Tanggapan Psikolog tentang Gaya Pola Asuh Seleb Mama

Ketahui dulu 7 hal ini sebelum menerapkannya pada anak

16 April 2018

Tanggapan Psikolog tentang Gaya Pola Asuh Seleb Mama
Unsplash/london scout

Seleb Mama Millenial bisa didefinisikan sebagai public figure di media sosial yang rutin menginformasikan mengenai informasi parenting kepada para followers setianya di Instagram.

Sebenarnya ada begitu banyak manfaat yang bisa Mama dapatkan dari Mama influencer.

Ini salah satunya yang dilakukan oleh Merry Inggriani, seorang Seleb Mom yang memiliki anak perempuan yang manis dan lucu bernama Moonella.

Melalui akun Instagram @babymoonella, Merry banyak membagikan info-info penting terkait parenting dan juga keseruan yang ia lakukan bersama putri sulungnya.

Nah, dengan melihat fenomena seleb Mama saat ini, mungkin kebanyakan dari Mama juga tertarik untuk mencoba hal ini bukan?

Sebelum bertindak lebih jauh lagi, Popmama.com akan memberikan informasi terkait hal tersebut langsung dari psikolog anak dan remaja. Kira-kira seperti apa ya, Ma?

1. Apa saja di-upload, sebenarnya baik nggak sih?

1. Apa saja di-upload, sebenar baik nggak sih
Unsplash/tim gouw

Sudah menjadi kebiasaan Mama Millenial saat ini untuk mengunggah foto dan video anak ke media sosial.

Walaupun tujuannya memang baik yaitu untuk berbagi kebahagiaan atau bahkan informasi parenting, namun ternyata jika hal tersebut dilakukan secara berlebihan maka akan berdampak buruk bagi Si Anak.

“Meng-upload foto anak memang berisiko. Apalagi membuatkan media sosial untuknya, karena mempunyai akun media sosial kan ada batasan usianya. Tapi tetap sih, pengambil keputusan mengenai apa yang mau di upload adalah orangtua masing-masing, asalkan mereka tahu apa risikonya ya it’s okay,” begitu ungkap Vera Itabiliana Hadiwidjojo, psikolog dari Tiga Generasi di kampanye Mothercare dengan tema “Senangnya Jadi Ibu”.

Ia melanjutkan “Lebih baik tanyakan pada anak terlebih dahulu, boleh gak Mama upload foto kamu? Dengan begitu, Mama bisa mengajarkan pada anak untuk mengungkapkan pendapatnya dan mengajarkannya untuk berani menolak hal yang tidak ia sukai.”

2. Untuk mengatasinya, ikuti tips ini!

2. mengatasinya, ikuti tips ini
Unsplash/annie spratt

Kenyamanan anak merupakan hal yang harus diutamakan ketika Mama ingin mengunggah foto atau video anak di media sosial. Hal tersebut juga dibenarkan oleh Vera.

“Tips sebelum mengunggahnya ke media sosial adalah pertama utamakan kenyamanan anak. Setelah itu perhatikan juga safetyrules-nya, agar nanti foto-fotonya tidak disalahgunakan oleh orang lain,” ujar Vera.

Jadi, ketahui dulu karakter anak mama sebelum memutuskan untuk menjadikannya selebgram!

3. Dampak jangka panjangnya apa ya?

3. Dampak jangka panjang apa ya
Unsplash/enis yavuz

Seperti yang sudah dijelaskan pada poin pertama, dampak positif yang bisa didapatkan dari penggunaan media sosial adalah sebagai media sharing terutama informasi mengenai parenting.

Selain itu, Mama juga dapat meningkatkan kepercayaan diri Si Kecil dengan memanfaatkan media sosial seperti Instagram atau Facebook.

Kalau ada positifnya, pasti ada negatifnya juga dong, Ma. Vera mengungkapkan bahwa ada juga hal negatif yang didapatkan dari penggunaan media sosial pada anak.

“Ya kalau berlebihan, bisa jadi anaknya tumbuh menjadi anak yang self-center, terlalu fokus sama dirinya sendiri, it’s always about me, me, and me,” tuturnya.

Editors' Picks

4. Kalau anak jadi self center, bagaimana cara mengatasinya?

4. Kalau anak jadi self center, bagaimana cara mengatasinya
Unsplash/kelly sikkema

Jika Mama mengunggah foto atau video anak saat masih kecil sebenarnya hal tersebut bukanlah sebuah masalah. Namun jika nanti akan berlanjut hingga ia dewasa, maka beberapa masalah bisa saja muncul lho.

Kebiasaan mereka yang cenderung narsis, dapat membuat mereka menjadi self center dan hal tersebut tidak baik bagi mereka. Lalu bagaimana cara mengatasinya?

“Kalau mau diteruskan, ajari mereka untuk meng-upload foto lain selain dirinya. Misalnya bisa saja ia meng­-upload foto hewan peliharaannya, atau bahkan temannya. Jadi tidak melulu semua tentang dirinya,” jelas Vera.

5. Tidak hanya pada anak, tapi berdampak juga pada Mama!

5. Tidak ha anak, tapi berdampak juga Mama
Unsplash/ben white

Dengan banyaknya unggahan ibu dan anak di media sosial, maka secara tidak langsung akan berdampak juga pada psikologis Mama.

Sikap tersaingi atau tidak mau kalah dari Mama lain bisa saja terjadi lho, Ma!

“Efek negatifnya, perempuan jadi tsaling bersaing bukan saling mendukung. Mereka jadi cenderung membanding-bandingkan. Padahal, apa yang dihadapkan oleh setiap orangtua kan berbeda, karakter anaknya pun juga berbeda, jadi tidak bisa disamakan apple to apple,” tutur Vera.

6. Lalu, bagaimana cara untuk mengatasi mom’s war?

6. Lalu, bagaimana cara mengatasi mom’s war
Unsplash/stefan cosma

“Pakai kacamata kuda! Fokus pada apa yang sedang dihadapi. Realistis saja, kalau jadi cenderung memaksakan diri, anak pun jadinya nggak fun, malah semuanya jadi terganggu,” begitu ungkap Vera ketika ditanya mengenai tips mengatasi mom’s war.

Jadi, nggak perlu deh Ma mengikuti orang lain. Fokus saja dengan apa yang sedang Mama hadapi. Toh, setiap orang juga memiliki masalah dan penanganannya masing-masing.

7. The key is believe to what you think is best!

7. The key is believe to what you think is best
Unsplash/hai phung

Yup, kesimpulan dari semuanya adalah percaya bahwa apa yang Mama lakukan memang hal yang terbaik bagi anak dan keluarga.

Jadilah Mama yang cerdas, yang selalu peka terhadap suatu hal sehingga dapat dengan mudah mendeteksi hal-hal yang mengancap keselamatan anak.

Nah, dari ketujuh hal di atas sekarang Mama sudah bisa kan memutuskan pola asuh yang tepat bagi Si Kecil? Nggak harus mengikuti apa yang Mama lihat di media sosial kok Ma!

Lakukan saja apa yang terbaik untuk anak dan keluarga, gunakan intuisi Mama ya!