Minyak Samin atau Mentega, Apa Perbedaannya?

Minyak samin atau mentega memiliki biasa digunakan dalam pembuatan berbagai makanan

27 September 2020

Minyak Samin atau Mentega, Apa Perbedaannya
Pixabay/ponce_photography & Instagram/Kurera.se

Pernahkan Mama mendengar minyak samin? Belakangan ini minyak samin mulai populer karena dianggap baik untuk tambahan MPASI.

Minyak samin sendiri tidak hanya digunakan sebagai tambahan MPASI. Minyak samin juga bisa digunakan untuk memanggang roti, membuat kue, menggoreng ayam, dan sebagainya. Secara penggunaan hampir sama dengan mentega.

Namun, terkadang orang masih bingung membedakan antara minyak samin dengan mentega karena berasal dari bahan yang sama. Secara aroma pun keduanya sama-sama memiliki aroma gurih dan manis khas susu sapi.

Untuk mengetahui apa perbedaan antara minyak samin dan mentega, lihat penjelasan Popmama.com berikut ini ya!

1. Mentega merupakan lemak yang diambil dari susu sapi

1. Mentega merupakan lemak diambil dari susu sapi
Pixabay/ponce_photography

Mentega atau yang dikenal juga dengan butter merupakan lemak yang berasal dari susu sapi. Untuk mendapatkan mentega, susu sapi diproses sedemikian rupa hingga memisahkan antara whey dengan lapisan lemak yang digunakan menjadi mentega.

Mentega memiliki tekstur yang padat dan berminyak namun sangat mudah mencair di suhu ruang. Biasanya, mentega digunakan dalam pembuatan roti untuk menambah tekstur lembut pada roti maupun kue. Aroma makanan pun menjadi lebih harum.

Editors' Picks

2. Minyak samin sering disebut juga dengan ghee

2. Minyak samin sering disebut juga ghee
Instagram/aditi.chitale_photography

Sama halnya dengan mentega, minyak samin juga berasal dari olahan susu sapi yang dipisahkan antara whey dengan lemaknya.

Namun pada minyak samin, mentega yang sudah jadi diproses lagi dengan menggunakan panas. Untuk mengubah mentega menjadi minyak samin diperlukan pemanasan mulai dari 80°C hingga 110°C.

Setelah melalui pemanasan, akan terbentuk lapisan busa yang harus dibuang, minyak berwarna kuning, dan endapan berwarna cokelat.

Jika sudah terlihat tiga lapisan tersebut maka mentega sudah berubah menjadi minyak samin. Minyak samin harus disaring dengan menggunakan saringan kain untuk memisahkan minyak dengan endapan berwarna cokelat.

Minyak samin ini juga disebut dengan ghee. Teksturnya cair seperti minyak dan disimpan di suhu ruang.

3. Minyak samin sudah digunakan oleh orang India sejak ribuan tahun

3. Minyak samin sudah digunakan oleh orang India sejak ribuan tahun
Pixabay/Jeevan

Minyak samin sendiri biasa digunakan oleh orang India dan Timur Tengah. Bahkan, minyak samin sudah digunakan oleh orang India sejak ribuan tahun yang lalu. Biasanya, minyak samin digunakan dalam ritual agama Hindu.

Berbagai macam makanan khas India dan Timur Tengah sering menggunakan minyak samin sebagai minyak goreng ataupun minyak untuk.masakan lainnya.

Di Timur Tengah maupun India, minyak samin sendiri tidak hanya berasal dari susu sapi, tapi juga bisa berasal dari susu unta, kerbau, atau kambing.

4. Minyak samin dianggap lebih sehat daripada mentega

4. Minyak samin dianggap lebih sehat daripada mentega
Instagram/spicytamarind

Minyak samin dianggap lebih sehat daripada mentega. Hal itu dikarenakan titik didih minyak samin termasuk tertinggi di antara minyak yang lainnya. Bahkan, lebih tinggi daripada titik didih minyak zaitun.

Selain itu, kandungan gizi pada minyak samin atau ghee ini juga sangat tinggi. Bagi seseorang yang memiliki alergi terhadap kandungan laktosa, maka minyak samin atau ghee ini adalah pilihan yang lebih baik.

Saat proses pemanasan, kandungan laktosa pada mentega telah memisah sehingga sudah tidak ada lagi kandungan laktosa di dalamnya.

Menggunakan minyak samin atau mentega adalah pilihan. Tergantung kebutuhan dan selera setiap orang. Namun, mengingat manfaat minyak samin yang lebih baik dari mentega, akan lebih baik menambahkan minyak samin ke dalam menu masakan di rumah.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.