Waspada, Tiga Jenis Kanker yang Memiliki Angka Kematian Tertinggi

Tiga jenis kanker ini dialami oleh perempuan lho, Ma

28 Februari 2021

Waspada, Tiga Jenis Kanker Memiliki Angka Kematian Tertinggi
Pexels/Ave Calvar Martinez

Perempuan di dunia, termasuk Indonesia perlu memedulikan dan mencegah penyakit kanker. Pasalnya, banyak perempuan di dunia yang meninggal karena penyakit kanker, seperti payudara, serviks, dan kolorektal.

Tiga jenis kanker terssebut adalah penyakit yang paling banyak dialami oleh perempuan di dunia. Angka kematian dari ketiga jenis kanker tersebut juga tinggi. Oleh karena itu, Yayasan Kanker Indonesia mengadakan seminar yang bertajuk cegah kanker sejak dini.

“Biasanya ketiga jenis kanker ini disebabkan oleh gaya hidup. Hanya 5-10% disebabkan karena genetik,” ujar Murniati Widodo AS, Wakil Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia di acara Webinar Tingkatkan Kepedulian Generasi Milenial Terhadap Kanker Cegah Kanker Sejak Dini pada Selasa (23/02/21).

Kali ini Popmama.com akan memaparkan informasi terkait kanker yang kerap dialami oleh perempuan serta cara mencegah penyakit tersebut.

Editors' Picks

1. Kanker payudara dan cara pencegahannya

1. Kanker payudara cara pencegahannya
Freepik

Menurut GLOBOCAN 2020, sudah terdapat 65.858 kasus di Indonesia. Untuk kematian karena kanker payudara sudah mencapai 22.430 kasus.

Kanker payudara merupakan kondisi sel kanker yang terbentuk di jaringan payudara. Kanker ini bisa menghasilkan susu (lobulus) atau di saluran (suktus) yang membawa air susu dari kelenjar ke puting. Namun, kanker juga dapat membentuk di jaringan lemak atau ikat di dalam payudara.

Kanker payudara akan tumbuh tidak normal dan tak terkendali. Meskipun lebih banyak dialami oleh perempuan, laki-laki juga bisa mengalami kanker payudara.

Kanker ini biasanya menimbulkan beberapa gejala, seperti adanya benjolan di sekitar payudara, keluar cairan pada puting, terdapat ruam atau sisik di payudara, dan kulit payudara terasa kencang atau tertarik.

Biasanya kematian karena kanker payudara karena terlambatnya menyadari akan penyakit tersebut. Untuk itu, para perempuan harus melakukan pemerikasaan payudara sendiri (SADARI). Hal ini guna mengetahui adanya benjolan pada payudara.

Ada beberapa cara mencegah kanker payudara yang banyak dialami oleh perempuan Indonesia, yaitu:

  • Mengubah pola hidup, dengan melakukan hidup sehat maka kita pun akan mempunyai sistem kekebalan tubuh dan penyakit pun tidak akan hadir pada ttubuh.
  • Berolahraga, melakukan aktivitas ini dengan rutin akan menjauhkan diri dari penyakit apapun.
  • Tidak merokok, banyak kasus yang terjadi bahwa merokok dapat meningkatkan peluang terkena kanker.
  • Tidak mengonsumsi alkohol, minuman keras ini dapat mempuruk kesehatan tubuh, seperti meningkatkan penyakit jantung, hati, depresi, kecanduan, termasuk kanker.

2. Kanker Serviks dan cara mencegahnya

2. Kanker Serviks cara mencegahnya
Freepik/Jcomp

Kanker serviks merupakan kasus kanker tertinggi kedua pada perempuan di Indonesia. Berdasarkan dahta GLOBOCAN 2020 terdapat 36,633 kasus dan jumlah kematiannya mencapai 21.003 kasus.

Kanker serviks disebabkan oleh sel-sel kanker yang tumbuh di leher rahim. Faktor utama penyebab kanker serviks adalah virus HPV (human papilloma virus) yang bisa menginfeksi leher rahim, anus, mulut, dan tenggorakan.

Virus HPV bisa menular melalui hubungan seksual. Orang memiliki risiko terkena kanker serviks ketika memiliki lebdih dari satu partner hubungan seksual, hubungan seksual pada usia dini, dan memiliki sistem imun yang lemah.

Namun, perempuan yang merokok juga dapat memiliki resiko terkena kanker serviks juga. Biasanya kanker serviks memiliki gejala seperti pendaran di vagina, keputihan yang cair, nyeri pada bagian panggul, sakit ketika buang air kecil, keluar darah pada urine.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker serviks pada perempuan, yaitu:

  • Melakukan vaksin HPV, harus diberikan pada perempuan usia 9-26 tahun. Sebaiknya vaksin diberikan kepada perempuan yang belum aktif melakukan hubungan seksual.
  • Berhubungan seks dengan aman, bisa menggunakan kondom atau tidak berganti pasangan.
  • Rutin menjalani pap smear, prosedur untuk mendeteksi kanker serviks pada perempuan.
  • Tidak merokok, orang yang merokok memiliki peluang yang tinggi terkena kanker.

3. Kanker kolorektal dan cara mencegahnya

3. Kanker kolorektal cara mencegahnya
Pexels/Anna Shvets

Kanker kolorektal atau kanker usus besar disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat, diabetes, usia, riwayat penyakit polip kolorekral, radang usus, dan lainnya.

Kanker kolorektal biasanya memiliki gejala seperti diare, adanya darah pada kotoran, mual, muntah, perut terasa nyeri, berat badan turun, buang air tidak selesai atau tuntas. Jika Mama mengalami gejala seperti segera lakukan pemeriksaan kesehatan.

Untuk mendeteksi adanya kanker usus besar, Mama bisa melakukan pemeriksaan kolonoskopi, pemerikasaan colok dubur, cek kadar CEA, dan tes feses.

Kanker usus besar atau Kanker kolorektal bisa dicegah dengan beberapa cara, yakni:

  • Kurangi makan berlemak, seperti daging merah
  • Berhenti merokok serta hindari asap rokok
  • Berhenti mengonsumsi alkohol
  • Konsumsi makanan berserat
  • Rajin berolahraga

Itulah beberapa kanker yang kerap dialami oleh perempuan di Indonesia. Sebagai perempuan, Mama harus bisa peduli dan mencegah ketiga jenis kanker ini. Jangan sampai Mama menambahkan kasus dari salah satu ketiga jenis kanker ini.

Semoga dengan adanya informasi ini, Mama bisa lebih peduli dan memerhatikan kesehatan diri sendiri. Lakukan pencegahan berupa ubah pola hidup, vaksin HPV, dan SADARI (Periksa Diri Sendiri).

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.