokter. Kebanyakan dari produk tersebut biasanya hanya menjanjikan manfaat besar tanpa bukti yang pasti.

2. Apa efek buruk penggunaan parfum vagina bagi organ kewanitaan?

2. Apa efek buruk penggunaan parfum vagina bagi organ kewanitaan
Pexels/cliffbooth

Kieran O’Doherty, selaku ketua penelitian dari University of Guelph, menjelaskan bahwa penggunaan produk perawatan kewanitaan jenis apa pun sebenarnya dapat mengganggu keseimbangan mikroba alami yang hidup di dalam vagina.

Bakteri baik pada vagina pun bisa hilang karena produk kewanitaan biasanya bekerja untuk menghilangkan semua jenis bakteri. Entah itu yang diperlukan oleh vagina, maupun yang tidak.

Padahal, beberapa bakteri pada vagina berperan penting dalam mencegah serangan infeksi yang bisa mengakibatkan munculnya beragam masalah kesehatan seksual. Misalnya seperti infeksi bakteri vagina, radang panggul, maupun penyakit seksual lainnya.

Di samping itu, produk kewanitaan apa pun termasuk pewangi vagina, entah yang berbentuk cairan oles, semprotan, sabun, hingga bubuk, dapat menimbulkan iritasi pada jaringan kulit vagina yang sebenarnya sangat sensitif.

3. Bagaimana cara aman untuk menjaga aroma vagina?

3. Bagaimana cara aman menjaga aroma vagina
Freepik/Atlascompany

Sebagian besar alasan perempuan menggunakan produk pewangi kewanitaan yakni bertujuan untuk membuat aroma vagina lebih harum dan segar.

Padahal nyatanya, vagina memang memiliki aroma khas guna menjaga lingkungan di bawah sana tetap dalam kondisi asam, agar bakteri jahat penyebab infeksi vagina bisa mati.

Dengan kata lain, aroma tersebut sebenarnya wajar sehingga kamu tidak perlu menggunakan produk pewangi vagina lagi untuk mengatasinya.

Aroma vagina masih terbilang normal selama tidak tercium bau busuk dan amis, sebagai pertanda ada yang tidak beres dengan organ kewanitaanmu.

Sebagai gantinya, lakukanlah cara aman bila memang ingin merawat area intim. Rutin membersihkan vagina saat mandi dengan menggunakan air hangat, bisa menjadi cara sederhana dalam menjaga kesehatan organ sensitif.

Supaya lebih bersih, terapkan langkah berikut ini:

  • Gunakan jari tengah dan telunjuk untuk membuka bagian lipatan vagina, sembari membasahi seluruh area vagina selama beberapa kali.
  • Sentuh dan bersihkan setiap lipatan vagina secara perlahan.
  • Jika dirasa sudah bersih, bilas vagina kembali sampai semua kotoran hilang.
  • Terakhir, keringkan vagina dengan menepuk-nepuk dengan perlahan.

Selain itu, untuk mencegah tumbuhnya bakteri jahat pada area vagina, lakukan beberapa hal berikut:

  • Menjaga area vagina tetap kering khususnya usai buang air kecil
  • Rajin mengganti pembalut saat sedang haid
  • Rutin mengganti pakaian dalam yang berbahan katun
  • Makan makanan bergizi seperti buah, sayur, dan sumber probiotik

Nah, itulah beberapa fakta penting mengenai parfum vagina yang sedang viral dan efek sampingnya bagi kesehatan organ intim. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.