Instagram.com/visit_singapore
Potensi wisata halal diperkirakan mencapai 200 miliar US Dollar pada tahun 2020 dan meningkat 300 miliar US Dollar pada 2026.
Asia Pasifik memiliki kue wisata halal yang cukup besar dan setiap tahun terus meningkat.
Tiga negara yang agresif dalam mempromosikan destinasi ini adalah Indonesia, Malaysia dan Thailand.
Menurut Wakil Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Panca Sarungu, saat ini Malaysia dan Indonesia bersaing cukup ketat di segmen pariwisata ini.
Di satu sisi, Thailand tidak ingin ketinggalan karena melihat potensi ekonominya yang besar sehingga menjadi salah satu emerging market di Asia.
"Namun Singapura juga memiliki prospek yang cerah untuk wisata halal, dan bahkan pertumbuhannya bisa dua digit. Menurut saya, bukan hal yang sulit karena 5 persen penduduk negara kota ini adalah muslim atau melayu. Dan mereka sudah terbiasa menangani wisata halal," tuturnya di Jakarta (2/8).
Panca mencontohkan bahwa bandara Changi pun sudah memisahkan makanan halal dan non halal di salah satu food court yang ada di sana.
Fakta tersebut menunjukkan bahwa Singapura sudah mulai serius menggarap segmen ini.