Dianggap Eksploitasi oleh KPAI, Ini 5 Atlet Anak Berbakat di PB Djarum

Masih SD, 5 anak jebolan PB Djarum ini sudah raih prestasi gemilang!

11 September 2019

Dianggap Eksploitasi oleh KPAI, Ini 5 Atlet Anak Berbakat PB Djarum
twitter.com/PBDjarum

Perkumpulan Bulu Tangkis (PB) Djarum mengumumkan bahwa tahun ini akan menjadi tahun terakhir untuk diadakan audisi. Kabar itu didapati langsung dari akun twitter resmi @PBDjarum pada Sabtu (7/9/19) yang lalu.

"INI TAHUN TERAKHIR AUDISI UMUM, DJARUM PAMIT!"

Tudingan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengenai eksploitasi anak menjadi alasan penyetopan program audisi PB Djarum yang merupakan ajang pencarian pebulutangkis belia berbakat.

Kegiatan audisi yang berlangsung rutin setiap tahun itu mendapat respon dari Yayasan Lentera Anak dan Smoke Free Bandung jelang perhelatan audisi PB Djarum di Bandung pada Juli 2019. 

Menanggapi respons tersebut, PB Djarum menegaskan bahwa program audisi yang sudah rutin dilakukan tersebut bukan kegiatan pemasaran produk rokok melainkan murni untuk seleksi atlet.

KPAI kemudian melakukan rapat dengan sejumlah kementerian, seperti Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Tujuannya, mendesak penghentian audisi PB Djarum karena mengandung unsur eksploitasi berupa kewajiban setiap anak mengenakan seragam berlogo Djarum Badminton Club yang identik dengan merek rokok.

Upaya KPAI meniadakan logo sponsor di seragam peserta dan nama acara ditanggapi Djarum dengan mengubah nama audisi menjadi 'Audisi Umum' serta penghapusan logo sponsor di baju peserta dalam sesi audisi yang berlangsung di Purwokerto pada 8-10 September.

Di tengah acara audisi di Purwokerto, Djarum kemudian memastikan program audisi bakal dihentikan mulai tahun 2020.

Meski pada akhirnya PB Djarum harus dihentikan karena alasan tersebut, namun ternyata selama 13 tahun ini PB Djarum telah menelurkan banyak atlet-atlet berbakat, seperti Tantowi Ahmad, Kevin Sanjaya, hingga Liem Swie King.

Tak hanya atlet kawakan, di tahun ini PB Djarum juga telah menelurkan beberapa atlet cilik berbakat di bawah usia 12 tahun.

Siapa saja dan apa saja prestasi yang sudah mereka raih?

Berikut Popmama.com telah merangkum 5 daftar lengkapnya.

1. Atresia Naufa Candani 

1. Atresia Naufa Candani 
pbdjarum.org

Gadis kelahiran Solo, 3 September 2008 ini telah bergabung di PB Djarum sejak tahun 2017 yang lalu.

Atresia Naufa Candani sudah menjadi seorang altet bulu tangkis Tunggal Putri berprestasi di usianya yang masih 11 tahun.

Sering diajak sang Paman menonton pertandingan bulu tangkis membuat Atresia semangat untuk bergabung dengan PB Djarum dan memutuskan untuk memulai karir bulu tangkisnya sejak dini.

Gadis dengan tinggi badan 142 cm ini pernah manjadi Juara Daihatsu Astec Kepulauan Riau Open pada tahun 2018 sebagai Tunggal Usia Dini Putri.

Editors' Pick

2. Billy Purwangsa

2. Billy Purwangsa
pbdjarum.org

Atlet cilik berbakat lainnya yang juga jebolan PB Djarum adalah Billy Purwangsa. Tunggal Putra yang satu ini lahir di Bandung, 8 Oktober 2008 yang lalu.

Sama seperti Atresia, Billy juga memutuskan untuk bergabung di PB Djarum sejak 2 tahun yang lalu, tepatnya tahun 2017.

Bocah dengan tinggi badan 151 cm ini mengaku bahwa inspirasinya menjadi pemain bulu tangkis adalah ketika dirinya melihat sang Kakak berlatih.

Berikut ini beberapa prestasi yang dirain oleh Billy Purwangsa:

  • Juara Daihatsu Astec U13,U15,U17 2019 (Tunggal Putra U13)
  • Runner up Daihatsu Astec Bali Open 2018 (Tunggal Usia Dini Putra)

3. Calvin Kennedy

3. Calvin Kennedy
pbdjarum.org

Lahir di Pekanbaru, 13 Mei 2008 yang lalu, Calvin Kennedy kini tumbuh menjadi sosok atlet cilik berbakat keluaran PB Djarum.

Tunggal Putra dengan tinggi badan 141,5 cm ini mengawali karir bulu tangkisnya sejak dini ketika ia terinspirasi dengan pertandingan bulutangkis yang disiarkan di televisi.

Berikut ini beberapa prestasi yang pernah diraih oleh Calvin Kennedy:

  • Semifinalis  Daihatsu Astec Kepulauan Riau Open 2018 (Tunggal Usia Dini Putra)
  • Juara USM Flypower Open 2018 (Tunggal Usia Dini Putra)

4. Evelin Gracia Parapat 

4. Evelin Gracia Parapat 
pbdjarum.org

Selain Atresia, ada lagi altet cilik perempuan yang juga membanggakan Indonesia.

Lahir di Klaten, 4 Juli 2007, Evelin Gracia Parapat diketahui telah bergabung dengan PB Djarum sejak tahun 2017 yang lalu.

Tunggal Putri dengan tinggi badan 152 cm ini mengawali karir bulu tangkisnya ketika Evelin kecil diajak oleh sang Papa ke lapangan bulutangkis dan akhirnya terjun langsung ke dunia perolahragaan tersebut.

Berikut daftar prestasi yang sudah diraih oleh Evelin selama ini: 

  • Juara Walikota Cirebon Open 2019 (Tunggal Anak-anak Putri)
  • Semifinalis Daihatsu Astec U13,U15,U17 2019 (Tunggal Putri U13)

5. Rizki Mubarrok

5. Rizki Mubarrok
pbdjarum.org

Atlet cilik bulu tangkis berusia dibawah 12 tahun yang terakhir adalah Rizki Mubarrok.

Lahir di Surakarta, 6 Februari 2008 yang lalu, Rizky kini telah tumbuh menjadi salah satu sosok atlet anak berbakat dari PB Djarum.

Tunggal Putra dengan tinggi badan 139,6 cm ini tertarik dengan bulu tangkis saat dirinya mengikuti sang Kakak berlatih.

Selain itu, ia juga semakin termotivasi ketika melihat pertandingan bulutangkis di televisi.

Hingga saat ini, Rizki Mubarok telah menjadi Semifinalis USM Flypower Open tahun 2018 di Tunggal Usia Dini Putra.

Nah, itulah kelima daftar atlet anak berprestasi jebolan PB Djarum beserta kronologi diberhentikannya Audisi PB Djarum oleh KPAI.

Terlepas dari itu semua, semoga kelak nantinya anak-anak penerus bangsa dapat selalu mengharumkan nama Indonesia, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

Baca juga:

The Latest