Dialami saat WFH, Ini Cara Cegah Kelelahan Akibat Paparan Digital

Penggunaan perangkat digital semakin meningkat semenjak masa pandemi ini

19 April 2021

Dialami saat WFH, Ini Cara Cegah Kelelahan Akibat Paparan Digital
Pixabay/Free-Photos

Selama pandemi, tidak bisa dipungkiri bahwa penggunaan perangkat digital semakin meningkat. Sebab, banyak aktivitas yang akhirnya harus dialihkan dengan menggunakan platform digital, seperti bekerja, sekolah, bersosialisasi, dan sebagainya. Maka tak heran jika hampir semua orang akan sangat bergantung pada perangkat digital, yaitu komputer, laptop, maupun telepon genggam.

Intensitas interaksi digital ini cukup tinggi seiring diberlakukannya WFH. Maka, banyak orang yang mulai mengalami kelelahan yang disebut dengan istilah "digital fatigue" atau kelelahan digital. Kelelahan ini tidak hanya dirasakan secara fisik tapi juga mental.

Kelelahan digital ini jangan dianggap hal yang biasa. Sebab, dampak dari hal ini bisa berakibat pada kondisi kesehatan fisik yang cukup serius hingga kesehatan mental yang dapat mengurangi produktivitas.

Untuk memahami kelelahan digital ini lebih lanjut, ikuti penjelasan Popmama.com berikut ini ya, Ma!

Dampak dari Kelelahan Digital Terhadap Kesehatan Fisik dan Mental

Dampak dari Kelelahan Digital Terhadap Kesehatan Fisik Mental
Freepik/diana.grytsku

Semenjak pandemi, interaksi pada layar digital memang sulit untuk dihindari. Banyak aktivitas yang akhirnya harus dialihkan ke berbagai platform digital. 

Hampir setiap hari harus bergantian dari satu video conference ke video conference lainnya. Lalu lanjut ke sosial media untuk melakukan interaksi sosial. Beralih lagi ke beberapa aplikasi untuk mengerjakan pekerjaan. Begitu terus setiap hari secara berulang.

Aktivitas berulang dalam penggunaan perangkat digital ini menyebabkan seseorang mengalami kelelahan digital. Baik kelelahan yang dirasakan itu secara fisik maupun mental.

Walaupun kelelahan ini cukup sering dialami oleh seseorang yang memiliki intensitas terhadap penggunaan perangkat digital cukup tinggi, banyak yang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami kelelahan digital. Beberapa dampak yang dirasakan saat seseorang mengalami kelelahan digital secara fisik antara lain,

  • Mata terasa sakit, lelah, dan perih;

  • Sakit kepala dan migrain;

  • Nyeri otot pada bagian leher, bahu, panggung;

  • Lebih sensitif terhadap cahaya;

  • Pola tidur yang terganggu.

Sedangkan beberapa dampak yang dirasakan saat seseorang mengalami kelelahan digital secara mental antara lain,

  • Perasaan lelah, bosan, dan malas melakukan sesuatu;

  • Gangguan pada fokus, konsentrasi dan memori;

  • Merasa putus asa dan tidak berdaya;

  • Kewalahan menghadapi situasi yang berulang;

  • Emosi yang tak terkontrol (cepat marah, menangis, dan mudah cemas);

  • Stres hingga depresi.

Kelelahan Digital Harus Diatasi dengan Benar untuk Menjaga Kondisi Fisik dan Mental

Kelelahan Digital Harus Diatasi Benar Menjaga Kondisi Fisik Mental
Freepik/pressfoto

Dampak terhadap tubuh, baik secara fisik maupun mental, akibat kelelahan digital ini memang sangat mengganggu produktivitas kerja. Mobilitas menjadi berkurang karena tubuh yang terasa kurang sehat. Kemudian secara mental juga menurun yang akhirnya membuat kita menjadi tidak bersemangat melakukan pekerjaan.

Melihat hal ini tentu kita perlu mengatasi dampak dari kelelahan digital. Jika Mama tidak merasakan akibat kelelahan digital ini, setidaknya bisa melakukan pencegahan. Atau mungkin Mama bisa menolong anggota keluarga yang mengalami kelelahan digital ini.

Berikut beberapa cara untuk mengatasi kelelahan akibat paparan digital yang terlalu sering.

1. Kurangi waktu penggunaan perangkat digital

1. Kurangi waktu penggunaan perangkat digital
Unsplash/Robin Worrall

Hal pertama yang harus dilakukan untuk mengatasi kelelahan digital tentu dengan mengurangi interaksi pada aktivitas yang menggunakan perangkat digital. Cara ini merupakan bentuk kesadaran diri bahwa tubuh memerlukan waktu untuk istirahat dari paparan digital.

Editors' Picks

2. Buat jadwal berapa lama penggunaan perangkat digital

2. Buat jadwal berapa lama penggunaan perangkat digital
Freepik/zenstock

Untuk bisa mengurangi penggunaan perangkat digital, coba buatlah jadwal penggunaannya. Misalkan, kerja menggunakan laptop setiap 20 menit harus istirahat selama 5 menit. Atau, penggunaan sosial media dibatasi hanya 1 jam per hari. Membuat jadwal akan mempermudah untuk menyadari kapan harus bekerja dan beristirahat.

3. Hapus beberapa aplikasi yang dapat mengurangi produktivitas namun interaksi penggunaannya cukup sering

3. Hapus beberapa aplikasi dapat mengurangi produktivitas namun interaksi penggunaan cukup sering
Pexels.com/Tracy Le Blanc

Seringkali kita berlama-lama di depan layar digital bukan karena hal penting yang produktif. Bisa jadi kita terlena dengan sosial media. Sehingga, waktu kita lebih banyak habis di sosial media dibanding aktivitas produktifnya.

Ada juga beberapa yang malah terlena untuk bermain game online, nonton film atau drama di aplikasi streaming, dan sebagainya.

Nah, jika Mama rasa ada aplikasi-aplikasi yang membuat produktivitas menjadi menurun serta kebermanfaatannya tidak terlalu besar maka cobalah untuk menghapusnya sementara. Menghapus aplikasi tersebut untuk beberapa waktu akan membuat kita dapat mengurangi intensitas paparan perangkat digital.

4. Tidak menggunakan perangkat digital di meja makan

4. Tidak menggunakan perangkat digital meja makan
Pexels/mikhail-nilov

Hindari juga penggunaan paparan digital pada saat makan. Fokuskan diri untuk menyantap makanan tanpa gangguan dari perangkat digital. Hal ini juga sering disebut sebagai mindful eating.

5. Buat aktivitas nyata sebagai pengalihan kegiatan

5. Buat aktivitas nyata sebagai pengalihan kegiatan
Freepik/drobotdean

Mengurangi intensitas penggunaan perangkat digital harus dengan diiringi pengalihan aktivitas yang lain. Buat kegiatan yang nyata, seperti memasak, berkebun, membaca buku, atau hanya sekadar berbincang dengan keluarga.

6. Matikan notifikasi aplikasi

6. Matikan notifikasi aplikasi
Pexels/Lisa

Jangan lupa matikan notifikasi. Sebab, seringkali notifikasi mendorong kita untuk kembali berinteraksi dengan perangkat digital. Mematikan notifikasi juga akan membuat kita menjadi lebih fokus dengan apa yang sedang dikerjakan. Sehingga, pekerjaan menjadi lebih cepat selesai dan penggunaan perangkat digital juga bisa dikurangi.

7. Mematikan perangkat digital 1 jam sebelum tidur

7. Mematikan perangkat digital 1 jam sebelum tidur
Pexels/Ketut Subiyanto

Mulai untuk biasakan mematikan perangkat digital 1 jam sebelum tidur. Kebiasaan ini akan membantu meningkatkan kualitas tidur. Selain itu, mematikan perangkat digital 1 jam sebelum tidur juga akan memudahkan tubuh untuk lebih mudah terlelap.

Penggunaan perangkat digital memang tidak bisa sepenuhnya dihindari. Sehingga, kita perlu melakukan upaya-upaya untuk mengurangi dampak kelelahan akibat paparan digital. Apalagi jika ada beberapa efek samping telah dirasakan.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.