Agar Keuangan Keluarga Teratur, Ini 6 Cara Alokasi Dana Darurat!

Jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang, ya Ma!

1 April 2020

Agar Keuangan Keluarga Teratur, Ini 6 Cara Alokasi Dana Darurat
Freepik/rawpixel

Mengelola keuangan keluarga bukan hanya sebatas mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, namun juga setidaknya bisa menyisihkan sebagian penghasilan untuk menabung guna menyimpan dana darurat.

Dana darurat sendiri sejatinya merupakan dana yang khusus disimpan untuk kemudian digunakan hanya untuk kondisi tertentu dan mendesak saja. Seperti misalnya tiba-tiba masuk rumah sakit atau pun terjadi hal yang tak diinginkan lainnya.

Dalam jangka yang lebih panjang, dana darurat bahkan juga bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup ketika kepala keluarga kehilangan pekerjaan, seperti yang banyak terjadi saat pandemi corona berlangsung.

Dengan kata lain dana ini memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan keuangan keluarga, terlebih bagi sebuah keluarga yang tidak memiliki pekerjaan yang tetap dan juga karena kondisi keuangan yang tidak pasti.

Terkadang menabung dan menyisihkan sebagaian penghasilan secara khusus bukanlah hal yang mudah dilakukan. Namun, bukan berarti hal tersebut sulit untuk dilakukan.

Nah, sebagai acuan Mama dalam menyimpan dana darurat keluarga, berikut Popmama.com telah merangkum 6 tips mudah yang dapat diterapkan pada keluarga.

1. Ketahui besar pendapatan dan pengeluaran keluarga

1. Ketahui besar pendapatan pengeluaran keluarga
Pexels/EVG Photos

Dana darurat bukanlah dana yang bisa dipergunakan sewaktu-waktu sesuai keinginan, maka mempersiapkannya pun harus dipikirkan dengan baik.

Untuk itu, yang lebih dulu harus dilakukan ialah mengetahui besar kecilnya pendapatan serta pengeluaran yang wajib dikeluarkan setiap bulan.

Dengan mengetahuinya secara pasti, barulah Mama akan mengetahui berapa selisih uang yang dimiliki dan bisa dialokasikan ke dalam dana darurat.

Besarannya pun bisa disesuaikan dengan kemampuan, agar nantinya Mama tak tergiur untuk menggunakan simpanan dana darurat ini.

2. Potong anggaran dana darurat secara otomatis

2. Potong anggaran dana darurat secara otomatis
Freepik/Jcomp

Terkadang ada saatnya Mama lupa untuk menyisihkan sebagian pendapatan ke dalam dana darurat karena kebutuhan keluarga yang sedang tinggi-tingginya.

Jika kebiasaan ini dibiarkan berlanjut, maka hal tersebut bisa mengurangi kefektifan dana darurat. Oleh karena itu, ada cara yang cukup cerdas untuk mengatasinya, yakni dengan auto debit atau pemotongan langsung dari akun rekening tabungan.

Hal ini efektif dilakukan agar Mama tak lagi harus pusing memikirkan berapa banyak yang harus disisihkan karena semuanya bisa diatur secara otomatis seperti pembayaran tagihan.

Cara yang satu ini terbukti jauh lebih simpel dan efektif demi terhindar dari kelupaan dan memiliki keuangan yang aman serta terencana.

Selain dengan cara tersebut, Mama ataupun anggota keluarga yang lain juga tetap perlu melatih diri agar lebih disiplin dalam hal mengatur keuangan, terutama soal dana darurat.

Editors' Picks

3. Masukan uang berlebih untuk dana darurat

3. Masukan uang berlebih dana darurat
Pixabay/Nattanan Kanchanaprat

Sehabis belanja bulanan, biasanya ada sedikit uang yang tersisa, nah jangan buru-buru menghabiskannya untuk membelanjakan hal yang tidak perlu.

Ada baiknya jika Mama menyisihkan uang tersebut untuk dimasukan ke dalam dana darurat. Selain menyisihkan dari uang gaji perbulan, Mama pun bisa mempergunakan dana berlebih dari keperluan lainnya.

Dengan begitu, tanpa Mama sadari, dana darurat pun bisa terkumpul secara mudah tanpa merasa tertekan. Kurangi juga kebiasaan konsumtif dan biasakan untuk hidup sederhana agar mengelola dana darurat pun tak sulit dilakukan.

Tekankan pada diri sendiri bahwa hidup sederhana itu bukanlah hal yang memalukan, tetapi justru hal yang menantang.

4. Simpan dana darurat ditempat yang mudah diambil

4. Simpan dana darurat ditempat mudah diambil
Pexels/Alexander Mils

Selain memikirkan untuk mengalokasikan dana guna dimasukan ke dalam dana darurat, Mama juga harus memikirkan bagaimana cara menyimpannya dengan cermat.

Karena sifatnya yang darurat, maka akan lebih baik jika dana darurat disimpan di tempat yang aman serta mudah diambil sewaktu-waktu.

Mama bisa saja memasukan dana darurat ke dalam rekening tabungan biasa, bukan ke dalam bentuk deposito atau jenis tabungan berjangka lainnya yang membutuhkan jangka waktu tertentu.

5. Alokasikan dana darurat untuk investasi

5. Alokasikan dana darurat investasi
Freepik/Jcomp

Ketika dana darurat sudah mencapai nilai yang cukup besar, sedangkan tidak ada kebutuhan mendesak, maka akan lebih baik bila Mama menginvestasikannya.

Dengan begitu, dana darurat yang tersimpan bisa lebih bermanfaat daripada hanya dibiarkan begitu saja. Namun, selalu ingat bahwa investasi memiliki resiko, untuk itu pilihlah investasi yang risikonya bisa diminimalisir.

Perhatikan juga investasi jangka panjang ataukah jangka pendek yang ingin diambil.

6. Lebih baik sedikit daripada tidak sama sekali

6. Lebih baik sedikit daripada tidak sama sekali
Freepik/Rawpixel.com

Jika Mama dan Papa memiliki pekerjaan tetap dan mampu mengalokasikan sebagian penghasilan untuk dana darurat, maka hal tersebut akan jauh mempermudah kalian.

Lain halnya bila pekerjaan kepala keluarga belum menentu dan hanya seorang diri yang bekerja, mungkin hal tersebut akan terasa sedikit berat. Meski begitu, sebisa mungkin sisihkalah dana darurat walaupun hanya sedikit.

Dana darurat bukan ditetukan oleh seberapa besar uang yang bisa disisihkan, tetapi seberapa konsisten kamu untuk melakukannya. Jangan remehkan nominal uang yang kecil, karena bila dikumpulkan terus-menerus juga bisa menjadi banyak.

Oleh karena itu, lebih baik menyisihkan sedikit tetapi sering dari pada tidak sama sekali. 

Itu dia beberapa tips penting mengalokasikan dana darurat keluarga. Hal yang perlu diingat adalah dana darurat sendiri sangat penting peranannya dalam mendukung finansial saat kondisi yang tidak terduga.

Karenannya, jangan remehkan setiap rupiah yang bisa kamu simpan, sebab semuanya bisa sangat berharga dan menyokong keuangan keluarga. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.