Waspada! Ternyata Penerima Vaksin Masih Bisa Menularkan Virus Corona

Wah, kira-kira mengapa penerima vaksin masih bisa menularkan virus corona ya, Ma?

18 Januari 2021

Waspada Ternyata Penerima Vaksin Masih Bisa Menularkan Virus Corona
Pexels/cottonbro

Pandemi Covid-19 masih berlangsung sejak Maret 2020. Proses vaksinisasi sudah mulai dilakukan di Indonesia. Ini adalah salah satu upaya pemerintah agar pandemi segera berakhir. Serta tidak adanya kasus baru Covid-19.

Vaksin adalah harapan baru untuk Indonesia bahkan dunia untuk mengembalikan situasi yang normal tanpa menggunakan masker. Walaupun sudah mendapatkan vaksin Covid-19, baiknya tetap mematuhi protokol kesehatan.

Hal ini dikarenakan vaksin butuh waktu untuk bekerja dalam tubuh. Sehingga vaksin akan membentuk antibodi untuk melawan Covid-19. Namun, ternyata penerima vaksin masih dapat menularkan virus Covid-19.

Kali ini Popmama.com telah merangkumkan beberapa informasi tentang penerima vaksin yang masih dapat menularkan virus.

Kira-kira mengapa hal ini bisa terjadi ya, Ma? Simak selengkapnya di bawah ini.

Editors' Picks

1. Vaksin tidak hanya dilakukan satu kali

1. Vaksin tidak ha dilakukan satu kali
Pexels/RF._.studio

Ternyata proses vaksin tidak hanya dilakukan satu kali. Namun, beberapa kali sampai tubuh bisa membentuk antibodi untuk melawan virus Covid-19.

Setelah dosis pertama disuntikan, tubuh perlu waktu sampai seminggu untuk melihat proses tubuh membentuk antibodi. Selain itu, tubuh juga mendapatkan respon imun parsial.

Untuk itu, vaskin membentuk antibodi yang bisa melawan virus Covid-19. Namun, bukan berarti seseorang itu bisa membawa virus dan menularknya pada seseorang. Bagaimana pun vaksin hanya melindungi diri sendiri dari penyakit bukan melindungi orang lain juga.

2. Penerima vaksin masih bisa menularkan virus ke orang lain

2. Penerima vaksin masih bisa menularkan virus ke orang lain
Freepik

Sampai saat ini tidak ada vaksin yang bisa melindungi sampai 100%. Untuk itu, vaksin yang ditemukan hanya bisa memberikan perlindungan 94 sampai 95 persen.

Walaupun proses vaksinisasi dilakukan sebanyak dua kali, tidak memungkinkan untuk tetap terlindungi sepenuhnya. Bagaimana pun respon tubuh terhadap vaksin berbeda-beda bahkan cara kerjanya pun juga.

Vaksin bekerja untuk melindungi diri sendiri saja, namun masih bisa membawa virus Covid-19. Jadi, penerima vaksin masih bisa tergolong sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG). Seseorang tidak tahu bahwa dirinya terinfeksi virus Covid-19 karena tidak ada gejala. Namun, bisa menularkan virus tersebut ke orang lain.

Bagaimana pun vaksin bekerja untuk meminalisir seseorang jatuh sakit karena terpapar virus. Serta belum ada bukti bahwa vaksin bisa mencegah seseorang membawa virus dan dapat menularkannya.

3. Jangan bergantung pada vaksin saja

3. Jangan bergantung vaksin saja
Pexels/Gustavo Fring

Ternyata vaksin hanya bisa melindungi diri sendiri dengan membentuk antibodi. Namun, belum terbukti bahwa vaksin bisa mencegah seseorang membawa virus dan menularkannya kepada orang lain.

Untuk itu, jangan hanya mengandalkan vaksin saja. Perlu juga dilakukan pencegahan lain, seperti tetap mematuhi protokol kesehatan. Bagaimana pun vaksin butuh waktu untuk membentuk antibodi pada tubuh.

Jadi, selama pandemi Covid-19 belum selesai dan tidak ada kasus baru lagi, harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Karena langkah terbaik dari pencegahan adalah mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker.

Itulah beberapa informasi tentang penerima vaksin yang masih bisa membawa virus dan menularkannya kepada orang lain. Jadi, untuk Mama baiknya tetap mematuhi protokol kesehatan walaupun belum dan sudah divaksin.

Semoga pendemi cepar berakhir dan proses vaksin cepat dilakukan agar adanya harapan baru untuk kita semua ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.