Keluarga di Pemalang Simpan Jasad Anak selama 2 Bulan

Keluarga di Pemalang menyimpan jasad anaknya karena yakin akan hidup lagi

13 Januari 2022

Keluarga Pemalang Simpan Jasad Anak selama 2 Bulan
Pexels/Anugrah Lohiya

Mayat gadis berinisial SR (14) sengaja disimpan oleh keluarganya di dalam rumah selama lebih dari dua bulan. Kejadian itu terjadi pada salah satu warga Desa Plakaran, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.  

Hal tersebut telah dilaporkan kepada Kapolsek Moga AKP Dibyo Suryanto oleh masyarakat sekitar pada Minggu (9/1/2022).

Berikut Popmama.com akan menjelaskan lebih lanjut terkait keluarga di Pemalang simpan jasad anak yang sudah meninggal selama dua bulan.  

Editors' Picks

1. Keluarga berharap anak tersebut akan hidup kembali

1. Keluarga berharap anak tersebut akan hidup kembali
Popmama.com/Auliya
Ilustrasi

Kedua orangtua dari anak itu sengaja menyimpan jasad anaknya karena mereka yakin bahwa anaknya akan hidup kembali. Hal itu dijelaskan langsung oleh keluarga SAR kepada Kapolsek dan setelah itu Kapolsek memberikan pemahaman kepada keluarga SAR.  

Akhirnya keluarga SAR memperbolehkan tim medis untuk masuk dan memeriksa jasad setelah perdebatan yang cukup lama antara Kapolsek dengan keluarga SAR.  

“Dari pemeriksaan yang dilakukan petugas medis dari Puskesmas Banyumudal Moga diperkirakan SAR telah meninggl dunia dikarenakan penyakit TBC,” ujar Kapolsek. 

2. Diizinkan untuk dimakamkan

2. Diizinkan dimakamkan
Pexels/Pavel Danilyuk

Setelah Kapolsek melakukan pendekatan secara persuasif kepada keluarga SAR, akhirnya keluarga korban mengizinkan tim medis untuk memakamkan jenazah.  

“Alhamdulillah, keluarga korban mau memakamkan jenazah gadis tersebut. Jenazah dimakamkan pada Minggu malam,” ujar Kapolsek.  

Tidak hanya Kapolsek, seorang Ustadz Zaenuri juga ikut bernegosiasi bersama Muspika Moga selama kurang lebih 15 menit. Ia bersama Muspika Moga mendatangi rumah tersebut dan menjelaskan agar jasad dapat dimakamkan.  

“Saya juga menjelaskan bahwa sebagai umat Islam pada jasad untuk segera dimakamkan sebagaimana mestinya. Alhamdulillah, akhirnya pihak keluarga mau melakukannya,” ujar Ustadz Zaenuri. 

3. Dimakamkan di pemakaman keluarganya

3. Dimakamkan pemakaman keluarganya
Pexels/Pixabay

Selanjutnya, korban tersebut langsung dimakamkan di tempat pemakaman keluarga yang berada di samping rumahnya. Lokasi rumahnya berada di pegunungan dan jauh dari perkotaan.  

Sebelumnya, masyarakat sekitar tidak ada yang berani untuk masuk ke rumah itu. Akhirnya masyarakat melaporkannya kepada ketua RT setempat dan juga tokoh masyarakat.  

Itu dia Ma, penjelasan lebih lanjut terkait dengan keluarga di Pemalang simpan jasad anaknya yang sudah meninggal selama dua bulan karena yakin akan hidup lagi. 

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.