Mengenal Ganasnya William Sindrom yang Dialami Anak Ke-2 Dede Sunandar

Ketahui penyebab, gejala, pengobatan, dan pencegahannya!

16 Agustus 2019

Mengenal Ganas William Sindrom Dialami Anak Ke-2 Dede Sunandar
Instagram.com/dede_sunandar

Komedian Dede Sunandar saat ini sedang diuji. Pasalnya anak bungsu Dede bersama istrinya, Karen Hertatum, Ladzan Syafiq Sunandar mengidap penyakit Williams Syndrome.

Buah dari pernikahannya tersebut divonis mengidap penyakit Williams Syndrome yang cukup langka, sejak usia 3 bulan.

Ketika ditanya bagaimana gejala dari penyakit yang diderita anaknya ini, Dede pun tak bisa menjawab. Ia hanya mengatakan bahwa di usianya ke ke-1 hingga 2 bulan tak terjadi masalah kesehatan apapun.

Namun, saat memasuki bulan ketiga, tiba-tiba jantung Ladzan mengalami kebocoran.

"Kalo gejala nggak tahu juga, pas kita periksa 1 bulan 2 bulan nggak ada apa-apa." ungkap Dede Sunandar saat ditemui awak media di kawasan Tendean, Jakarta Selatan pada Rabu (14/8/2019).

"Pas 3 bulannya tiba-tiba ada yang bocor jantungnya," jelas Dede.

Hal ini membuat terjadinya penyempitan jantung ke paru-paru, dan harus menjalani operasi.

"Tahunya jantung ke paru-paru ada penyempitan, jadi harus operasi, harus diambil tindakan secepatnya," imbuh Dede lagi.

Usia Ladzan Syafiq telah menginjak 1 tahun 4 bulan. Hal itu membuatnya sudah bisa mendapat tindakan dari dokter dan akan segera dioperasi.

"InsyaAllah akhir Agustus atau awal September di operasi karena kita harus tunggu dari pihak rumah sakit dan dari manajemen yang bantu Dede juga," jelas Dede.

Lebih lanjut, Dede juga menjelaskan tahapan operasi yang harus dilakukan oleh anaknya. Tak bisa sekaligus, putra Dede Sunandar rupanya harus menjalani 4 tahapan operasi hingga usianya 23 tahun.

"Operasinya itu ada 4 tahapan. Umur 1 sampai 3 tahun, 7 tahun, 13 tahun sampai 23 tahun," tandas Dede.

Penyakit langka yang diidap Ladzan itu menuai simpati banyak pihak. Bahkan sempat ada seorang warga Amerika yang bersedia untuk membiayai semua pengobatan anak Dede.

Hal itu bermula ketika warga Amerika tersebut melihat postingan istri Dede Sunandar, Karen Hertatum di Instagram.

Simpati dengan kondisi Ladzan yang mengidap penyakit langka, warga Amerika itu pun ingin membantu semua biaya pengobatan anak Dede Sunandar.

Namun syaratnya, anak Dede Sunandar akan diobati langsung oleh dokter di Amerika.

"Karen bikin postingan bahwa alhamdulillah anak dede punya penyakit yang bisa di-sharing ke orang-orang, lalu orang Amerika itu follow Reren pakai bahasa Inggris." ungkapnya.

"Kalau diartikan kata Reren 'Pah, anak kita diajak ke Amerika. Pengobatan segala sesuatunya dari sana'," cerita Dede.

Namun dengan tegas Dede justru menolaknya. Sebab, banyak pertimbangan yang dipikirkan oleh Dede Sunandar jika anaknya diobati di Amerika Serikat.

"Yang masalahnya kan kita tinggal di sana sama siapa?" tanya Dede Sunandar.

Melihat respon dari sang Suami, Karen Hertatum pun sempat meyakinkan Dede Sunandar agar mau menerima bantuan dari warga Amerika itu.

Namun Dede Sunandar tetap akan berjuang untuk menyembuhkan sang Anak dengan hasil kerjanya.

Mengetahui kasus william sindrom yang dialami oleh anak dari komedian Dede Sunandar, Popmama.com pun berusaha mencari tahu lebih dalam mengenai penyakit yang satu ini.

Untuk itu, berikut ulasan lengkapnya.

1. Apa itu william sindrom yang dialami anak kedua komedian Dede Sunandar?

1. Apa itu william sindrom dialami anak kedua komedian Dede Sunandar
Instagram.com/dede_sunandar

Sindom williams alias williams syndrome (WS) adalah penyakit langka yang kasusnya tidak banyak di dunia. Penyakit ini dilatari oleh kelainan genetik yang muncul sejak lahir dan bisa menimpa siapa saja. William sindrom terjadi akibat penghapusan spontan 26–28 gen pada kromosom nomor 7. Kondisi ini terjadi pada sel telur atau sperma pada saat pembuahan.

Sekitar 50% anak yang lahir dengan william sindrom dapat mewariskan kondisinya pada anak-anaknya di masa depan.

2. Penyebab william sindrom pada anak

2. Penyebab william sindrom anak
Instagram.com/dede_sunandar

William sindrom disebabkan oleh penghapusan materi genetik tertentu dari wilayah kromosom 7 dan wilayah yang dihapus mencakup lebih dari 25 gen.

Peneliti percaya bahwa hilangnya beberapa gen mungkin menyebabkan beberapa karakteristik William sindrom. CLIP2, ELN, GTF2I, GTF2IRD1, dan LIMK1 adalah salah satu gen yang biasanya dihapus pada penderita william sindrom.

Para peneliti telah menemukan bahwa hilangnya gen ELN dikaitkan dengan kelainan jaringan ikat dan penyakit kardiovaskular (khususnya supravalvular stenosis aorta) banyak ditemukan pada penderita william sindrom.

Hilangnya gen GTF2IRD1 juga dapat berkontribusi pada pembentukan fitur wajah khas penderita william sindrom.

Para peneliti juga percaya bahwa gen NCF1 termasuk dalam bagian dari kromosom yang dihapus, individu yang terkena cenderung untuk mengembangkan hipertensi.

Oleh karena itu, hilangnya gen ini tampaknya menjadi faktor protektif. Orang dengan william sindrom yang gen NCF1 nya tidak dihapus memiliki risiko lebih tinggi terkena hipertensi.

Editors' Picks

3. Gejala yang terjadi saat anak mengidap william sindrom

3. Gejala terjadi saat anak mengidap william sindrom
Instagram.com/dede_sunandar

Tanda-tanda dan gejala william sindrom bisa bervariasi, seperti penampilan wajah yang khas, dan kepribadian yang unik.

Orang dengan william sindrom biasanya memiliki kesulitan dengan tugas-tugas visual-spasial seperti menggambar dan menyusun puzzle, tetapi mereka cenderung melakukan dengan baik tugas yang melibatkan bahasa lisan, musik, dan belajar dengan pengulangan (hafalan). 

Anak-anak kecil dengan william sindrom memiliki fitur wajah khas seperti:

  • Dahi yang lebar, 
  • hidung pendek dengan ujung yang luas, 
  • pipi penuh, 
  • dan mulut yang lebar. 

Tanda-tanda dan gejala tambahan william sindrom mencakup kelainan jaringan ikat (jaringan yang mendukung sendi tubuh dan organ).

4. Diagnosa dan pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi william sindrom

4. Diagnosa pengobatan dilakukan mengatasi william sindrom
Instagram.com/dede_sunandar

Ada banyak tes untuk mengetahui william sindrom, seperti: 

  • Memeriksa tekanan darah, 
  • tes darah untuk mengetahui hilang kromosom (FISH test), 
  • ekokardiografi yang dikombinasikan dengan USG Doppler, 
  • dan USG ginjal.

Namun sayangnya, tidak ada obat untuk menyembuhkan william sindrom. Pengidap william sindrom hanya perlu menghindari kalsium dan vitamin D yang berlebih.

Penyempitan pembuluh darah dapat menjadi masalah kesehatan yang signifikan dan mengobatinya harus menurut beratnya.

Terapi fisik juga sangat membantu untuk pasien dengan kekakuan sendi. Terapi perkembangan dan berbicara pun dapat membantu anak penderita sindrom ini. 

5. Pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari anak dari william sindrom

5. Pencegahan dapat dilakukan menghindari anak dari william sindrom
Instagram.com/dede_sunandar

Asal mula terjadinya kelainan genetik yang menjadi penyebab utama william sindrom masih terus ditelusuri oleh para peneliti.

Kendati begitu, Mama bisa mencegah si Kecil terjangkit penyakit ini dengan cara-cara sebagai berikut:

  • Jaga asupan makanan selama masa reproduktif

Ketika berencana hamil, pastikan Mama mengonsumsi asupan cukup yang terdiri dari vitamin dan mineral, seperti asam folat maupun iodin.

Selain itu, perbanyak juga makanan yang sehat seperti buah dan sayuran. Sebaliknya, Mama sangat dianjurkan untuk menjauhkan diri dari makanan cepat saji, alkohol, rokok, dan makanan yang dibakar.

  • Hindari paparan zat berbahaya

Lindungi diri dari paparan zat berbahaya, seperti logam berat dan pestisida. Caranya, hindari mengeriting atau smoothing rambut di salon.

Selain itu jangan mengonsumsi makanan laut yang mengandung merkuri, serta menghindari makanan berpengawet dan berwarna.

  • Hindari obat di luar anjuran dokter kandungan

Saat hamil, Mama diwajibkan untuk tidak sembarangan minum obat, termasuk jamu dan herbal yang konon bersifat alami.

Jika memang Mama membutuhkan obat-obatan tersebut, konsultasikan terlebih dahulu pada dokter untuk mengetahui dosis yang tepat dan tingkat keamanannya untuk dikonsumsi oleh ibu hamil.

  • Lakukan vaksinasi lengkap

Meski tak secara langsung mencegah terjadinya william sindrom, Mama dan pasangan tetap dianjurkan untuk melakukan vaksinasi lengkap saat berencana untuk hamil.

Vaksinasi terpenting yang harus didapatkan adalah vaksin rubella.

  • Kontrol ke dokter secara rutin

Kontrol ke dokter secara rutin selama kehamilan bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan ibu hamil dan janin yang ada di dalam kandungan.

Dengan kontrol rutin, adanya kemungkinan penyakit yang terjadi pada bayi juga bisa dideteksi dan diberikan solusi yang paling tepat sedini mungkin.

Nah, itulah kelima informasi penting mengenai william sindrom yang dialami oleh anak dari komedian Dede Sunandar.

Semoga bermanfaat dan dapat menjadi pengetahuan baru bagi Mama sekalian!

Baca juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;